Apa yang Terjadi Jika Zoro Berkunjung ke Pulau Whole Cake?

Arc Pulau Kue Utuh yang Penuh Emosi

Arc Pulau Kue Utuh (Whole Cake Island) bisa dibilang sebagai salah satu arc paling emosional dalam seri One Piece. Di sini, kisah kembali menampilkan konflik internal dalam kru Topi Jerami. Sanji, salah satu anggota utama, sempat mengundurkan diri dari kru dan bahkan menendang wajah Luffy. Meskipun perseteruan ini tidak diketahui oleh Zoro hingga saat ini, karena ia tidak ikut ke Pulau Whole Cake, banyak penggemar bertanya: apa yang akan terjadi jika Zoro turut serta?

Luffy Berpisah dengan Zoro di Zou

Setelah kejadian di Dressrosa, Topi Jerami akhirnya berkumpul kembali di Zou. Namun, saat tiba di sana, Sanji tiba-tiba dijemput oleh dua bawahan Big Mom, yakni Pekoms dan Capone Bege. Mereka meminta Sanji untuk pergi ke Pulau Whole Cake karena dirinya akan dijodohkan dengan salah satu anak Big Mom, Charlotte Pudding.

Pernikahan politik ini terjadi karena keluarga Vinsmoke ingin menjalin kerja sama dengan Bajak Laut Big Mom. Awalnya, Sanji menolak, tetapi ia terpaksa pergi setelah Big Mom dan ayahnya, Vinsmoke Judge, mengancam akan membunuh Zeff jika Sanji menolak. Akibatnya, Luffy segera menyusul Sanji, meski mereka juga diburu waktu untuk pergi ke Wano. Alhasil, Luffy membagi tim menjadi dua: sebagian ikut ke Pulau Whole Cake, sementara lainnya pergi ke Wano.

Zoro harus ikut ke Wano karena kekuatannya sangat dibutuhkan oleh aliansi Ninja-Bajak Laut-Mink-Samurai. Sementara itu, Luffy pergi bersama Nami, Brook, Chopper, Pedro, dan Carrot.

Apa yang Dilakukan Sanji kepada Luffy di Pulau Whole Cake?

Selama di Pulau Whole Cake, Sanji menghadapi situasi yang sangat rumit. Di satu sisi, ia tidak bisa meninggalkan Topi Jerami begitu saja. Di sisi lain, ia terpaksa mengkhianati krunya demi keselamatan Topi Jerami dan Zeff.

Setelah Luffy susah payah pergi ke Pulau Whole Cake untuk menyelamatkan Sanji, Sanji harus berpura-pura berpihak pada Kerajaan Germa. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah mengenal bajak laut rendahan seperti Luffy. Tidak hanya itu, Sanji juga menendang wajah Luffy hingga mematahkan salah satu giginya.

Hal ini membuat Nami sangat marah sehingga ia menampar Sanji. Meski begitu, Luffy tetap bersikeras untuk menyelamatkan Sanji. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan bisa menjadi Raja Bajak Laut tanpa Sanji. Luffy juga bersumpah bahwa ia tidak akan makan atau minum apa pun yang bukan buatan Sanji.

Bagaimana Jika Zoro Ikut Perjalanan ke Pulau Whole Cake?

Apa yang dilakukan Sanji bisa dikatakan lebih parah daripada tindakan Usopp di Water 7. Sanji tidak hanya menyatakan keluar dari kru, tetapi juga menghina dan menginjak-injak harga diri Luffy. Jika Zoro melihat hal tersebut, kemungkinan besar ia akan bereaksi keras.

Zoro mungkin akan membunuh Sanji jika melihatnya menghina dan menendang wajah Luffy. Situasi di Pulau Whole Cake akan sangat berbeda jika Zoro ikut dalam perjalanan tersebut. Kemungkinan besar, akan terjadi duel maut antara Zoro dan Sanji.

Hal ini bukan disebabkan karena Zoro tidak pernah akur dengan Sanji. Namun, kita semua tahu bahwa Zoro sangat tegas jika menyangkut harga diri kaptennya. Sebelumnya, Zoro pernah menolak Usopp kembali sebelum Usopp meminta maaf pada Luffy. Hanya karena Usopp menolak kru menggantikan Going Merry, Zoro menganggap bahwa Usopp tidak menghargai keputusan Luffy sebagai kapten.

Jika Luffy tetap menerima Usopp sebelum permintaan maaf, Zoro akan keluar dari kru. Pasalnya, Zoro tidak ingin memiliki kapten yang tidak punya harga diri. Hal serupa juga mungkin berlaku bagi Sanji. Setelah apa yang dilakukan oleh Sanji, Zoro tidak akan pernah memaafkan dan menerima Sanji kembali. Jika Luffy tetap bersikeras, Zoro akan memberikan pilihan antara dirinya atau Sanji.

Sanji cukup beruntung karena Zoro tidak ikut ke Pulau Whole Cake. Jika Zoro mengetahui semua hal yang terjadi di sana, cerita One Piece akan sangat berbeda. Kemungkinan ada tiga ending yang berbeda jika Zoro pergi ke Pulau Whole Cake: Zoro membunuh Sanji, Sanji keluar dari kru, atau justru Zoro yang keluar dari kru. Bagaimana menurutmu?

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?