Peristiwa Kematian Seorang Perempuan di Hotel Legapon, Kabupaten Lebong
Peristiwa kematian seorang perempuan di dalam kamar hotel yang berada di Kabupaten Lebong menimbulkan banyak tanda tanya. Korban diketahui bernama Diana Emilda (46), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Ia ditemukan meninggal dunia pada Jumat (16/1/2026) malam di dalam kamar Hotel Legapon.
Identitas dan Penyebab Kematian
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga kuat meninggal akibat overdosis obat-obatan. Kasat Reskrim Polres Lebong, AKP Darmawel Saleh, menjelaskan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, dari hasil pemeriksaan dokter forensik, terdapat darah keluar dari mulut korban serta aroma obat yang cukup menyengat.
“Sehingga kuat dugaan korban meninggal akibat overdosis obat-obatan,” ujar Kasat saat dikonfirmasi pada Sabtu (17/1/2026). Selain itu, seluruh barang-barang milik korban masih lengkap dan tidak ada tanda-tanda pengrusakan di dalam kamar hotel.
Penolakan Autopsi oleh Keluarga
Meski pihak kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap berjalan, keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Mereka menganggap kejadian tersebut sebagai musibah. Pihak keluarga kemudian membawa jenazah korban ke rumah duka di Kabupaten Kepahiang untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga menolak autopsi karena menganggap kejadian ini sebagai musibah,” kata Kasat. Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Kronologi Penemuan Korban
Korban pertama kali ditemukan dalam kondisi tergeletak di lantai kamar hotel. Menurut informasi dari petugas Hotel Legapon, korban datang sendirian pada siang hari. Setelah melakukan check-in, ia tidak terlihat keluar kamar hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dari informasi yang diperoleh, korban sempat menghubungi temannya melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta diantarkan makanan dan minuman ke kamar hotel. Sekitar pukul 21.00 WIB, saksi Z bersama rekannya R datang ke hotel untuk mengantarkan pesanan tersebut. Namun, pintu kamar korban dalam keadaan terkunci dan tidak merespons meskipun sudah dipanggil dan digedor berulang kali.
Petugas hotel kemudian mencoba memeriksa kondisi kamar melalui jendela belakang dan melihat korban dalam posisi terlentang di lantai. Saat ditemukan, korban hanya mengenakan pakaian dalam. Petugas langsung menghubungi aparat kepolisian setelah mengetahui kondisi tersebut.
Proses Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan
Setelah petugas kepolisian tiba di lokasi, mereka melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal. Sampai saat ini, tidak ditemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Kasat Reskrim menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Proses penyelidikan juga melibatkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk petugas hotel dan orang-orang yang pernah berkomunikasi dengan korban. Hal ini dilakukan agar dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kejadian tersebut.
Sampai saat ini, penyebab kematian korban masih menjadi fokus utama dari penyelidikan. Meski pihak keluarga menolak autopsi, polisi tetap berkomitmen untuk melakukan investigasi secara mendalam guna memastikan kejelasan atas peristiwa ini.
Reporter digital yang mencintai dunia jurnalisme sejak bangku sekolah. Ia aktif mengikuti perkembangan media baru dan belajar teknik storytelling modern. Hobinya antara lain menyunting foto, menonton film thriller, dan berjalan malam. Motto: "Setiap cerita punya sudut pandang yang menunggu ditemukan."












