Kisah Perayaan HUT ke-18 Partai Gerindra



Partai Gerindra, kendaraan politik Presiden Prabowo Subianto, genap berusia 18 tahun pada Jumat, 6 Februari 2026. Pada malam hari, para petinggi partai berkumpul di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Para kader tiba sejak pukul 18.00 WIB. Di antara mereka terdapat Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono mengatakan acara ini hanya dihadiri oleh kader internal partai. Ia menekankan bahwa tidak ada tokoh dari partai lain yang turut hadir. “Gerindra saja,” ujar Sugiono.

Perayaan HUT ke-18 tersebut diadakan secara sederhana. Menurut Sugiono, alasan utama adalah karena masih banyak daerah yang sedang dalam masa pemulihan pasca-bencana. “Kami membuat acara yang sederhana dan simpel,” kata dia.

Kapasitas tamu di rumah Prabowo terbatas, namun banyak kader yang hadir karena sedang berada di Jakarta. Para tamu harus melewati alat pendeteksi logam sebelum masuk ke dalam rumah.

Prabowo, yang sebelumnya berada di Istana Kepresidenan untuk menerima kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, tiba sekitar 10 menit kemudian. Saat tiba, sejumlah kader Gerindra menyanyikan Mars Pandu Bangsa.

Selain perayaan di kediaman Prabowo, ulang tahun Partai Gerindra juga dirayakan oleh kader-kadernya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, pada Jumat siang. Acara dihadiri oleh beberapa tokoh partai seperti Ketua Fraksi Partai Gerindra Gerardus Budisatrio Djiwandono, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono, dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Acara dimulai sekitar pukul 14.45 WIB. Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars Gerindra, Budi Djiwandono memberikan sambutan pembuka. Ia menjelaskan bahwa acara kali ini diadakan secara sederhana karena masih banyak saudara-saudara se-Tanah Air yang sedang mengalami musibah.

Menurut Budi, perayaan ini bukan hanya momen perayaan semata, tetapi juga menjadi kesempatan untuk refleksi, konsolidasi, dan penguatan komitmen partai terhadap rakyat.

Selain Budi, Sufmi Dasco Ahmad juga memberikan sambutan. Ia berharap partai bisa bertahan hingga 1.000 tahun mendatang. “Kami ingin Gerindra hidup 1.000 tahun lagi,” ucap Dasco.

Ia menekankan bahwa kaderisasi berkelanjutan merupakan kunci keberhasilan partai. Dasco mengingatkan kader untuk tetap dekat dengan rakyat. “Kami bersama ingin Gerindra hidup 1.000 tahun lagi,” tambahnya.

Dalam acara yang sama, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani menutup sambutannya dengan mengajak kader melontarkan yel-yel ‘Prabowo presiden dua periode’.

Muzani mengapresiasi dukungan partai koalisi terhadap pemerintahan Prabowo. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada anggota DPR dari berbagai fraksi yang telah mendukung kebijakan pemerintah.

Ia berharap partai koalisi maupun fraksi di DPR terus mendukung kebijakan Prabowo. “Jika kita meyakini apa yang dilakukan Pak Prabowo bagus untuk Indonesia, teruskanlah,” ujar Muzani.

Setelah itu, Muzani mengajak para kader untuk menggemakan yel-yel. “Gerindra!” teriak Muzani.

“Menang!” jawab kader.

“Prabowo!”

“Presiden!”

“Presiden!”

“Dua periode!”

Prosesi ini diulangi beberapa kali hingga suasana penuh antusiasme tercipta.

Sultan Abdurrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?