Persiapan Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Menjelang rencana pernikahan yang akan digelar pada pertengahan tahun 2026, pasangan selebritas El Rumi dan Syifa Hadju mulai terbuka membicarakan gambaran kehidupan rumah tangga yang ingin mereka bangun bersama. Keduanya sepakat bahwa pernikahan bukan hanya tentang kesiapan finansial, tetapi juga tentang pembagian peran, waktu, serta kenyamanan masing-masing pasangan.
El Rumi, putra kedua Maia Estianty, menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membatasi pilihan hidup sang calon istri setelah resmi menikah. Ia menyebut keputusan Syifa untuk tetap bekerja di dunia hiburan atau memilih fokus mengurus rumah tangga sepenuhnya merupakan hak pribadi yang akan ia hormati.
“Pokoknya kalau Syifa senang syuting ya syuting, kalau senang series ya series,” ujar El, dikutip dari kanal YouTube El & Syifa Family, Senin (19/1/2026). Menurut El, selama aktivitas pekerjaan Syifa tidak mengganggu waktu kebersamaan keluarga, ia tidak mempermasalahkan bentuk karier apa pun yang dijalani calon istrinya.
Ia menilai kenyamanan dan kebahagiaan pasangan menjadi hal utama dalam menjalani rumah tangga. “Aku selama Syifanya nyaman, Syifanya senang, dan enggak mengganggu waktu bersama keluarga sih aku fine-fine aja,” kata El.
Kebebasan dan Keseimbangan dalam Rumah Tangga
El juga menegaskan bahwa dirinya tidak menganut pandangan kaku soal peran perempuan dalam keluarga. Ia mengaku tidak sepakat dengan anggapan bahwa perempuan harus berhenti bekerja setelah menikah. “Aku bukan orang yang ngelarang, ‘Oh perempuan harus jadi ibu rumah tangga atau harus ngurusin keluarga.’ Enggak,” ujarnya.
Bahkan, El menyatakan kesiapannya untuk menanggung seluruh kebutuhan hidup Syifa apabila sang kekasih memilih untuk tidak bekerja setelah menikah. “Kamu nyaman enggak kalau enggak kerja? Kalau nyaman silakan. Kalau nyamannya kerja, ya silakan kerja,” ucap El. Ia pun menegaskan komitmennya sebagai calon kepala keluarga. “Pokoknya selama kamu menjadi diri sendiri dan nyaman, aku selalu ngebolehin. Insyaallah aku sanggup menafkahi,” tambahnya.
Rencana rumah tangga tersebut dibicarakan secara terbuka tak lama setelah El melamar Syifa Hadju secara personal di Lauterbrunnen, Swiss, pada 2 Oktober 2025. Lamaran yang dilakukan saat keduanya berlibur itu disertai cincin berlian dan menjadi momen penting menuju pernikahan mereka.
Aturan Khusus untuk Kehidupan Rumah Tangga
Meski memberikan kebebasan dalam berkarier, El dan Syifa sepakat untuk menetapkan sejumlah aturan dalam kehidupan rumah tangga mereka. Salah satu komitmen utama adalah menjaga waktu berkualitas bersama keluarga, terutama ketika kelak telah memiliki anak.
El secara khusus meminta Syifa untuk tidak kembali mengambil pekerjaan syuting sinetron stripping yang dikenal menyita banyak waktu dan tenaga. “Yang penting jangan ganggu waktu sama keluarga aja, apalagi nanti insyaallah sudah punya anak. Fokusnya ke anak,” ujar El. Menurutnya, tanggung jawab mencari nafkah memang berada di pundak suami, namun hal tersebut tidak boleh mengorbankan kebersamaan keluarga.
“Laki-laki menafkahi, tapi tahu waktu juga. Jangan sampai waktu sama keluarganya habis,” tegasnya. Pandangan tersebut, kata El, lahir dari pengalaman pribadinya di masa kecil. Ia belajar dari kesibukan kedua orang tuanya, Ahmad Dhani dan Maia Estianty, yang sama-sama aktif di dunia musik sehingga waktu bersama keluarga terasa terbatas.
“Aku belajar dari orang tua aku yang dulu lumayan sibuk. Waktu Al, El, Dul masih kecil,” tuturnya. Ia berharap pengalaman tersebut tidak terulang dalam keluarganya kelak. “Jangan sampai kejadian seperti itu terulang ke anak kita nanti. Kita penginnya punya quality time bareng keluarga,” lanjut El.
Di kesempatan yang sama, Syifa Hadju turut menyampaikan harapannya terkait pernikahan yang akan mereka jalani. Ia berharap rumah tangga yang dibangun bersama El dipenuhi kebahagiaan, cinta, dan keberkahan hingga akhir hayat. “Menjadi pernikahan yang membahagiakan buat kita semua,” ujar Syifa. Ia juga berharap kelak dapat menjadi orang tua yang baik dan pasangan yang saling mendukung. “Semoga menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak nanti, menjadi pasangan yang baik untuk satu sama lain, dan cintanya terjaga sampai di surga,” tutup Syifa.












