Modifikasi Cuaca dengan Kapur Tohor untuk Menunda Hujan
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melakukan modifikasi cuaca menggunakan kapur tohor atau kalsium oksida (CaO) untuk menunda hujan di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Tujuan utamanya adalah memastikan proses evakuasi korban longsor berjalan lancar dan aman.
Longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari menewaskan setidaknya 22 orang, mengubur 30 rumah, serta menyebabkan ratusan warga mengungsi. Dalam dua hari sejak kejadian, petugas terus berupaya mencari korban yang masih hilang sementara kondisi cuaca tetap hujan deras. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Jabar bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan modifikasi cuaca.
Cara Kerja Kapur Tohor dalam Modifikasi Cuaca
Kapur tohor digunakan karena memiliki sifat panas saat bereaksi dengan uap air. Reaksi kimia ini menghasilkan kalor yang meningkatkan suhu di dalam awan dan mengganggu kestabilan atmosfer. Akibatnya, pertumbuhan awan hujan terganggu atau bahkan pecah, sehingga hujan tidak jadi turun di area yang dilindungi.
Direktur Operasi dan Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo menjelaskan bahwa metode ini termasuk salah satu dari dua teknik utama yang digunakan dalam operasi tersebut. “Jika awan tumbuh di wilayah daratan, maka dilakukan upaya mengganggu pertumbuhan awan dengan bahan semai kapur tohor atau CaO,” ujar Budi.
Manfaat Lain dari Kapur Tohor
Selain mencegah hujan, kapur tohor juga efektif dalam mengurai kabut asap dan meningkatkan pH kesuburan lahan gambut yang terdampak. Contohnya, pada kebakaran hutan (karhutla) di Kalimantan pada 2019 lalu, metode penyemaian kapur tohor digunakan untuk mengatasi kabut asap.
Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT Tri Handoko Seto menjelaskan bahwa penaburan kapur tohor membantu mengurangi konsentrasi asap, sehingga radiasi matahari bisa menembus permukaan bumi. Hal ini mempercepat proses penguapan dan membantu pembentukan awan. Setelah itu, garam (NaCl) digunakan untuk menyemai awan dan menghasilkan hujan buatan.

Keuntungan bagi Lahan Gambut
Menurut Seto, kapur tohor juga memberikan manfaat tambahan yakni meningkatkan pH lahan gambut. “Kapur tohor yang jatuh ke lahan gambut bersama hujan akan meningkatkan Ph gambut. Malah membuat lahan gambut itu semakin bagus,” ungkapnya.
Kesimpulan
Modifikasi cuaca dengan kapur tohor menjadi solusi efektif dalam situasi darurat seperti longsor dan karhutla. Selain mencegah hujan dan mengurai kabut asap, metode ini juga membantu meningkatkan kualitas tanah. Penggunaannya yang berbasis ilmu pengetahuan menunjukkan pentingnya pendekatan teknis dalam penanggulangan bencana.












