PEKANBARU –
Mantra tidak hanya sekadar kata-kata biasa, tetapi merupakan bentuk penyampaian spiritual yang dipercaya memiliki kekuatan untuk memengaruui realitas. Dalam berbagai tradisi dan agama, mantra digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan tertentu, baik itu perlindungan, penyembuhan, maupun pengaruh spiritual lainnya.
Arti Kata Mantra atau Mantra Artinya
Secara bahasa, istilah mantra merujuk pada susunan kata yang memiliki irama dan rima, dianggap mengandung kekuatan gaib. Dalam konteks keagamaan, mantra sering kali digunakan sebagai doa atau ucapan yang dipercaya dapat memperkuat keyakinan dan memberikan perlindungan.
Di Minangkabau, istilah ini juga dikenal dengan sebutan manto, jampi-jampi, sapo-sapo, kato pusako, atau capak baruak. Mantra dalam budaya tersebut sering digunakan dalam berbagai acara dan ritual masyarakat.
Jenis-Jenis Mantra
Jenis-jenis mantra sangat beragam, tergantung pada tujuan, tradisi, atau agama yang dianut. Berikut beberapa jenis utama:
- Berdasarkan Tujuan
- Mantra Perlindungan: Untuk melindungi diri dari gangguan spiritual atau energi negatif.
- Mantra Penyembuhan: Bertujuan untuk menyembuhkan sakit fisik atau emosional.
- Mantra Kekayaan: Digunakan untuk menarik keberuntungan dan kemakmuran.
- Mantra Cinta: Meningkatkan daya tarik dan memperkuat hubungan.
- Mantra Pengasihan: Menghadirkan ketertarikan dari orang lain.
- Mantra Keberanian: Meningkatkan rasa percaya diri dan mengatasi rasa takut.
-
Mantra Kebijaksanaan: Meningkatkan pemahaman dan intuisi.
-
Berdasarkan Tradisi atau Agama
- Mantra Hindu: Contohnya Gayatri Mantra, Om Mani Padme Hum, dan mantra untuk dewa-dewi seperti Ganesha, Lakshmi, dan Saraswati.
- Mantra Buddha: Termasuk Metta Mantra dan mantra untuk Buddha seperti Amitabha dan Tara.
-
Mantra Jawa: Meliputi ajian, japa mantra, dan mantra dalam tradisi lokal.
-
Berdasarkan Bentuk
- Mantra Pendek (Bija Mantra): Misalnya, Om, Aim, Hrim.
- Mantra Panjang: Kalimat atau bait yang lebih panjang, sering kali berisi pujian atau permohonan.
Contoh Mantra Hindu
Beberapa contoh mantra Hindu antara lain:
– Mantra Ganesha: “Om Gam Ganapataye Namaha” (Sujud kepada Ganesha, Sang Penghilang Rintangan).
– Mantra Lakshmi: “Om Shreem Mahalakshmyai Namaha” (Sujud kepada Lakshmi, Dewi Kemakmuran).
– Mantra Saraswati: “Om Aim Saraswatyai Namaha” (Sujud kepada Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan dan Seni).
– Mantra Shiva: “Om Namah Shivaya” (Sujud kepada Shiva).
Contoh Mantra Buddha
Beberapa contoh mantra Buddha antara lain:
– Mantra Tara: “Om Tare Tuttare Ture Soha”.
– Mantra Amitabha: “Om Ami Dewa Hrih”.
– Mantra Manjushri: “Om Ah Ra Pa Tsa Na Dhih”.
Contoh Mantra Jawa
Contoh-contoh mantra Jawa meliputi:
– “Hong wilaheng sekaring bawana langgeng, jaya sampurna” (Semoga selamat sejahtera alam semesta selamanya, jaya sempurna).
– “Ingsun matek ajiku si brajamusti, sakehing braja dadi banyu” (Aku mengucapkan ilmuku si brajamusti, semua senjata menjadi air).
– “Asih, asih, asih, si jabang bayi [nama orang yang dituju] teka welas, teka asih marang aku” (Asih, asih, asih, si bayi [nama orang yang dituju] datang welas, datang asih kepadaku).
50 Contoh Mantra
Berikut adalah beberapa contoh mantra dari berbagai daerah dan tradisi:
-
Mantra Pengasihan:
“Sun matek ajiku si Semar Mesem, Mesemku kanggo sarining wulan, Kang adhep asih, kang nyawang gandrung, Teko welas, teko asih, Saking kersaning Allah.” -
Mantra Keselamatan (Perlindungan):
“Bismillahirrohmanirrohim, Hong ilaheng, sekaring bawono langgeng, Sirrullah, sifatullah, wujudullah, Laa ilaha illallah Muhammadurrasulullah.” -
Mantra Sakit Perut:
“Bismillahirrahmanirrahim, Hai angin, hai taufan, Keluar engkau dari perutku, Jangan engkau membuat sakit, Berkat La Ilaha Illallah.” -
Mantra Luka dari Minangkabau:
“Bismillahirrahmanirrahim, Ulek-ulek patah tulang, Sambung balik dek Sang Kuaso, Pulih si badan dek karano Allah.” -
Mantra Pengusir Makhluk Halus:
“Sihir lontar pinang lontar, Terletak di ujung bumi, Setan buta jembalang buta, Aku sapa tidak berbunyi.” -
Di bawah sinar rembulan purnama,
Kuucapkan harapan dan doa.
Semoga cinta datang mendekat,
Hidupku bahagia, penuh makna dan selamat. -
Mantra Pengusir Jin:
“Pulanglah engkau kepada rimba sekampung, Pulanglah engkau kepada rimba yang besar, Pulanglah engkau kepada gaung guntung, Pulanglah engkau kepada sungai yang tiada berhulu.” -
Mantra Berburu Rusa:
“Sirih lontar pinang lontar, Terletak di ujung muara, Hantu buta jembalang buta, Aku angkat jembalang rusa.” -
Contoh Mantra Menidurkan Anak:
“Pok ami-ami, belalang kupu-kupu, Siang makan nasi, kalau malam minum susu.” -
Contoh Mantra Pendek Bahasa Sunda:
“Sangkut-sangkut jawil-menjawil, Burung lelaki mengait kail, Plung griwil, plung griwil, plung griwil.”












