Presiden AS Donald Trump Mengungkap Penangkapan Nicolas Maduro
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan melalui akun media sosialnya bahwa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, telah ditangkap oleh pasukan militer AS di Caracas. Dalam unggahan tersebut, Trump menampilkan foto yang menunjukkan Maduro berada di atas kapal perang USS Iwo Jima. Foto tersebut juga diunggah ulang oleh akun Instagram resmi Gedung Putih.
Dalam foto yang beredar, Maduro tampak berdiri dengan pakaian berwarna abu-abu. Matanya ditutup penutup mata hitam dan telinganya menggunakan alat menyerupai headphone. Kedua tangannya terlihat seperti diborgol, meski tidak terlihat jelas, dengan salah satu tangan memegang botol air mineral.
Trump menyatakan bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, akan dibawa ke Kota New York menggunakan USS Iwo Jima. Jaksa Agung AS, Pam Bodi, juga menyatakan bahwa keduanya akan didakwa di pengadilan New York. Trump mengklaim bahwa Maduro ditangkap di sebuah “benteng” yang dijaga ketat. Ia juga menyebut bahwa pasukan AS telah membangun rumah yang “identik” dengan kediaman Maduro sebagai bagian dari operasi penangkapan tersebut.
Operasi Militer AS di Venezuela
Terkait operasi militer tersebut, Trump menyebutnya sebagai demonstrasi kekuatan militer AS. Dalam konferensi pers, ia mengatakan: “Atas perintah saya, Angkatan Bersenjata AS melakukan operasi militer luar biasa di ibu kota Venezuela. Ini adalah salah satu pameran kehebatan dan kemampuan kekuatan militer Amerika yang mengagumkan, efektif, dan ampuh dalam sejarah Amerika.”
Trump mengonfirmasi bahwa AS melancarkan serangan militer ke Venezuela pada Sabtu (3/1/2026) pagi waktu setempat. Serangan dilaporkan menyasar Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira. Sebelum serangan diluncurkan, Trump melarang seluruh penerbangan melintasi wilayah udara Venezuela selama 24 jam dengan alasan risiko keselamatan akibat aktivitas militer AS di kawasan tersebut.
Tindakan Balasan dari Pemerintah Venezuela
Menanggapi serangan itu, Presiden Maduro sebelumnya menetapkan status darurat nasional. Pemerintah Venezuela menyebut aksi AS sebagai bentuk “agresi militer.” Ketegangan antara AS dan Venezuela telah meningkat sejak tahun lalu. Pemerintah AS menuduh pemerintahan Maduro terlibat dalam perdagangan narkoba ke AS. Trump juga menuding Maduro bekerja sama dengan geng dan kartel yang telah ditetapkan AS sebagai organisasi teroris.
Dua kelompok asal Venezuela, Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, telah ditetapkan AS sebagai Organisasi Teroris Asing (FTO). AS menuduh Cartel de los Soles dipimpin langsung oleh Maduro. Selain itu, Trump menuduh Maduro mengosongkan penjara dan rumah sakit jiwa, serta memaksa para narapidana bermigrasi ke AS. Tuduhan tersebut, seperti diberitakan BBC, telah berulang kali dibantah oleh pemerintah Venezuela.
Penangkapan dan Pemindahan ke New York
Dalam dekret yang disahkan pada hari yang sama, pemerintah Venezuela menuduh AS menyerang negaranya dengan tujuan menguasai sumber daya alam, termasuk minyak dan mineral. Venezuela diketahui memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia dan selama ini mengekspor minyak ke berbagai negara, termasuk AS. Sebagai bagian dari tekanan ekonomi, AS telah menjatuhkan sanksi terhadap empat perusahaan minyak Venezuela dan empat kapal tanker tambahan. Pasukan AS juga menyita dua kapal tanker minyak di lepas pantai Venezuela.
Pesawat yang membawa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah tiba di Pangkalan Garda Nasional Udara Stewart di New York pada Sabtu (3/1/2025) sore waktu setempat, setelah operasi besar-besaran Amerika Serikat di negara tersebut. Maduro dan istrinya didakwa atas konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, serta pelanggaran senjata. Keduanya dijadwalkan menghadapi persidangan di pengadilan federal Manhattan pada pekan depan, mengutip CNN.com.
Tanggapan dari Pihak Venezuela
Mengutip NBC News, Presiden AS Donald Trump mengatakan, pihaknya akan mengambil alih Venezuela setelah penangkapan Maduro hingga proses transisi yang aman, tepat, dan bijaksana dapat terjadi. Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan di televisi pemerintah bahwa tindakan AS merupakan upaya perubahan rezim untuk merebut minyak dan sumber daya alam negara tersebut. Ia menambahkan bahwa Venezuela siap mempertahankan sumber daya itu.
Trump menyatakan, AS akan berupaya memanfaatkan cadangan minyak Venezuela yang sangat besar. Jaksa Agung Venezuela mengatakan, sejumlah warga sipil tak berdosa tewas akibat serangan militer di beberapa fasilitas di Caracas dan sekitarnya. Sumber-sumber yang dikutip NBC News menyebutkan bahwa beberapa tentara AS juga mengalami luka-luka, namun berada dalam kondisi stabil.
Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.












