Dosen Ludahi Kasir Dipecat, Karier 33 Tahun Hancur

Kekacauan Akibat Perilaku Dosen yang Meludahi Kasir

Seorang dosen Universitas Islam Makassar (UIM) terlibat dalam sebuah kejadian yang menimbulkan kontroversi dan menjadi viral di media sosial. Kejadian ini berawal dari teguran yang diberikan oleh seorang kasir kepada dosen tersebut, yang akhirnya memicu tindakan tidak terkendali.

Peristiwa yang Memicu Kontroversi

Dosen Fakultas Pertanian UIM, Amal Said atau AS, awalnya hanya singgah untuk membeli cemilan. Setelah mengambil belanjaannya, ia langsung menuju kasir dan antre seperti biasanya. Namun, saat sedang antre, ia melihat ada kasir lain yang kosong. Tanpa menyerobot antrean, ia memutuskan untuk pindah ke kasir yang kosong tersebut agar lebih cepat. Tindakan ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap orang yang berada di belakangnya.

Namun, peristiwa ini justru memicu reaksi negatif dari kasir yang bersangkutan. Menurut Amal, cara peneguran yang dilakukan oleh kasir membuatnya merasa dilecehkan dan dihina. Hal ini akhirnya memicu tindakan spontan yang tidak terkendali, yaitu meludahi kasir wanita tersebut.

Dampak pada Karier dan Nama Baik

Setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial, nama baik Amal Said tercoreng dan karier sebagai dosen terancam. Ia menyampaikan bahwa aksinya tersebut sangat tidak sebanding dengan 33 tahun pengabdiannya sebagai dosen pendidik. “Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya pegawai, mengajar, ribuan mahasiswa saya selesaikan, masa sedetik itu rusak segalanya,” ujarnya.

Amal juga berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Ia berharap kasir wanita berinisial N (21) juga mengakui kesalahannya agar masalah tidak berlarut-larut. “Harapan saya, orang itu juga harus sadar, mengakui juga dirinya punya kekhilafan, kita kan manusia bisa saling khilaf dalam kondisi tertentu.”

Tindakan yang Diambil oleh LLDIKTI Wilayah IX

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX telah memastikan akan memberikan sanksi terhadap mantan dosen UIM tersebut. Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Andi Lukman, menyatakan bahwa sanksi telah diputuskan secara internal. Namun, keputusan tersebut masih perlu persetujuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

“Kami sudah mengambil keputusan, sanksinya sudah ada. Tapi masih dikonsultasikan ke kementerian dulu,” ujar Lukman. Menurutnya, koordinasi terhadap sanksi tersebut perlu dilakukan karena keputusan LLDIKTI Wilayah IX harus sejalan dengan kebijakan dan persetujuan Kemdiktisaintek.

Lukman menjelaskan bahwa sanksi terhadap Amal Said akan disampaikan dalam waktu dekat. “Insya Allah Senin atau Selasa paling lambat sudah ada surat keputusannya,” ujarnya.

Pengunduran Diri dari UIM

Sebelumnya, Rektor UIM Prof Muammar Bakry telah memberhentikan oknum dosen berinisial AS setelah meludahi kasir swalayan. Pemberhentian tersebut tertuang dalam surat edaran Rektor UIM Nomor 1362/UIM/B.00/KP/XII/2025 tentang pengembalian dosen DPK ke LLDIKTI Wilayah IX.

UIM Makassar menilai tindakan Amal Said tersebut jauh dari nilai etika dan akhlak sebagai seorang akademisi. Diketahui, AS telah mengabdi kurang lebih 20 tahun di Kampus UIM Makassar. Ia merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan sebagai tenaga pengajar di Fakultas Pertanian UIM Makassar.

Penjelasan dari Amal Said

Amal mengklaim bahwa saat peristiwa itu terjadi, dirinya sama sekali tidak menyerobot antrean. “Awalnya memang saya singgah untuk membeli cemilan, setelah saya ambil belanjaan, turunlah saya ke kasir, saya antre disitu, saya sama sekali tidak menyerobot, saya ikut antrean,” ucap Amal.

Ia menjelaskan bahwa tujuan pindah ke kasir yang kosong adalah agar proses pembayaran lebih cepat dan efisien. “Saya liat ada kasir yang sudah kosong antreannya, jadi maksud saya supaya lebih ringkas apalagi masih ada orang dibelakang saya, akhirnya saya kesebelah ke kasir yang sudah kosong antreannya,” jelas dia.

Amal mengaku bahwa cara peneguran yang dilakukan oleh kasir tersebut seakan-akan tidak menghargai dirinya hingga akhirnya dia tersinggung dan spontan meludahi petugas wanita itu. “Setelah saya ditegur itu saya merasa dilecehkan, merasa dihina, saya ini orang tua, masa saya diperlakukan seperti itu.”

Amirah Rahimah

Reporter berita perkotaan yang gemar berkeliling kota untuk mencari cerita. Ia menikmati fotografi gedung, membaca artikel arsitektur, dan menyusun catatan kecil tentang perubahan kota. Hobi lainnya adalah menikmati kopi di kedai lokal. Motto: “Kota bicara melalui cerita warganya.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?