Mengenal Kopasgat, Pasukan Unggulan TNI AU di Gaza Palestina

Rencana Pengiriman Pasukan Khusus TNI ke Gaza

Berdasarkan laporan yang beredar, Indonesia sedang mempersiapkan pengiriman ribuan prajurit ke wilayah Gaza. Dalam rencana ini, TNI akan mengirimkan pasukan dari tiga matra, yaitu Angkatan Darat (TNI AD), Angkatan Laut (TNI AL), dan Angkatan Udara (TNI AU). Salah satu unit yang disiapkan adalah Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) dari TNI AU. Namun, hingga saat ini, pihak TNI AU belum menyiapkan pilot atau penerbang untuk ikut serta dalam misi tersebut.

Pasukan Khusus TNI AU: Kopasgat

Kopasgat merupakan salah satu pasukan elite TNI AU yang memiliki kemampuan tempur di berbagai medan, termasuk operasi udara, laut, dan darat. Selain tugas-tugas umum pasukan tempur, Kopasgat juga memiliki ciri khas tugas tambahan yang tidak dimiliki oleh pasukan lain, yaitu Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara (OP3U). Tugas ini mencakup persiapan pendaratan pesawat dan penerjunan pasukan.

Setiap prajurit Kopasgat wajib memiliki kualifikasi para-komando (Parako) agar dapat menjalankan tugas secara profesional. Selain itu, mereka juga dilatih dengan kemampuan khusus sesuai spesialisasinya di bidang kematraudaraan. Dengan kemampuan tersebut, Kopasgat siap diterjunkan ke segala medan, baik itu hutan, kota, rawa, sungai, maupun laut, untuk menumpas musuh yang melawan NKRI.

Sejarah Perubahan Nama Kopasgat

Sebelumnya, pasukan ini dikenal sebagai Korps Paskhas TNI AU. Perubahan nama tersebut tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Nomor Kep. 66/1/2022 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di Lingkungan TNI. Dalam SK tersebut, jabatan Komandan Korpaskhas berubah menjadi Komandan Kopasgat, begitu pula dengan jabatan Wadankorpaskhas yang berganti menjadi Wadankopasgat.

Persiapan dan Koordinasi

Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto, menyatakan bahwa pemerintah akan segera memutuskan jumlah pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza pada akhir bulan Februari 2026. Menurutnya, TNI sudah menyiapkan prajurit yang siap diberangkatkan kapan saja. “Kita hanya menunggu perintah dan koordinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita menjelaskan bahwa TNI memiliki pengalaman penugasan di luar negeri, termasuk di UNIFIL. Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) dibentuk melalui mandat Dewan Keamanan pada Maret 1978. Tugas UNIFIL adalah memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, serta membantu Pemerintah Lebanon dalam memulihkan otoritas efektifnya di wilayah tersebut.

PBB mencatat bahwa penempatan terbesar pasukan Indonesia dalam misi pasukan pemelihara perdamaian adalah di UNIFIL, setidaknya hingga 2024 lalu. “Kita sudah punya pengalaman. Ada prajurit yang pernah bertugas di UNIFIL yang akan kita rekrut,” kata Tandyo.

Penutup

Dengan persiapan yang matang dan pengalaman yang telah dimiliki, TNI siap memberikan kontribusi dalam misi perdamaian di Gaza. Meski detail jumlah pasukan masih dalam proses penentuan, TNI tetap siap menerima perintah dan segera bertindak jika diperlukan.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?