Profil dan Biodata Friderica Widyasari Dewi (Kiki)
Friderica Widyasari Dewi, yang akrab disapa Kiki, adalah seorang tokoh penting di sektor keuangan Indonesia. Ia lahir pada 28 November 1975 di Cepu, Jawa Tengah. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 31 Januari 2026. Posisinya menggantikan Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara yang sebelumnya mengundurkan diri.
Penunjukan Kiki sebagai Pejabat Pengganti Anggota Dewan Komisioner (ADK) dilakukan setelah para petinggi Dewan Komisioner OJK mundur. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan serta perlindungan konsumen dan masyarakat. Penetapan tersebut dilakukan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta pada Sabtu (31/1/2026).
Dalam rapat tersebut, Kiki Widyasari, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Selain itu, Hasan Fawzi, yang menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto, ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon.
Profil dan Biodata Kiki Widyasari
Sebelum beralih ke sektor keuangan, Kiki pernah berkecimpung di dunia hiburan sebagai aktris. Ia pernah meraih gelar Diajeng Yogyakarta 1994 dan Putri Ayu Yogyakarta 1995. Debutnya di dunia perfilman terjadi pada pertengahan tahun 1990-an, dengan membintangi beberapa sinetron seperti Angling Darma, Panji Manusia Milenium, dan Doaku Harapanku.
Setelah lulus dengan gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2001, Kiki mulai berkarier di sektor Pasar Modal Indonesia. Ia melanjutkan studi dan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University, Fresno, Amerika Serikat, pada tahun 2004. Selanjutnya, ia meraih gelar Doktor (Ph.D.) dari UGM pada tahun 2019 dengan predikat cum laude.
Istri dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Eddy Hartono ini juga menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (Kafegama). Pada tahun 2008, ia pernah menjadi Staf Khusus Menteri Keuangan RI.
Karier Kiki di sektor keuangan dimulai sejak 2005 di Bursa Efek Indonesia (BEI), di mana ia menjadi Direktur Pengembangan Pasar hingga 2015. Ia kemudian pindah ke PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015-2016, lalu menjadi Direktur Utama KSEI dari 2016-2019. Setelah itu, ia menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas dari 2020-2022.
Pada 2022, Kiki menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK. Sejak 2026, ia menjabat sebagai Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK.
Karier Lengkap Friderica Widyasari Dewi
Berikut adalah rangkuman karier lengkap Kiki Widyasari:
- Dosen di Universitas Trilogi (STEKPI) (2004 – 2004)
- Asisten Dosen di California State University (2004 – 2004)
- Dosen di Universitas Atma Jaya (2005 – 2005)
- Dosen di Universitas Indonesia (2005 – 2005)
- Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2008)
- Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan (2006-2008)
- Sekretaris Perusahaan BEI (2008 – 2009)
- Direktur Pengembangan BEI (2009 – 2015)
- Direktur KSEI (2015 – 2019)
- Direktur Utama KSEI (2019 – 2020)
- Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020-2022)
- Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK (2022 – 2027)
- Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (2026- sekarang)

Harta Kekayaan Friderica Widyasari Dewi
Dalam Laporan Harta Kekayaan Pegawai Negeri Sipil (LHKPN) yang disampaikan pada 21 Februari 2024, Friderica Widyasari Dewi memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 81,5 miliar. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan harta kekayaan suaminya yang hanya sebesar Rp 3,1 miliar.
Harta kekayaan Kiki terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 79 miliar, satu unit mobil Mercedes-Benz bernilai Rp 700 juta, serta harta bergerak lainnya dan kas serta setara kas masing-masing sebesar Rp 1,8 miliar dan Rp 1,87 miliar. Namun, ia juga memiliki utang sebesar Rp 2,4 miliar yang mengurangi total harta kekayaannya.
Berikut rincian nilai harta kekayaan Friderica Widyasari Dewi:
A. Tanah dan Bangunan: Rp79.550.000.000
B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp 700.000.000
C. Harta Bergerak Lainnya: Rp1.805.000.000
D. Kas dan Setara Kas: Rp1.870.141.325
E. Sub Total: Rp83.925.141.325
F. Utang: Rp2.400.000.000
G. Total Nilai Harta Kekayaan: Rp81.525.141.325
Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."












