Perjalanan Jurnalis ke Acara Yamaha: Mengikuti Jejak Om Daeng
Perjalanan jurnalis dimulai dari kepadatan lalu lintas Jakarta. Pada Jumat pagi, 19 Desember 2025, perjalanan dari Jakarta Selatan menuju Jakarta Pusat terasa sangat padat sejak awal. Dari Hotel Amarossa Cosmo di Jalan Pangeran Antasari, tempat saya menginap, jarak menuju Yamaha Flagship Shop (FSS) Cempaka Putih, Jakarta Pusat, sekitar 27,5 kilometer. Meski melalui tol dalam kota, waktu tempuh nyaris satu jam.
Gedung-gedung tinggi berdiri di kiri dan kanan jalan. Namun, yang paling mendominasi perjalanan pagi itu adalah kemacetan. Kendaraan padat merayap sejak keluar hotel. 
“Kalau dari Antasari ke Pra Panca, memang langganan macet,” kata Bn Prasetyo (59), pengemudi Gocar yang saya tumpangi. Pria kelahiran Jakarta yang mengaku berdarah Yogyakarta itu sudah hafal ritme jalanan Ibu Kota. “Tiap hari memang gini,” tambahnya.
Jarum jam di pergelangan tangan saya menunjukkan pukul 08.21 WIB. Acara di Yamaha Flagship Shop dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB. Masih ada sekitar 88 menit sebelum sesi talkshow bersama Om Daeng dimulai. Di simpang lampu merah Pra Panca–Wijaya, arus kendaraan semakin padat. Prasetyo lalu membelokkan mobil ke Jalan Wijaya I. Namun perjalanan sempat terganggu. Dua pengendara motor terlibat adu mulut akibat saling senggol, membuat arus lalu lintas tersendat.
“Sudah tahu macet, malah debat di situ,” keluh Prasetyo sambil tetap menjaga laju mobilnya. Macet kembali tak terhindarkan. Mobil kemudian berbelok ke Jalan Kapten Tendean, melewati flyover Tendean, lanjut ke flyover Subroto, sebelum akhirnya masuk tol dalam kota dengan tarif Rp11 ribu. Di arah sebaliknya, kemacetan terlihat lebih parah, terutama menuju kawasan Sudirman dan Thamrin.
“Kalau sana area perkantoran, macetnya parah. Untung jalur kita lebih lengang,” ujar Prasetyo, pria berkacamata itu. Keluar tol, mobil langsung memasuki kawasan Cempaka Putih. Tepat pukul 08.59 WIB, saya tiba di lobby Yamaha Flagship Shop, Jl. Letjen Soeprapto No. 402, Jakarta Pusat.
Di dalam lobby, sekitar 30 kursi putih tersusun rapi menghadap sebuah panggung kecil. Jurnalis dari berbagai daerah tampak hadir. Sebagian duduk santai di kursi, sebagian lain memilih melipir ke konter depan, memainkan ponsel atau mengisi daya baterai sambil menunggu acara dimulai. Tepat pukul 10.00 WIB, pembawa acara membuka kegiatan. Om Daeng dipersilakan naik ke atas panggung.
Acara diawali dengan seremoni penyerahan satu unit motor sebagai bentuk apresiasi atas pilihannya menggunakan Yamaha XMAX untuk touring dari Indonesia hingga Mekah.
Sesi kemudian berlanjut ke talkshow. Di hadapan jurnalis dan undangan, Om Daeng mulai membeberkan kisah perjalanannya. Tujuh bulan pria asal Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini tujuh bulan di jalan. Menembus 12 negara, menaklukkan hujan, gurun pasir, hingga wilayah ekstrem, demi satu tujuan, menunaikan umrah ke Tanah Suci naik motor.
Senior Director Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Mfg, Sutarya, menyampaikan apresiasi. Ia sempat menyinggung sosok Om Daeng yang dikenal tegas di jalan, namun ramah saat bertemu. “Lihat mukanya perkasa karena perjalanannya wah, galak, ternyata lembut,” ucapnya.
Om Daeng, bernama asli Anshar (42), hadir dengan topi hitam, atasan dan celana hitam, serta kaca mata. Pria yang memilih menerap di Lumajang, Jawa Timur sejak tahun 2011 ini tersenyum sumringah saat menerima apresiasi berupa motor baru dari Yamaha. Ayah dua anak ini dikenal dengan perjalanan luar biasa dari Indonesia ke Mekah. Sebelumnya, ia juga sudah dua kali keliling Indonesia.
“Atas nama Yamaha kami memberikan apresiasi atas kepercayaannya menggunakan XMAX, percaya pada kualitas dan kenyamanan,” kata Sutarya. Menurutnya, perjalanan Om Daeng merefleksikan semangat Yamaha. Yakni tangguh, fun, dan menghadirkan rasa excited saat berkendara.
Perjalanan 27.000 km melintasi 12 negara membuktikan produk Yamaha, khususnya Maxi Series, merupakan skutik tangguh, berkualitas tinggi, dan nyaman untuk touring jarak dekat maupun jauh. Di luar Indonesia, 12 negara yang dilintasi Om Daeng dan satu rekannya berdasarkan pengakuannya langsung ke, Jumat (19/12/2025). Antara lain:
- Malaysia
- Thailand
- Laos
- China
- Kazakhstan
- Uzbekistan
- Tajikistan
- Afghanistan
- Iran
- Uni Emirat Arab
- Oman
- Arab Saudi
XMAX yang digunakan Om Daeng adalah produk global buatan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 45 negara. Harganya dibanderol mulai Rp67 juta. Sedangkan Yamaha XMAX TechMAX 2025 sebagai apresiasi dari Yamaha dibanderol Rp75 juta, OTR Jakarta. Tipe ini baru dilaunching di Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025, pada 24 September 2025 lalu.
XMAX TechMAX ini model flagship premium dengan fitur canggih seperti Electric Adjustable Screen, layar TFT terintegrasi, Emergency Stop Signal (ESS), warna global baru (Ceramic Grey), dan detail TechMAX eksklusif. Suku cadangnya mudah ditemukan, sehingga menjadi favorit pengguna yang gemar touring lintas negara.
Perjalanan Om Daeng juga inspiratif. Total video perjalanan yang diunggah di media sosial tembus 1 miliar views. Video perjalanannya diunggah di akun Youtube @omdaengg.












