Wisata Berkuda di Palangka Raya: Alternatif Rekreasi Edukatif untuk Semua Usia
Palangka Raya, yang dikenal dengan wisata air hitam dan susur sungai yang eksotis, kini memiliki alternatif rekreasi yang tak kalah menarik. Wisata berkuda telah hadir sebagai destinasi edukatif dan seru yang cocok untuk keluarga maupun pecinta alam. Salah satu tempat yang menjadi pilihan utama adalah Wisata Edukasi Berkuda Lizzas.
Sejarah dan Perkembangan Wisata Berkuda Lizzas
Wisata Edukasi Berkuda Lizzas mulai beroperasi sejak 7 Januari 2020 di Kalimantan Tengah. Pelatih wisata tersebut, Rohmat Hidayat, menjelaskan bahwa awalnya konsep ini belum langsung dibuka untuk umum. Pada tahap awal, kegiatan berkuda masih bersifat pribadi karena proses penyesuaian lokasi dan adaptasi kuda terhadap lingkungan baru.
“Awalnya kami datang ke Kalteng karena melihat belum ada wisata berkuda. Itu yang kami lihat sebagai peluang,” ujarnya. Namun, setelah banyak warga sekitar menunjukkan ketertarikan, akhirnya pihak pengelola memutuskan untuk membuka wisata ini secara umum.
Konsep Wisata Berkuda yang Menarik
Wisata Edukasi Berkuda Lizzas menawarkan konsep berkuda yang mengutamakan lokasi dan pemandangan alam sekitar. Letaknya yang strategis, dekat dengan Taman Nasional Sebangau, Dermaga Kereng Bangkirai, serta Sirkuit Sabaru, menjadi nilai tambah tersendiri bagi pengunjung.
“Yang kami jual itu pemandangan. Banyak juga datang bukan hanya untuk berkuda, tapi juga untuk foto, termasuk foto prewedding,” kata Rohmat.
Pengunjung dapat memilih berbagai paket wisata, mulai dari durasi singkat hingga paket interaksi berkuda. Selain wisata, pengelola juga membuka kelas berkuda bagi masyarakat yang ingin belajar lebih serius.
Kelas Berkuda dan Keamanan Pengunjung
Kelas berkuda yang ditawarkan terdiri dari dua jenis, yaitu per pertemuan dan paket delapan kali pertemuan. “Tidak harus selesai dalam satu bulan, bisa dua atau tiga bulan, kami menyesuaikan dengan kondisi masyarakat,” jelas Rohmat.
Menurutnya, sebagian besar peserta kelas masih pemula dan belum pernah naik kuda sebelumnya. Karena itu, aspek edukasi dan pendampingan menjadi perhatian utama. Saat ini, Wisata Edukasi Berkuda Lizzas memiliki lima ekor kuda khusus digunakan untuk wisata. Kuda-kuda tersebut dipilih karena memiliki karakter tenang dan aman untuk pengunjung umum.
“Kuda wisata itu harus kalem. Kalau kuda pribadi karakternya beda, ada agresif dan tidak bisa dicampur dengan orang umum,” ujarnya.
Keamanan dan Manfaat Terapeutik
Dari sisi keamanan, pengelola menyediakan perlengkapan seperti helm, sepatu, dan sarung tangan. Kuda juga dilatih tanpa kekerasan, tanpa menggunakan sabetan. “Kami hanya pakai instruksi kaki dan suara. Yang penting pengunjung patuh pada arahan,” tegasnya.
Selain sebagai wisata, berkuda dinilai memiliki manfaat terapeutik. Di beberapa daerah, aktivitas berkuda bahkan dimanfaatkan sebagai terapi, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus.
Antusiasme dan Kendala
Antusiasme masyarakat Palangka Raya terhadap wisata ini dinilai cukup baik sejak pertama dibuka. Kendala utama justru terletak pada keterbatasan tenaga perawat kuda. “Kalau pengunjung ramai, tidak semua bisa terlayani. Kalau ada kerja sama dengan pemerintah, kami terbuka,” ujarnya.
Wisata Edukasi Berkuda Lizzas berlokasi di Jalan Surung, Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sebangau, belakang Masjid Raudhatul Jannah. Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00–11.00 dan 13.00–16.30. Khusus Minggu, operasional hanya setengah hari karena kegiatan Car Free Day.
Tarif dan Rencana Masa Depan
Untuk tarif, wisata berkuda berkeliling selama 30 menit dibanderol Rp100 ribu, sementara paket interaksi berkuda Rp150 ribu per 30 menit. Ke depan, pengelola berencana mengembangkan aktivitas Horseback Archery atau memanah di atas kuda, meski membutuhkan waktu panjang dalam proses pelatihan kuda.
“Melatih kudanya bisa sampai dua setengah tahun,” kata Rohmat.
Pengalaman Pengunjung
Salah satu pengunjung, Salman (27), mengaku baru pertama kali mencoba berkuda di Wisata Edukasi Berkuda Lizzas. Ia tertarik datang setelah mengetahui bahwa tempat tersebut menjadi satu-satunya wisata berkuda di Palangka Raya.
“Kesannya bagus. Ada trek kecil dan trek besar, masing-masing punya tantangan sendiri,” kata Salman. Meski baru pertama kali di lokasi tersebut, Salman mengaku sudah memiliki pengalaman berkuda sejak masa kuliah.
Menurutnya, berkuda memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan fisik maupun keseimbangan tubuh. “Selain sehat, sebagai muslim berkuda juga termasuk anjuran. Itu yang bikin saya tertarik,” ujarnya.
Salman berharap ke depan jalur berkuda bisa dirapikan agar lebih nyaman bagi kuda. Namun secara keseluruhan, ia menilai wisata ini berpotensi menjadi pilihan hobi baru bagi masyarakat Palangka Raya.












