Desain yang Unik dan Nyentrik
Chery J6T dikenal sebagai produk SUV listrik yang memiliki desain yang sangat berbeda dibandingkan kebanyakan mobil listrik di kelasnya. Alih-alih mengusung desain membulat dan aerodinamis, J6T justru tampil dengan bodi boxy yang tegas, mengotak, dan penuh sudut. Pendekatan ini membuat Chery J6T tampil mencolok, dengan kesan tangguh yang langsung terasa secara visual.
Dari segi tampilan, J6T diakui oleh Trybowo Laksono langsung mencuri perhatian. Desain boxy dengan garis bodi tegas dari depan hingga belakang memberi kesan kokoh sekaligus fungsional. Pendekatan ini terasa kontras dengan tren SUV listrik yang cenderung bermain aman secara visual.
Proporsi bodi yang tegak dipadukan dengan over fender besar serta ground clearance 225 mm membuat mobil terlihat siap menghadapi kondisi jalan yang lebih beragam. Detail eksterior seperti bumper dengan sentuhan hitam doff dan glossy, serta desain lampu yang sederhana namun berkarakter, memperkuat kesan tersebut.

Sensasi Berkendara yang Menyenangkan
Masuk ke balik kemudi, karakter berkendara J6T mulai terasa. SUV listrik ini dibekali sistem penggerak empat roda berbasis dua motor listrik yang bekerja adaptif menyesuaikan kondisi jalan. Sejak awal dijalankan, responsnya terasa halus, dengan dorongan tenaga yang muncul tanpa hentakan.
“Dari pertama jalan, mobil ini terasa tenang. Tidak agresif, tapi jelas siap dipakai di banyak situasi,” ujar Trybowo. Secara teknis, Chery J6T mengandalkan tenaga gabungan 279 PS dan torsi 385 Nm. Angka tersebut terasa relevan saat mobil diajak melaju di jalan terbuka.
Akselerasi dari kecepatan rendah hingga menengah berlangsung mulus, tanpa membuat pengemudi harus banyak menyesuaikan input pedal. “Tenaganya ada, tapi tidak bikin kaget. Ini tipe mobil yang enak dipakai lama,” ujar Trybowo. Ketika memasuki ruas jalan yang lebih lengang, Trybowo mencoba menginjak pedal akselerator lebih dalam.
Hasilnya, mobil melesat dengan percaya diri, sejalan dengan klaim akselerasi nol hingga 100 kilometer per jam dalam enam koma lima detik. “Dorongan torsi sejak awal membuat akselerasi terasa lebih ringan dan natural, proses berakselerasi terasa ringan dan tidak dipaksakan,” ungkapnya.

Kenyamanan Berkendara yang Menonjol
Kenyamanan berkendara menjadi karakter lain yang menonjol. Suspensi depan MacPherson strut dipadukan suspensi belakang multi-link dengan desain H-arm, yang membantu menjaga kestabilan bodi saat melintasi jalan rusak maupun saat bermanuver. Saat melintasi jalan berlubang atau polisi tidur, ayunan bodi terasa terkontrol dan tetap nyaman bagi penumpang.
“Suspensinya empuk. Penumpang ikut nyaman, tidak terasa capek meski jalan tidak mulus,” kata Trybowo. Meski berpostur tinggi, stabilitas mobil tetap terjaga. Saat bermanuver, karakter bodinya masih terasa wajar dan mudah dikendalikan, sesuai dengan postur sebuah SUV.
Menurut Trybowo, karakter ini membuat J6T terasa familiar, termasuk bagi pengemudi yang baru beralih ke mobil listrik.
Kesan Penggerak Empat Roda
Pengujian berlanjut ke jalur tanah yang licin setelah diguyur hujan. Dalam kondisi ini, sistem penggerak empat roda dan pilihan mode berkendara mulai menunjukkan perannya. “Di jalan tanah yang licin, mobil ini masih bisa diajak jalan santai. Tinggal atur gas dan kemudi,” ujar Trybowo.
Chery J6T dibekali delapan mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi permukaan jalan, termasuk mode Muddy. Mode Muddy membantu menjaga distribusi tenaga agar roda tidak mudah kehilangan cengkeraman. Meski masih menggunakan ban standar, Trybowo mengaku mobil tetap bisa melaju tanpa drama berarti.
“Selama gasnya halus, traksinya masih dapet dan mobil bisa jalan terus,” katanya. Untuk pemakaian di medan ekstrem seperti area dengan genangan air, Chery J6T tergolong cukup siap karena dibekali kemampuan water wading hingga 625 mm.
Artinya, mobil ini dirancang mampu melintasi genangan air yang cukup tinggi dengan aman, serta didukung juga oleh ground clearance yang tinggi serta proteksi komponen kelistrikan atau baterai yang dibuat lebih tahan terhadap air.
Performa Baterai Listrik yang Mengesankan
Dari sisi jarak tempuh, Chery J6T dibekali baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 69,7 kWh. Dalam kondisi ideal, jarak tempuhnya diklaim bisa menembus lebih dari 400 kilometer, cocok untuk penggunaan jarak jauh. “Pengisian cepat dari 30 hingga 80 persen dalam kurun waktu 25 menit,” papar Trybowo.
Fitur Vehicle to Load berdaya 3.300 watt turut mendukung karakter J6T sebagai SUV listrik yang menyasar pengguna dengan gaya hidup aktif. Secara keseluruhan, Trybowo menyimpulkan bahwa Chery J6T menawarkan paket yang seimbang.
Desain boxy tidak hanya dinilai unik, performanya juga dinilai sukses menunjukkan bahwa SUV listrik ini juga dirancang untuk digunakan sehari-hari dengan nyaman, sekaligus siap diajak keluar jalur ringan. “Ini mobil listrik yang tidak cuma enak dilihat, tapi juga enak dipakai. Karakternya tenang, nyaman, dan serbaguna,” tutup Trybowo.












