Rudal Hipersonik Oreshnik Keluar Kandang Usai Serangan Drone ke Kediaman Putin

Penayangan Rudal Hipersonik Oreshnik oleh Rusia

Pada hari Selasa (30/12/2025), Rusia merilis video yang menampilkan pengerahan rudal hipersonik berhulu ledak nuklir bernama Oreshnik di wilayah perbatasan dekat Belarusia. Pengerahan ini terjadi setelah kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin dibombardir. Video tersebut menunjukkan kemampuan Oreshnik yang disebut sebagai sistem senjata yang sulit diintersep karena kecepatannya yang mencapai 10 kali kecepatan suara.

Kementerian Pertahanan dan Pengumuman Oreshnik

Menurut laporan dari TASS, untuk pertama kalinya Menteri Pertahanan Rusia memamerkan Oreshnik ke publik. Putin menyebut bahwa rudal ini tidak bisa diintersep karena kecepatannya yang sangat tinggi. Pengerahan Oreshnik dan pengumuman Moskow bahwa rudal itu telah masuk dalam operasi aktif terjadi saat ketegangan antara Rusia dan Ukraina meningkat.

Potensi Ancaman dari Oreshnik

Pengerahan Oreshnik di perbatasan Belarusia diyakini oleh Rusia dapat menjangkau negara Eropa dan anggota NATO dalam waktu singkat jika perang meluas. Beberapa ahli dari negara Barat mengatakan bahwa eskalasi ini menunjukkan peningkatan ketergantungan Rusia terhadap persenjataan nuklir demi menetralisir ancaman dari anggota NATO yang terus memasok senjata ke Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan perwira senior militer di Kremlin di Moskow, Rusia, Senin, 29 Desember 2025. – ( Mikhail Metzel/Kremlin Pool Photo via AP)

Identifikasi Lokasi Pengerahan Oreshnik

Dua peneliti AS kepada Reuters pada Selasa mengatakan bahwa video yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia dan Belarusia membuat mereka percaya diri bahwa mereka telah mengidentifikasi berdasarkan citra satelit sebuah pangkalan udara bernama Krichev-6 digunakan sebagai lokasi pengerahan Oreshnik. Sebuah bangunan dalam video sama ukuran dan bentuknya dengan gambar yang pernah beredar pada 19 November yang dirilis Planet Labs.

Dua peneliti itu merujuk pada blogger militer Rusia, Dimitry Kornev, sebagai orang pertama yang mencocokkan video yang dirilis Rusia dengan foto Planet Labs lewat sistem geolokasi. Video itu tidak mengungkap lokasi di mana sistem rudal Oreshnik ditempatkan.

Perilaku Pasukan Militer dalam Video

Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan pelontar mobile dan kru mengendari kendaraan sistem rudal Oreshnik di jalanan menembus hutan. Dalam video itu juga terlihat seorang pejabat Rusia memberikan instruksi kepada pasukannya bahwa sistem rudal Oreshnik sudah ditempatkan untuk tugas peperangan.

Uji Coba Oreshnik dan Kemampuan Rudal

Moskow menguji coba Oreshnik untuk kali pertama pada November 2024. Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa kekuatan merusak Oreshnik bisa dibandingkan dengan satu bom nuklir. Dengan jangkauan rudal jarak menengah berkisar 5.500 kilometer, Rusia bisa menghantam wilayah Eropa dan bagian barat AS dengan hulu ledak Oreshnik.

Serangan Drone terhadap Kediaman Presiden Putin

Sebelumnya pada Senin (29/12/2025), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Kiev telah melancarkan serangan terhadap kediaman presiden Rusia di Wilayah Novgorod menggunakan 91 drone pada malam 28 hingga 29 Desember. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov pada Selasa mengatakan, upaya Kiev menyerang kediaman Vladimir Putin adalah tindakan teroris yang bertujuan untuk mengganggu proses negosiasi.

Tanggapan dari Kremlin

Presiden AS Donald Trump pun menyayangkan serangan ini. “Ini adalah tindakan teroris yang bertujuan untuk mengganggu proses negosiasi, yang ditujukan tidak hanya kepada presiden Putin secara pribadi, tetapi di sini saya ingin mengingatkan pidato Natal (Volodymyr) Zelenskyy dan kata-kata yang dia sampaikan kepada Putin,” kata Peskov kepada wartawan.

Penyangkalan dan Pembantahan Serangan

Pernyataan yang menyangkal serangan Kiev terhadap kediaman presiden di Wilayah Novgorod adalah gila, kata pejabat itu, menambahkan bahwa serangan drone besar-besaran tersebut berhasil dinetralisasi berkat kerja sistem pertahanan udara.

“Tentu saja, kita melihat bahwa Zelenskyy sendiri mencoba menyangkal hal ini, dan banyak media Barat yang bersekutu dengan rezim Kiev, mulai menyebarkan gagasan bahwa ini tidak terjadi,” kata Peskov kepada wartawan.

Keberadaan Presiden Putin

Peskov menolak menjawab mengenai keberadaan presiden setelah serangan dan keadaannya saat ini, mengatakan topik tersebut bukan untuk konsumsi publik.

Peta wilayah Ukraina yang dikuasai pasukan Rusia per Desember 2025. – (Encyclopediae Brittanica )

Tanggapan Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump pada Senin (29/12/2025) mengaku marah atas serangan drone terhadap kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin yang terjadi di tengah perundingan perdamaian. “Saya tak menyukainya. Ini tidak baik,” kata Trump kepada wartawan tentang serangan tersebut, yang dibantah oleh Ukraina.

“Presiden Putin memberi tahu saya pagi-pagi. Dia mengatakan dirinya diserang. Ini tidak baik,” katanya, menambahkan.

Trump mengatakan serangan terhadap kediaman Putin telah melampaui batas dan berbeda dengan operasi di medan perang.

“Bersikap ofensif itu satu hal … menyerang rumahnya adalah hal lain. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal seperti itu,” katanya. “Saya sangat marah soal ini.”

Namun, Trump juga mengatakan “ada kemungkinan” serangan itu tidak terjadi dan “kita akan mengetahuinya.” Ia menyinggung keputusannya untuk menghentikan pengiriman rudal jelajah jarak jauh Tomahawk kepada Ukraina.

“Saya tidak menginginkannya, karena kita sedang berada dalam periode yang sangat sensitif. Ini bukan waktu yang tepat,” kata Trump.

Trump mengatakan ia berbicara dengan Putin pada Senin pagi, bukan Ahad, karena pembicaraannya dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berakhir pada malam hari waktu Rusia. “Kami melakukan pembicaraan yang sangat baik … sangat produktif,” kata Trump.

Ia mengakui masih ada hambatan menuju perdamaian, seraya menekankan kembali soal adanya sejumlah isu yang “sangat rumit.”

“Jika kita bisa menyelesaikannya, Anda akan mendapatkan perdamaian,” kata Trump.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?