JAKARTA,
Keputusan untuk beralih ke mobil listrik tidak datang secara tiba-tiba bagi Yovan Siswoyo. Selama bertahun-tahun menggunakan kendaraan berbahan bakar diesel, terutama Toyota Fortuner, ia sempat ragu untuk beralih ke kendaraan listrik. Terlebih, ia sering melakukan perjalanan jauh bersama keluarga, termasuk mudik ke Jawa Timur. Kekhawatiran terhadap jarak tempuh dan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu hambatan utamanya. Namun, seiring dengan semakin banyaknya mobil elektrifikasi yang masuk ke pasar, Yovan mulai tertarik untuk mencoba. Pengalaman menggunakan mobil hybrid serta melihat langsung berbagai model EV di pusat perbelanjaan perlahan mengubah pandangan pria ini.
“Pas lihat-lihat, kok mobil listrik sekarang interiornya mewah dan fiturnya lengkap,” ujarnya. Ketertarikannya semakin kuat setelah rutin mengikuti ulasan otomotif di media sosial.
Dimulai dari Test Drive
Dari berbagai referensi tersebut, Aion V mulai masuk dalam daftar incaran, terutama karena jarak tempuh yang panjang dan fitur keselamatan. Meski begitu, Yovan mengaku tidak langsung yakin. Ia hanya bersepakat dengan sang istri untuk melakukan test drive tanpa rencana membeli. “Saya sama istri awalnya cuma mau coba. Takutnya kayak pengalaman sebelumnya, habis test drive langsung beli,” katanya.
Setelah membawa pulang Aion V, mobil ini langsung menjadi kendaraan utama keluarga. Dalam waktu lebih dari setengah tahun, jarak tempuh sudah mendekati 9.000 kilometer. Mobil ini juga sempat digunakan dalam perjalanan jauh, yakni Jakarta-Surabaya bersama keluarga. Selama perjalanan, Yovan mengaku konsumsi daya terasa lebih besar dari perkiraan. “Waktu itu benar-benar dites. Orang dan barang penuh semua. Mungkin karena perjalanan kebanyakan di jalan tol, jadi konsumsi-nya sedikit lebih boros daripada saya pakai di perkotaan (harian),” katanya.
Ia melakukan pengisian ulang di kawasan Semarang, Jawa Tengah, selama sekitar satu jam. Setelah itu, perjalanan kembali dilanjutkan dengan satu kali pengisian tambahan sebelum tiba di tujuan.
Klaim Jarak Tempuh
Dalam perjalanan tersebut, Yovan menyadari bahwa jarak tempuh di kondisi nyata tidak selalu sesuai klaim pabrikan, terutama saat mobil membawa beban berat. “Harusnya bisa lebih jauh, tapi waktu itu sampai Semarang sisa baterainya sudah cukup turun,” ujarnya. Menurutnya, menggunakan mobil listrik untuk perjalanan jauh menuntut perencanaan yang matang. Pengemudi harus memperhitungkan rute, lokasi pengisian daya, dan kondisi baterai sejak awal. “Jadi memang harus lebih terencana. Kita sudah tahu kapan harus berhenti,” ujarnya.
Meski cocok untuk perjalanan yang direncanakan, ia mengakui mobil listrik kurang ideal untuk kondisi darurat. “Kalau lagi buru-buru atau ada keperluan mendadak, agak repot,” katanya.
Seiring Waktu, Aion V Semakin Sering Digunakan
Seiring waktu, Aion V semakin sering digunakan. Fortuner dan mobil lain di rumah kini lebih jarang keluar. Ia juga mulai terbiasa dengan konsep interior digital tanpa banyak tombol fisik. Pada awal pemakaian, ia sempat merasa kagok karena hampir semua pengaturan dilakukan lewat layar sentuh. “Awalnya bingung, tapi lama-lama terbiasa karena sekarang lebih sering pakai ini daripada mobil lain,” katanya.
Begitu pula dengan posisi tuas transmisi di kolom kemudi yang sempat membuatnya salah operasi di awal pemakaian. Dari sisi kenyamanan, Yovan menilai Aion V cukup memuaskan untuk perjalanan jauh. Suspensinya terasa empuk, meski menurut sebagian pengguna lain terlalu lembut di bagian belakang. “Anak saya nggak mabuk walau duduk di belakang,” katanya.
Salah satu fitur yang paling sering dimanfaatkan adalah kulkas mini di kabin. Fitur ini digunakan untuk menjaga minuman tetap dingin selama perjalanan jauh. “Kalau perjalanan lama, ini kepake banget,” ujarnya.
Setelah lebih dari setengah tahun menggunakan Aion V, Yovan mengaku pengalamannya menggunakan mobil listrik semakin matang. Meski masih ada keterbatasan, ia merasa sudah menemukan pola berkendara yang sesuai.
Sebagai informasi, Aion Indonesia, mitra Indomobil Group, resmi meluncurkan Aion V pada Gaikindo Jakarta Auto Week 2024 (GJAW) di ICE BSD. Mobil ini mengusung desain terinspirasi Tyrannosaurus Rex, dengan dimensi panjang 4.605 mm, lebar 1.854 mm, tinggi 1.686 mm, serta jarak sumbu roda 2.755 mm. Menggunakan platform Aion Exclusive Electric Platform, Aion V dibekali baterai 75,3 kWh dan motor listrik berdaya 150 kW. Klaim pabrikan, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 602 kilometer dalam sekali pengisian penuh. “Mungkin ini hanya perasaan saya ya, tetapi setelah pakai mobil listrik meski harus sedikit adaptasi di fase awal, sekarang jadi tidak begitu tertarik memakai mobil konvensional,” ucap dia.












