Budaya  

Ibu di Blitar Buat Minuman Segar dari Bunga Mawar

Kreativitas Ibu Rumah Tangga Mengubah Bunga Mawar Menjadi Minuman Segar

Widianing Restu Palupi (29), seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, menunjukkan kreativitas yang luar biasa. Ia berhasil mengubah bunga mawar, yang biasanya digunakan sebagai bunga ziarah kubur, menjadi minuman olahan yang menyegarkan dan bernilai ekonomi tinggi.

Palupi, panggilan akrabnya, tidak hanya memproduksi minuman sari bunga mawar, tetapi juga aktif memberikan pelatihan kepada ibu-ibu di lingkungannya. Pada Sabtu (13/12/2025), ia mengadakan pelatihan pembuatan minuman olahan sari bunga mawar di halaman rumah warga Kelurahan Rembang. Dengan penuh antusiasme, para peserta pelatihan, terutama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), ikut serta dalam proses pembuatan minuman tersebut.

Proses pembuatan minuman sari bunga mawar cukup sederhana. Pertama, kelopak bunga mawar yang baru dipetik dicuci bersih, lalu direbus hingga air rebusan berwarna putih. Setelah itu, air rebusan disaring untuk mengambil sarinya. Sari bunga mawar ini kemudian dicampur dengan gula hingga membentuk sirup. Untuk menyajikannya, cukup ditambahkan air dingin.

Minuman sari bunga mawar lebih segar jika diminum dingin. Rasanya sepet, manis, dan memiliki aroma bunga mawar yang khas. “Dalam sebulan, rata-rata saya bisa memproduksi 100 botol. Kecuali ada acara, produksinya lebih banyak lagi,” ujarnya.

Visi Membangun Kampung Bunga Mawar

Palupi memiliki visi besar untuk menjadikan lingkungannya sebagai kampung bunga mawar yang lengkap dengan produk olahannya. Selain pelatihan pembuatan minuman, para ibu juga diajak untuk menanam bunga mawar di pekarangan kosong rumah. Tujuannya adalah agar warga dapat memproduksi bunga mawar secara mandiri dan meningkatkan pendapatan mereka.

Awalnya, Palupi melihat potensi besar dari bunga mawar yang ditanam warga. Bunga mawar biasanya hanya dijual untuk keperluan ziarah kubur. Namun, ia punya ide untuk mengubahnya menjadi produk yang lebih bernilai. “Saya berpikir bagaimana bunga ini bisa memiliki nilai jual lebih tinggi. Akhirnya, saya punya ide buat minuman sari mawar,” ujarnya.

Pengembangan Produk Olahan Bunga Mawar

Selain minuman sari bunga mawar, Palupi dan ibu-ibu di lingkungannya sedang mengembangkan berbagai produk olahan dari bunga mawar. Mereka mencoba membuat puding dan permen dari sari bunga mawar. Tak hanya itu, Palupi juga bekerja sama dengan kampung opak gambir untuk menciptakan varian opak gambir dengan rasa mawar.

Produk-produk ini diharapkan dapat menjadi alternatif olahan yang unik dan bernilai ekonomi tinggi. “Mudah-mudahan cita-cita saya di lingkungan ini menjadi kampung bunga mawar bisa terwujud. Ibu-ibu bisa mendapatkan penghasilan tambahan sendiri dengan membuat makanan dan minuman olahan dari sari bunga mawar,” katanya.

Strategi Pemasaran dan Produksi

Meski produknya sudah diterima pasar, Palupi masih membatasi jumlah produksi karena minuman sari mawar merupakan minuman siap saji yang tidak tahan lama. Minuman ini hanya bertahan maksimal dua hari jika disimpan di tempat biasa. Namun, jika disimpan di lemari es, minuman sari mawar bisa bertahan hingga seminggu.

Awalnya, Palupi memasarkan minuman sari mawar kepada relasi dan kantor pemerintah di Kota Blitar. Ia juga sering mengikuti kegiatan pameran produk UMKM untuk memperkenalkan produknya. “Ternyata produk minuman sari mawar kami diterima pasar. Pesanan selalu ada meski jumlahnya belum banyak,” ujarnya.

Untuk satu botol minuman sari mawar ukuran 350 mililiter dijual dengan harga Rp 6.000. Meskipun jumlah produksi masih terbatas, Palupi optimis bahwa visinya untuk menjadikan lingkungannya sebagai kampung bunga mawar akan terwujud.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?