Kakek 70 Tahun Meninggal Saat Mengurus Administrasi
Seorang kakek bernama Nunt Jk Isa (70) meninggal dunia setelah mengantre berjam-jam untuk mengurus administrasi perpindahan domisili dari Kota Makassar ke Kabupaten Gowa. Kejadian ini terjadi pada Selasa (3/2/2026) di kantor Dinas Pencatatan Sipil (Capil), Mal Pelayanan Publik (MPP), Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Nunt ditemukan meninggal di lapangan parkir Mal Pelayanan Publik pada pukul 16.20 WITA. Ia tiba di lokasi sekitar pukul 14.16 WITA dan sempat menunggu dalam antrean. Menurut hasil penyelidikan polisi, korban memiliki riwayat hipertensi dan jatuh saat menuruni tangga di tempat parkir. Korban kemudian dievakuasi ke musala yang ada di basement gedung, tetapi nyawanya tidak tertolong karena tidak ada sarana medis di lokasi kejadian.
Setelah itu, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri Makassar sebelum akhirnya dievakuasi ke rumah duka di Jalan Muhajirin 3, Kelurahan Mallengkeri, Kecamatan Tamalate, Makassar.
Kepala Dinas Pencatatan Sipil Kabupaten Gowa, Edy Sucipto, menyatakan bahwa pelayanan di kantor tersebut telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Ia membantah bahwa Nunt mengantre dalam waktu yang lama. Namun, ia mengakui bahwa Nunt sempat diminta pulang ke rumah untuk mengambil kartu keluarga (KK) dan kembali mengikuti proses pelayanan.
“Korban sendiri yang ngotot mau pulang ke rumahnya untuk ambil Kartu Keluarga,” kata Edy Sucipto. “Padahal sudah dilarang oleh pegawai dan pegawai kami menyarankan agar kartu keluarga tersebut difoto saja.”
Menurut Edy, pegawai yang melayani sempat melarang Nunt untuk pulang dan meminta agar KK cukup difoto. Namun, Nunt memilih untuk pulang.
Keluhan Warga Terhadap Pelayanan di Mal Pelayanan Publik
Pelayanan di Dinas Capil Gowa selama ini memang dikeluhkan sejumlah warga yang mengurus administrasi. Salah satu warga Kecamatan Sungguminasa, Amri, mengaku pernah mengurus dokumen kependudukan di Mal Pelayanan Publik. Menurutnya, pelayanan di tempat tersebut membutuhkan antrean yang panjang.
“Saya dulu pernah urus yang begini-begini dan memang lama antre,” kata Amri. “Mana lagi pegawainya yang jutek-jutek sambil main game di ponselnya,” keluh dia.
Selain pelayanan yang lamban, warga juga mengeluhkan ketiadaan fasilitas medis. Padahal tempat tersebut kerap didatangi ratusan bahkan ribuan warga setiap harinya.
Inspeksi Mendadak oleh Wali Kota Palembang
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk mengecek langsung kinerja jajarannya hingga di tingkat bawah dalam memberikan layanan publik ke masyarakat. Aksinya ini terlihat di video yang dibagikan Ratu Dewa di akun Instagram pribadinya.
Dalam sidak tersebut, Ratu Dewa mengunjungi Kantor Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, dan Kantor Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning. Di Kantor Kelurahan Talang Betutu, kondisi nyaris kosong. Ia tidak menemukan pejabat yang ada di kantor kelurahan, termasuk Kepala Kelurahan atau Sekretaris Kelurahan. Hanya ada pekerja PPPK dan PKS yang terkejut didatangi Wali Kota Palembang.
Ratu Dewa juga sempat mengecek beberapa ruangan yang ada di kantor Kelurahan tersebut. Mulai dari tempat pelayanan masyarakat, kamar mandi/toilet, hingga tempat masak yang terlihat kondisinya sedikit crowded dan rawan akan kebakaran. Ia pun terlihat berbincang dengan masyarakat yang hendak mengurus administrasi untuk kebutuhan anaknya yang hendak mendaftar kuliah.
Namun, karena tidak ada pejabat Kelurahan, membuat ibu-ibu harus menunggu. Mendengar hal itu, Ratu Dewa menjadi geram dan meminta staf Kelurahan untuk menghubungi pejabat Kelurahan yang sedang di luar.
“Pak Seklur (Sekretaris Lurah) lagi di mana?” tanya Dewa. Pertanyaannya langsung dijawab oleh penerima telepon yang saat itu sedang berada di lapangan bersama pejabat lainnya.
“Ngapo pegi galo, Pak Lurah, Seklur, pegi galo? Cek ke lapangan dak juga seluruhnya ke lapangan, siko bae (satu saja).”
“Ini kan ada orang nah berurusan, penting ini kamu tinggalkan, tidak seluruhnya pejabat di sini pegi galo (semua).”
“Hanya ngandalkan PPPK dan PKS di sini uwong berurusan. Balek kau cepat,” ucap Dewa kesal pada raut mukanya.
Pelayanan di Kantor Kelurahan Pahlawan
Hal berbeda terjadi saat Dewa melakukan sidak di Kantor Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, dalam video yang sama. Saat itu, Dewa mendapatkan petugas yang standby di tempat. Sejumlah pegawai juga sempat terkejut awalnya akan kehadiran atasannya tersebut.
Dari situ, ia melihat absensi pegawai Kelurahan, di mana terdapat pegawai berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak lima orang, tapi satu izin karena sakit. Dewa juga sempat berkeliling di sejumlah ruangan yang ada, dan menyoroti sejumlah data yang dipajang di Kelurahan, termasuk foto dirinya yang masih berstatus Sekda (Sekretaris Daerah).
Seketika Dewa meminta foto tersebut untuk diturunkan secara tegas, dengan sedikit guyonan. Menurutnya, pelayanan di Kantor Kelurahan Pahlawan sudah cukup bagus.
“Foto lama, turunkan (masih Sekda), aku lah Wali Kota, dan kesimpulan di dalam (Kelurahan Pahlawan) bagus,” pungkas Dewa.












