Mengenal Delta Force, Pasukan Khusus AS yang Menangkap Maduro

Delta Force: Unit Operasi Khusus yang Menjadi Sorotan Dunia

Delta Force, salah satu unit operasi khusus paling elit di Amerika Serikat (AS), kembali menjadi perhatian dunia setelah disebut terlibat dalam operasi rahasia penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Operasi ini dilakukan bersama Resimen Operasi Khusus Penerbangan ke-160, yang dikenal sebagai unit elit dalam operasi militer.

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa operasi tersebut telah berhasil dilakukan dengan presisi tinggi. Ia menyebutnya sebagai misi dengan “ketepatan milimeter”, menunjukkan betapa akurat dan terencana proses penyergapan tersebut. Bahkan, pasukan AS diketahui membangun replika persis kediaman target sebelum operasi dimulai, sebuah metode yang sering digunakan oleh Delta Force dalam perencanaan misi mereka.

Detail Operasi yang Masih Dirahasiakan

Meski operasi tersebut telah diumumkan oleh Trump, rincian teknis pelaksanaannya tetap dirahasiakan. Pihak berwenang juga tidak mengungkap lokasi penahanan Maduro. Media lokal Venezuela melaporkan adanya ledakan yang terdengar di Caracas pada dini hari waktu setempat. Ledakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah strategis lainnya selama operasi berlangsung.

CBS News melaporkan bahwa pejabat pemerintahan AS mengonfirmasi bahwa operasi tersebut dilakukan oleh Delta Force. Sementara itu, Marca melaporkan adanya aktivitas helikopter Apache dan Chinook di atas langit Caracas, dua jenis helikopter yang sering digunakan oleh Delta Force dalam operasi transportasi dan serangan cepat.

Sejarah dan Struktur Delta Force

Delta Force secara resmi dikenal sebagai Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta atau 1st SFOD-D. Unit ini didirikan pada tahun 1977 dan bermarkas di Fort Bragg, North Carolina. Pembentukannya terinspirasi dari Special Air Service (SAS) Angkatan Darat Inggris. Setelah kegagalan Operasi Eagle Claw pada tahun 1980, militer AS membentuk Komando Operasi Khusus Gabungan (JSOC), yang kemudian menjadikan Delta Force sebagai bagian dari struktur operasional utama.

Misi utama Delta Force mencakup kontra-terorisme, penyelamatan sandera, penangkapan atau eliminasi target bernilai tinggi, pengintaian khusus, serta perlindungan tingkat tinggi bagi pejabat penting. Mereka juga dilatih untuk melakukan penyusupan rahasia di pesawat, kapal, kendaraan, dan lingkungan perkotaan padat.

Rekrutmen yang Sangat Ketat

Rekrutmen Delta Force dilakukan secara sangat ketat. Mayoritas personel direkrut dari Green Berets dan Resimen Ranger ke-75. NDTV melaporkan bahwa proses seleksi fisik dan mentalnya termasuk yang paling berat di dunia. Selain itu, para anggota Delta Force juga menjalani pelatihan intensif seperti Operator Training Course (OTC) selama sekitar 6 bulan, yang mencakup latihan medan ekstrem, pertempuran urban, anti-teror, dan operasi rahasia.

Operasi Terkenal dan Peran dalam Konflik Global

Meski sebagian besar operasinya sangat rahasia, Delta Force diyakini pernah terlibat dalam sejumlah misi besar. Beberapa di antaranya adalah invasi Grenada pada 1983, penangkapan Presiden Panama Manuel Noriega pada 1990, serta operasi di Afghanistan dan Irak pasca-serangan 11 September. Pada 2019, Delta Force juga terlibat dalam operasi yang menewaskan pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Biodata Delta Force

  • Nama Resmi: Detasemen Operasional Pasukan Khusus ke-1–Delta (1st Special Forces Operational Detachment–Delta)
  • Nama Populer: Delta Force
  • Alias Lain: Combat Applications Group (CAG), Army Compartmented Elements (ACE)
  • Negara: Amerika Serikat
  • Cabang: Angkatan Darat Amerika Serikat (U.S. Army)
  • Komando: Joint Special Operations Command (JSOC)
  • Markas: Fort Bragg, North Carolina
  • Tahun Didirikan: 1977
  • Pendiri: Kolonel Charles Beckwith
  • Inspirasi Pembentukan: Special Air Service (SAS) Angkatan Darat Inggris
  • Jenis Unit: Unit operasi khusus elit (Tier 1)
  • Misi Utama: Kontra-terorisme, Penyelamatan sandera, Penangkapan atau eliminasi target bernilai tinggi, Pengintaian khusus, Perlindungan tingkat tinggi (VIP protection)
  • Kemampuan Khusus: Penembakan presisi tinggi, Pertempuran jarak dekat (CQB), Operasi rahasia dan penyamaran, Infiltrasi melalui udara, laut, dan darat, Operasi di lingkungan urban dan non-konvensional
  • Struktur Umum: Beberapa skuadron utama yang terbagi ke dalam: Tim pengintaian dan penembak jitu, Tim aksi langsung/penyerangan
  • Rekrutmen: Dipilih dari prajurit elit, terutama Green Berets dan Resimen Ranger ke-75, Proses seleksi fisik dan mental sangat ketat
  • Pelatihan: Operator Training Course (OTC) ±6 bulan, Latihan medan ekstrem, pertempuran urban, anti-teror, dan operasi rahasia
  • Operasi Terkenal: Operasi Eagle Claw (Iran, 1980), Operasi Urgent Fury (Grenada, 1983), Penangkapan Manuel Noriega (Panama, 1990), Operasi Gothic Serpent (Somalia, 1993), Operasi di Afghanistan dan Irak pasca-9/11, Operasi yang menewaskan Abu Bakr al-Baghdadi (2019)
  • Tingkat Kerahasiaan: Sangat tinggi. Sebagian besar misi tidak pernah diumumkan secara resmi


Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?