Budaya  

Kapan Hari Jadi Kota Balikpapan? Sejarah, Logo, dan Tema HUT ke-129

Sejarah, Logo, dan Tema Perayaan HUT ke-129 Kota Balikpapan

Hari Jadi Kota Balikpapan akan segera tiba, yaitu pada 10 Februari. Tahun ini menjadi peringatan 129 tahun sejak pertama kali ditemukan sumber minyak komersial di wilayah tersebut pada tahun 1897. Perayaan ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan sejarah kota, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat identitas dan visi Balikpapan sebagai kota yang maju dan berdaya saing.

Sebagai bagian dari perayaan resmi, Pemerintah Kota Balikpapan telah merilis logo dan tema HUT ke-129. Logo dan tema ini akan digunakan oleh seluruh instansi, organisasi, hingga masyarakat umum dalam rangka memperingati hari jadi kota.

Tema Perayaan: “Harmoni Menuju Kota Global”

Tema HUT ke-129 Kota Balikpapan tahun 2026 adalah “Harmoni Menuju Kota Global”. Tema ini mencerminkan visi besar Balikpapan sebagai kota modern yang berdaya saing nasional dan internasional, namun tetap menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, serta nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat.

Logo resmi HUT ke-129 Balikpapan beserta pedoman penggunaannya kini dapat diunduh oleh masyarakat, instansi pemerintah, BUMN, BUMD, organisasi, maupun pihak swasta melalui tautan resmi yang telah disediakan oleh Pemerintah Kota Balikpapan.

Konsep Logo: Keselarasan Modern

Logo HUT ke-129 Balikpapan dirancang dengan konsep Keselarasan Modern, yang menggambarkan perjalanan kota dari masa ke masa. Elemen angka “129” divisualisasikan secara dinamis dengan perpaduan warna. Konsep keselarasan modern mencerminkan Balikpapan sebagai kota yang terus berkembang secara inovatif dan rapi, namun tetap nyaman, inklusif, dan berakar pada jati diri masyarakat.

Logo tersebut juga menjadi simbol harmonisasi antara pembangunan fisik, pelayanan publik, kehidupan sosial, dan pelestarian lingkungan. Wajah Balikpapan hari ini digambarkan sebagai kota global yang maju dan berdaya saing, namun tidak kehilangan nilai-nilai lokal yang menjadi fondasi kekuatannya.

Tagline: “Harmoni Menuju Kota Global”

Harmoni

Keseimbangan hidup yang nyaman dan damai, di mana pembangunan fisik berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan dan nilai-nilai spiritual masyarakat (Madinatul Iman).

Menuju

Menandakan perjalanan bersama. Setiap langkah pembangunan mengikuti rencana yang terarah dalam RPJMD secara bertahap, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak.

Kota Global

Cita-cita Balikpapan menjadi kota yang maju, modern, dan tangguh, yang memiliki standar pelayanan dan inovasi setara dengan kota-kota besar di dunia.

Surat Edaran Wali Kota Balikpapan tentang Pedoman Peringatan HUT ke-129

Wali Kota Balikpapan menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.2.1/19/E/SETDA tentang Pedoman Peringatan Hari Jadi ke-129 Kota Balikpapan Tahun 2026. Surat edaran ini ditetapkan di Balikpapan pada 6 Januari 2026 dan ditujukan kepada pimpinan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, organisasi, swasta, serta seluruh masyarakat Kota Balikpapan.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa logo dan tema HUT ke-129 Balikpapan dapat diunduh melalui situs web resmi Pemerintah Kota Balikpapan dan agar diperbanyak serta disosialisasikan secara luas kepada masyarakat sebagai identitas visual peringatan hari jadi kota.

Penyelenggaraan kegiatan peringatan HUT ke-129 Balikpapan diminta berlandaskan pada logo dan tema yang telah ditetapkan. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan dapat dilaksanakan secara sederhana namun tetap meriah, dengan pembiayaan yang efisien serta menyesuaikan situasi dan kondisi setempat.

Imbauan Pengibaran Bendera dan Publikasi Peringatan

Melalui surat edaran tersebut, Wali Kota Balikpapan juga mengimbau seluruh instansi pemerintah, BUMN, BUMD, organisasi, swasta, dan masyarakat untuk mengibarkan Bendera Merah Putih selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 9 hingga 11 Februari 2026, sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap Kota Balikpapan.

Selain itu, seluruh pihak diharapkan turut mempublikasikan peringatan HUT Kota Balikpapan melalui pemasangan spanduk, baliho, umbul-umbul, lampu hias, dan dekorasi lainnya di kantor maupun lokasi strategis. Publikasi dan dekorasi peringatan ini dilaksanakan pada rentang waktu 25 Januari hingga 28 Februari 2026.

Kegiatan Masyarakat dan Kerja Bakti Massal

Peringatan HUT ke-129 Balikpapan juga diarahkan sebagai momentum pendidikan dan hiburan bagi masyarakat. Pemerintah Kota mendorong partisipasi aktif warga dalam berbagai kegiatan, lomba, dan acara hiburan yang digelar, sehingga peringatan hari jadi benar-benar menjadi perayaan dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.

Kreativitas serta swadaya masyarakat, baik secara moril maupun materil, sangat diharapkan dalam menyemarakkan peringatan HUT. Kegiatan yang menampilkan hiburan khas daerah dan tradisional juga didorong agar nilai budaya lokal tetap terjaga.

Dalam rangka mendukung terwujudnya Balikpapan Bersih dan Balikpapan Nyaman, camat dan lurah diminta mengoordinir Kerja Bakti Massal secara serentak di seluruh RT se-Kota Balikpapan yang akan dilaksanakan pada Minggu, 8 Februari 2026.

Koordinasi dan Informasi Panitia

Penyelenggara kegiatan, lomba, maupun acara hiburan diimbau untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan guna memastikan seluruh rangkaian acara berlangsung tertib, aman, dan lancar. Panitia juga bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan lokasi kegiatan.

Koordinasi dan pelaporan kegiatan dapat disampaikan kepada Panitia Pelaksana HUT ke-129 Kota Balikpapan melalui Sekretariat Panitia di Bagian Kerja Sama dan Perkotaan Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 1, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota.

Link Download Logo HUT ke-129 Balikpapan

Logo dan materi resmi HUT ke-129 Kota Balikpapan Tahun 2026 dapat diunduh melalui tautan berikut:
s.id/hut129bpn
s.id/hut129bpn2

Logo ini dapat digunakan sebagai identitas visual resmi dalam seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Balikpapan Tahun 2026.

Awal Sejarah Balikpapan

Pada era kolonial Balikpapan merupakan sebuah desa kecil di pesisir timur Kalimantan. Namun, pada tahun 1897, seorang ahli geologi Belanda bernama J.H. Menten menemukan deposit minyak di sekitar Sungai Balikpapan. Penemuan ini membuka awal eksploitasi minyak di daerah tersebut.

Berlanjut dengan eksploitasi minyak, perusahaan-perusahaan minyak asing mulai beroperasi di Balikpapan. Shell dan Standard Oil Company of California (sekarang Chevron) adalah dua perusahaan pertama yang memulai eksploitasi minyak di Balikpapan. Hal ini mengubah wajah Balikpapan dari sebuah desa nelayan menjadi pusat industri minyak dan gas.

Berdasarkan informasi dari laman Kemdikbud, Naskah Salasilah Kutai mencatat bahwa Balikpapan merupakan bagian dari Kerajaan Kutai Kartanegara yang berdiri sejak tahun 1300. Namun, sedikit informasi yang tercatat selama beberapa abad berikutnya.

Data mengenai Balikpapan lebih banyak ditemukan pada masa penjajahan Belanda. Pada periode tersebut, Belanda berhasil menguasai wilayah Balikpapan yang dikenal sebagai penghasil minyak bagi Kerajaan Kutai Kartanegara. Melalui perjanjian dengan Kerajaan Kutai Kartanegara, Belanda memperoleh hak untuk melakukan penelitian dan eksplorasi di sektor kehutanan, kelautan, dan pertambangan dalam wilayah tersebut.

Sebagai hasilnya, Mr. Adams dari Firma Samuel & Co. London diangkat sebagai pemegang hak konsesi oleh pemerintah Hindia Belanda. Eksplorasi dimulai di kaki Gunung Komendur, dan pada 10 Februari 1897, pengeboran pertama menghasilkan minyak komersial pada kedalaman 220 meter. JH Menten, yang bertanggung jawab atas pengeboran tersebut, menamai sumur tersebut Mathilda, sesuai dengan nama putrinya. Hari tersebut kini diakui sebagai hari jadi Kota Balikpapan yaitu 7 Februari.

Pertumbuhan Balikpapan terkait erat dengan penemuan dan pengeboran minyak. Minat ini menarik banyak pendatang dari berbagai wilayah, terutama pekerja pengebor dari Jawa, serta imigran dari China dan India. Mereka menjadi penduduk awal di desa Tukung (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru), membentuk akar sebagian besar masyarakat Balikpapan.

Selain itu, keberadaan minyak khususnya minyak tanah atau “lantung” menjadi dorongan bagi pedagang dari Kerajaan Banjar di Banjarmasin dan Bone di Sulawesi Selatan untuk berdagang dan menetap di Balikpapan. Hingga saat ini, Balikpapan telah tumbuh menjadi Kota Minyak yang menghasilkan sekitar 86 juta barel minyak per tahun.

Asal-usul Balikpapan

Beberapa versi cerita menjelaskan asal-usul nama Balikpapan, salah satunya mengaitkannya dengan kata Bilipapan, yang diasosiasikan dengan sebuah komunitas pedesaan di Teluk Balikpapan. Cerita lain memberikan beberapa versi tambahan tentang asal-usul nama tersebut.

Salah satu versi mencatat peristiwa pada tahun 1739, saat Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai memerintahkan penduduk sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbangkan bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai Lama. Penduduk menyumbangkan 1.000 lembar papan yang diikat menjadi rakit untuk dibawa ke Kutai Lama. Namun, 10 keping papan lepas dalam perjalanan dan hanyut ke tempat yang sekarang disebut Jenebora. Nama Balikpapan kemudian diberikan, bermakna “Baliklah-papan itu” atau papan yang kembali yang tidak ikut disumbangkan dalam Bahasa Kutai.

Versi lain menjelaskan bahwa asal-usul nama Balikpapan berasal dari legenda rakyat Suku Pasir Balik, juga dikenal sebagai Suku Pasir Kuleng. Orang-orang Suku Pasir Balik yang tinggal di pantai Teluk Balikpapan berasal dari keturunan Kayung Kuleng dan Papan Ayun. Mereka memberi nama kampung nelayan di Teluk Balikpapan sebagai “Kuleng-papan” yang artinya “Balik-papan.” Dengan begitu, asal-usul nama Balikpapan memiliki variasi cerita yang menarik, tetapi banyak versi mencerminkan keterkaitannya dengan sejarah dan geografis kawasan tersebut.

Referensi:
Koentjaraningrat. (2002). Manusia dan Kebudayaan di Indonesia Cetakan ke-19. Jakarta: Djambatan.
Kompas.com

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?