Makna Penganugerahan Gelar (Dr. HC.) Megawati dalam Hubungan Indonesia-Saudi

Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa kepada Presiden Megawati Soekarnoputri

Pada 7 Februari 2026, Presiden Republik Indonesia Kelima, Ibu Hj. Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, akan menerima penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (H.C.) dari Universitas Princess Nourah Binti Abdulrahman (PNU), Riyadh, Kerajaan Arab Saudi. Penganugerahan ini memiliki makna yang sangat istimewa, karena universitas tersebut adalah satu-satunya universitas khusus wanita di Arab Saudi dan berada di salah satu negeri terpenting umat Islam.

Makna Penganugerahan Gelar bagi Hubungan Indonesia-Arab Saudi

Penganugerahan gelar ini tidak hanya simbolik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral antara Republik Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi. Di tengah kondisi global yang tidak menentu dan hegemoni Barat, khususnya AS, penganugerahan ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk menjaga hubungan yang saling menghormati dan berkelanjutan.

Beberapa poin penting dapat disimpulkan dari pemberian gelar ini:

1. Penguatan Hubungan Pendidikan

Hubungan pendidikan antara Indonesia dan Arab Saudi telah berlangsung selama ratusan tahun, dimulai dari jaringan keagamaan awal pada Abad ke-17 hingga Abad ke-19. Umat Muslim Indonesia pada masa itu tinggal di Mekah dan Madinah untuk belajar. Pada abad ke-20, pendirian sekolah formal di Mekah seperti Madrasah al-Shaulatiyah dan Sekolah Agama Indonesia di Mekah memberikan wadah untuk siswa Asia Tenggara.

Meskipun hubungan diplomatik modern dimulai sejak 1950, pertukaran pendidikan dan budaya sudah aktif sebelumnya. Salah satu tonggak penting adalah didirikannya Institut Studi Arab dan Islam (LIPIA) di Jakarta pada 1980, yang berafiliasi dengan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud di Riyadh.

Saat ini, jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Arab Saudi mencapai 2.226 orang (data 2024). Selain itu, terdapat Sekolah Indonesia di Jeddah (SIJ) untuk jenjang SD hingga SMA, serta Sekolah Haramain di Jakarta untuk putra-putri diplomat Arab Saudi dan ekspatriat.

2. Hubungan yang Berkelanjutan dan Saling Menghormati

Penganugerahan gelar ini merefleksikan hubungan yang berkelanjutan dan saling menghormati antara dua negara. Sejarah hubungan ini ditandai oleh kunjungan-kunjungan penting, seperti kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz ke Indonesia pada 2017, serta kunjungan Putra Mahkota dan Perdana Menteri Saudi (MBS) ke Bali dalam rangka KTT G-20.

Presiden Joko Widodo juga beberapa kali berkunjung ke Arab Saudi, sementara Presiden Prabowo Subianto telah melakukan kunjungan ke negara tersebut dalam kapasitasnya sebagai presiden.

3. Transformasi Pemberdayaan Perempuan di Arab Saudi

Penganugerahan gelar ini juga sejalan dengan transformasi pemberdayaan perempuan di Arab Saudi, yang digagas oleh Princess Nourah binti Abdulrahman Al Saud dan diperkuat oleh Putra Mahkota (MBS) melalui Visi 2030. Princess Nourah, kakak perempuan Raja Abdulaziz, merupakan tokoh penting dalam sejarah Arab Saudi modern.

Universitas Princess Nourah Binti Abdulrahman (PNU) di Riyadh, yang menjadi tempat penganugerahan gelar, adalah universitas wanita terbesar di dunia. Penganugerahan gelar ini menjadi penghargaan dari negeri dua kota suci kepada kaum perempuan Indonesia dan perempuan muslimah di dunia.

Orasi Ilmiah tentang Kepemimpinan Perempuan

Menurut rencana, Ibu Megawati Soekarnoputri akan menyampaikan orasi ilmiah di hadapan civitas akademika di PNU Riyadh dengan tema “Women’s leadership in state government”. Penganugerahan gelar ini bukan hanya simbol persahabatan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam pemerintahan dan kepemimpinan.

Penganugerahan gelar ini membuktikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Arab Saudi tidak hanya berbasis politik dan ekonomi, tetapi juga nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan kesetaraan gender. Dengan demikian, penganugerahan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ikatan antara dua negara yang memiliki sejarah panjang dan hubungan yang mendalam.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?