Enrico, Adik Denada, Bicara Kondisi Kakak Saat Bahas Ayah Biologis Ressa: Sakit Hati Luar Biasa

Penjelasan Enrico Tambunan tentang Ressa dan Konflik Keluarga Denada

Enrico Tambunan, adik dari penyanyi Denada, baru-baru ini mengungkapkan bahwa ia tidak mengetahui bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandung dari kakaknya selama satu tahun terakhir. Ia menyatakan bahwa setiap kali topik ayah biologis Ressa dibahas, kondisi psikis Denada terguncang secara signifikan.

Menurut Enrico, Denada juga menjadi korban dari tindakan laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Ia meminta Ratih Puspita Dewi, tante sekaligus ibu asuh Ressa, untuk mengejar ayah biologis Ressa. Dalam postingan Instagram pribadinya, Enrico mengungkapkan bahwa ia hanya mengetahui fakta tersebut setelah mendengar pengakuan dari bibinya, Ratih.

“Jadi saya tidak tahu bahwa Ressa adalah anak Mba Dena pada waktu itu, mungkin karena saya tidak tinggal di Indonesia, kalau pun saya ke Indo saya tinggal di rumah papah, keluarga papa tidak ada yang tahu juga,” jelas Enrico.

Akses Komunikasi Terputus

Hingga saat ini, Enrico tidak bisa lagi berkomunikasi dengan tante Ratih karena akses sudah diputus. Ia mencoba berbicara kepada Ratih sebelum berita ini menjadi besar, tetapi tidak berhasil. “Saya berusaha berbicara kepada tante Ratih, tapi saya tidak dibaca WhatsApp-nya, tidak diangkat teleponnya, jadi saya tidak bisa berkomunikasi lagi,” katanya.

Enrico juga menyatakan bahwa Ratih enggan memberitahukan identitas ayah biologis Ressa. “Juni 2025 saya baru dijelaskan sama tante. Waktu itu dia tidak mau menjelaskan lagi,” tambahnya.

Kondisi Psikis Denada

Setiap kali topik ayah biologis Ressa diangkat, kondisi psikis Denada sangat terguncang. “Tapi setiap kali saya mencoba membawa omongan itu ke kakak saya, kakak saya sangat amat sedih langsung. Seperti orang yang PTSD, langsung seperti orang yang mukanya sedih, campur marah, gak mau omongin,” ujarnya.

Enrico juga mengungkapkan bahwa meskipun ia memiliki dugaan terkait siapa pria yang dekat dengan kakaknya saat itu, ia tidak mengetahui identitas pastinya karena posisinya yang sedang berada di luar negeri pada masa itu. “Saya bisa mungkin meraba-raba kira-kira siapa orangnya, antara yang mana dengan yang mana. Tapi kan tentunya saya tidak tahu secara pasti, karena saya tidak di Indonesia,” jelasnya.

Adik Bela Denada

Menurut Enrico, Denada juga merupakan korban karena ditinggalkan oleh laki-laki yang tidak mau bertanggung jawab. “Sekarang sudah kakak saya ditinggalin, kakak saya harus menanggung beban yang luar biasa, dan sekarang dijatuhkan lagi, bukan malah dilindungi,” katanya.

Ia mendesak Ratih untuk mengejar ayah biologis Ressa. “Kalau tante tahu laki-lakinya siapa, harusnya yang diserang laki-laki itu, dan keponakan justru dilindungi,” tegas Enrico.

Denada Akui Ressa Anak Kandungnya

Denada akhirnya mengakui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya setelah 24 tahun bungkam. Lewat video yang diunggah di akun Instagram miliknya, Denada menyampaikan permohonan maaf kepada Ressa karena selama ini tidak hidup bersamanya. “Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandung saya,” kata Denada.

Denada menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Ressa karena tidak bisa membersamainya sejak masih bayi. Ia mengungkapkan kondisi psikisnya saat itu tidak memungkinkan untuk menjalani peran sebagai seorang ibu. “Dan saya betul-betul minta maaf kepada Resa karena Resa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” katanya.

Ressa Tutup Pintu Damai

Seiring dengan gagalnya proses mediasi yang telah berlangsung empat kali tanpa satu kali pun kehadiran Denada, pihak Ressa menyatakan menutup pintu damai. Meski dalam momen tersebut, kuasa hukum Denada membenarkan Ressa adalah anak Denada dan menyatakan bahwa perempuan kelahiran 19 Desember 1978 tersebut tak pernah tak mengakui Ressa.

“Sekarang pintu saya terbuka untuk bermain di ranah persidangan, yang kita harus fight. Kalau fight, ada yang jatuh ada yang tidak. Karena mereka inisiasinya seperti itu, ya monggo,” tegas Ronald.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?