Irjen Marzuki Ali, Kapolda Aceh yang Tegas Namun Humanis

Peran Kapolda Aceh dalam Membangun Kepemimpinan Humanis

Sejak dilantik sebagai Kapolda Aceh pada 19 Agustus 2025, Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah menekankan kehadiran nyata aparat kepolisian di tengah masyarakat. Dengan konsep Polda Meutuah dan Green Policing, ia aktif turun ke lapangan, menangani bencana, serta memperkuat komunikasi terbuka dengan masyarakat.

Pendekatan humanis ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk ulama dan tokoh masyarakat, yang menilai bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan kepercayaan publik serta memperkuat sinergi antara Polri dan pemerintah daerah.

Terjun Langsung dalam Penanganan Bencana

Salah satu bukti nyata dari kepemimpinan Marzuki adalah keterlibatannya langsung dalam penanganan bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh. Personel kepolisian diterjunkan untuk membantu evakuasi warga, mengamankan distribusi logistik, serta menjaga stabilitas keamanan di kawasan terdampak. Hal ini menunjukkan komitmen Kapolda Aceh dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat saat dibutuhkan.

Apresiasi Ulama dan Penguatan Kearifan Lokal

Kepemimpinan Marzuki juga mendapat apresiasi dari Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. Faisal Ali. Ia menilai bahwa pendekatan yang digunakan oleh Kapolda Aceh selaras dengan nilai sosial-keislaman yang menjadi karakter masyarakat Aceh. Menurutnya, pendekatan yang mengedepankan dialog, perlindungan masyarakat, serta kepedulian sosial merupakan cerminan kepemimpinan yang bijaksana.

Ia juga mengusulkan agar pengenalan kearifan lokal dan keistimewaan Aceh diperkuat dalam pendidikan polisi baru di SPN Seulawah, termasuk keterlibatan ulama dalam memberikan tausiah kepada calon anggota Polri.

Komunikasi Terbuka Tingkatkan Kepercayaan Publik

Dalam upaya memperkuat kepercayaan publik, Polda Aceh memaksimalkan komunikasi terbuka melalui kanal digital dan media sosial untuk menyampaikan informasi serta imbauan kamtibmas. Langkah ini dinilai efektif mencegah kekosongan informasi sekaligus meminimalkan penyebaran kabar yang tidak terverifikasi.

Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Ratnalia Indriasari, menilai pola komunikasi yang terbuka dan responsif berkontribusi terhadap peningkatan persepsi positif masyarakat. Berdasarkan tren opini publik yang dikumpulkan, ada kecenderungan meningkatnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Aceh dalam beberapa bulan terakhir.

Peran di Dunia Pendidikan dan Generasi Muda

Di bidang pendidikan, Marzuki aktif menjadi narasumber kuliah umum dan forum akademik di sejumlah perguruan tinggi di Aceh, seperti Universitas Syiah Kuala (USK) dan Universitas Teuku Umar (UTU). Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat edukasi hukum, mendorong riset, serta membangun kesadaran generasi muda dalam menjaga stabilitas daerah.

Komitmen terhadap pemuda kembali ditegaskan saat memimpin upacara Hari Sumpah Pemuda ke-97 di Mapolda Aceh, Selasa (28/10/2025). Dalam amanatnya, ia menekankan pemuda sebagai penentu masa depan bangsa dengan karakter jujur, tangguh, dan berani menghadapi dinamika global.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah

Marzuki juga menekankan keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan preventif-edukatif. Penindakan terhadap peredaran narkotika dan kriminalitas dilakukan beriringan dengan kampanye kesadaran hukum di masyarakat. Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut baik kolaborasi yang semakin solid antara Pemerintah Aceh dan Polda Aceh. Ia menilai keamanan kondusif menjadi prasyarat penting bagi percepatan pembangunan.

Profil Irjen Marzuki Ali Basyah

Irjen Pol Marzuki Ali Basyah lahir di Tangse, Kabupaten Pidie, pada 20 Juni 1968. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Latar belakangnya sebagai putra daerah dianggap menjadi nilai plus karena ia memahami betul karakter dan dinamika sosial masyarakat Aceh.

Sebelum menjabat Kapolda, Marzuki mengemban tugas sebagai Pati Bareskrim Polri dengan penugasan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh sejak tahun 2024. Di posisi ini, ia dikenal sebagai figur yang tegas dan vokal dalam memerangi narkoba, yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial bagi generasi Aceh.

Perjalanan Karier

Rekam jejak karier Marzuki terbilang panjang dan beragam. Berbagai jabatan strategis telah ia emban di berbagai wilayah di Indonesia. Dia memulai kariernya sebagai Pama Polda Jabar pada tahun 1992, kemudian menjabat Wakapolres Kuningan dan Ciamis. Kariernya semakin menanjak setelah menjabat sebagai Kapolres Dairi, Sidikalang, Sumatera Utara pada 2008.

Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Karo SDM di satuan Polda di beberapa wilayah, termasuk Aceh. Pada tahun 2020, ia menjabat sebagai Irwasda Polda Aceh, sebelum akhirnya ditugaskan di BNNP Gorontalo dan BNNP Aceh. Dengan pengalamannya yang luas, terutama di bidang SDM dan pengawasan internal, Marzuki dianggap sebagai modal kuat untuk membawa Polri di Aceh ke arah yang lebih profesional dan humanis.


Askanah Ratifah

Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?