2026, Kukar Hadapi Tantangan, Bupati Dorong Kolaborasi Bangun Daerah

Capaian Pembangunan Kukar 2025 dan Tantangan di Tahun 2026

Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah mencatatkan berbagai capaian positif dalam pembangunan pada tahun 2025. Berbagai indikator menunjukkan peningkatan yang signifikan, termasuk penurunan angka kemiskinan dan stunting, serta peningkatan jumlah industri kecil menengah (IKM) dan infrastruktur. Namun, di tengah optimisme tersebut, pemerintah daerah menghadapi tantangan besar pada tahun 2026, terutama karena penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hampir 40 persen.

Tantangan di Tahun 2026 dan Strategi Kolaboratif

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi tahun yang sulit bagi daerah ini. APBD yang sebelumnya mencapai Rp12 triliun kini turun menjadi Rp7 triliun. Meski demikian, ia tetap optimistis dengan strategi pembangunan kolaboratif, yang melibatkan partisipasi aktif dari pihak swasta.

Strategi ini bertujuan agar program pembangunan tetap berjalan meskipun anggaran daerah terbatas. Contohnya, Pertamina EP di Samboja siap mendukung program makan bergizi untuk anak dan lansia. Aulia menjelaskan bahwa konsep pembangunan tahun 2026 lebih fokus pada kolaborasi, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.

Capaian Pembangunan 2025

Pembangunan Manusia

Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 6,72 persen, turun sekitar 4.010 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Prevalensi stunting juga menurun menjadi 12,4 persen.

Kesehatan

Pemkab menghadirkan 32 puskesmas rawat inap 24 jam, serta membangun dan merehabilitasi puskesmas, puskesmas pembantu, dan posyandu di berbagai kecamatan.

Tata Kelola Pemerintahan

Kukar kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), indeks reformasi birokrasi meningkat, dan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) dari KPK masuk kategori hijau.

Ekonomi

Produksi sektor unggulan seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan menunjukkan tren positif. Jumlah IKM meningkat menjadi lebih dari 7.000 unit, sementara ratusan usaha mikro naik kelas.

Infrastruktur

Pembangunan jalan, jembatan, pasar semi modern, gedung ekonomi kreatif, serta penyelesaian RS Muara Badak dan RSUD Abadi Samboja.

Program RT-KU Terbaik Tetap Berjalan di Tahun 2026

Pemkab Kukar memastikan program RT-KU Terbaik akan tetap berjalan pada tahun 2026, meski dihadapkan pada keterbatasan fiskal. Program ini merupakan strategi untuk memperkuat pembangunan dari tingkat Rukun Tetangga (RT).

Setiap RT akan mendapat bantuan dana hingga Rp150 juta per tahun. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan, ketahanan sosial, dan penanganan masalah warga secara langsung seperti kemiskinan, pendidikan anak, dan perbaikan lingkungan.

Program ini akan dimulai tahun 2026 setelah persiapan regulasi di tahun 2025. Bupati Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa evaluasi RT-KU Terbaik dilakukan melalui empat perspektif utama, mulai dari kelembagaan, perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban.

Dari sisi kelembagaan, pelaksanaan program akan berfokus di tingkat kecamatan sebagai landing utama kegiatan. Mekanisme penyaluran anggaran telah disiapkan, di mana dana diturunkan melalui kecamatan dan disalurkan ke RT menggunakan kode rekening belanja keuangan yang diserahkan langsung kepada RT.

Kewenangan bupati telah dilimpahkan ke kecamatan untuk memperjelas pelaksanaan program di lapangan. Perencanaan dan penganggaran juga telah dirapikan, termasuk mitigasi pada tahap pelaksanaan agar target RT-KU Terbaik pada 2026 dapat tercapai.

Aspek pertanggungjawaban turut menjadi perhatian utama agar pelaksanaan program di tingkat RT tidak menimbulkan keraguan dalam implementasi. Setiap RT akan difokuskan menjalankan fungsi sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat.

Komitmen Pemerintah Daerah

Menjawab keraguan publik terkait realisasi visi Kukar Idaman Terbaik di tahun 2026, Aulia menegaskan komitmen pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa program ini adalah janji kepada masyarakat, dan masyarakat memilih Aulia Rahman Basri dan Haji Rendi Solihin karena visi Kukar Idaman Terbaik.


Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?