Budaya  

Bacaan Shalat Tarawih 20 Rakaat dan Witir 3 Rakaat Lengkap dengan Jawaban Jamaah dan Doa Akhir Tarawih

Pengertian Shalat Tarawih

Shalat tarawih adalah ibadah khusus yang dikerjakan hanya pada malam hari selama bulan Ramadhan. Di sejumlah masjid, shalat tarawih dilakukan secara berjamaah, umumnya dilaksanakan setelah shalat Isya. Meski shalat tarawih hukumnya sunnah, ibadah ini bisa dilakukan sendiri di rumah, batas waktunya pun hingga fajar.

Di Indonesia, shalat tarawih biasanya dikerjakan dalam jumlah 20 rakaat – witir 3 rakaat dan 8 rakaat – witir 3 rakaat. Dalam pelaksanaannya, terdapat bacaan bilal di sela-sela rakaat yang dijawab oleh jamaah, serta doa panjang yang dibaca setelah Tarawih dan Witir.

Berikut adalah susunan lengkap bacaan bilal Shalat Tarawih 20 rakaat dan Witir 3 rakaat, mulai dari permulaan, jeda setiap dua rakaat, jawaban jamaah hingga doa penutup secara berjamaah.

Tuntunan Shalat Tarawih 20 Rakaat dan Witir 3 Rakaat

  1. Rakaat 1-2

    Setelah shalat isya’, maka bersama-sama bilal dan makmum membaca:

    “Subhaanal-malikil-ma’buudi subhaanal-malikil-maujuudi subhaanal-malikil-hayyilladzii laa yanaamu wa laa yamuutu wa laa yafuutu abadan subbuuhun qudduusur rabbunaa wa rabbul-malaa’ikati war-ruuhi subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-‘aliyyil-‘azhiim.”

    Artinya: “Mahasuci Tuhan yang memiliki (alam) dan yang disembah, Mahasuci Allah yang memiliki (alam) lagi Ada. Mahasuci Allah yang memiliki lagi Mahahidup yang tidak tidur, tidak mati dan tidak hilang selama-lamanya. Mahasuci Maha- quddus, Tuhan kami dan Tuhan semua malaikat dan ruh (Malaikat Jibril) Mahasuci Allah dan segala puji bagi Allah, tidak ada tuhan melainkan Allah. Allah Mahabesar dan tidak ada daya, dan tidak ada kekuatan kecuali dari Allah, Tuhan Yang Mahatinggi dan Mahaagung.”

Setelah itu bilal membaca shalawat:

“Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.”

“Ya Allah karuniakanlah kesejahteraan kepada junjungan kami Nabi Muhammad”

Kemudian para jamaah menjawab:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih.”

“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)”

Bilal membaca shalawat lagi:

“Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa maulaanaa Muhammad.”

“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan atas junjungan kamı dan pemimpin kami Nabi Muhammad.”

Kemudian para jemaah menjawab:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih.”

“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad).”

Bilal membaca shalawat sekali lagi:

“Allaahumma shalli ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa habiibi- naa wa syafii inaa wa dzukhrinaa wa maulaanaa Muhammad.”

“Ya Allah, karuniailah kesejahteraan atas junjungan kami, nabi kami, kekasih kami, penolong kami (kelak), yang membela kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad”

Kemudian para jemaah menjawab:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih.”

“Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atasnya (Muhammad)”

Setelah dijawab oleh para jemaah, kemudian bilal mengucapkan:

“Shallun sunnatat-taraawiihi jaami’atar rahimakumullaah.”

“Kerjakanlah shalat sunah tarawih secara berjamaah semoga Allah melimpah-kan rahmat kepada kamu sekalian.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 1-2

Bacaan Kedua Sebelum Rakaat 3-4

“Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”

“Kami memohon kemurahan Allah dan nikmat-Nya dan ampunan serta rahmat-Nya, tidak ada tuhan melainkan Allah. Ia Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala puji, Zat yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia atas segala sesuatu Mahakuasa.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 3-4

Bacaan Ketiga Sebelum Rakaat 5-6

Selesai salam pada rakaat yang keempat, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus”, sampai akhir seperti tersebut di atas.

Sampai disini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’”

Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Setelah itu bilal mengucapkan :

“Al-Badrul-muniiru sayyidunaa Muhammadun shalluu ‘alaiih.”

“Bulan purnama yang bersinar terang, junjungan kami Nabi Muhammad, bershalawatlah kamu semua atasnya.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 5-6

Bacaan Keempat Sebelum Rakaat 7-8

Selesai salam rakaat ke 6 baca kembali lafal ini :

“Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 7-8

Bacaan Kelima Sebelum Rakaat 9-10

Selesai salam pada rakaat yang ke 10, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus”, sampai akhir seperti tersebut di atas.

Sampai disini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’”

Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Setelah itu bilal mengucapkan :

“Al-khaliifatul-uulaa amiirul-mu’miniina sayyidunaa Abuu Bakrinish-shiddiiq.”

“Khalifah pertama, amirul-mukminin penghulu kami Abu Bakar Shiddiq”

dan jamaah menjawab:

“Radhiyallaahu ‘anhu.”

“Semoga rida Allah atasnya.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 9-10

Bacaan Keenam Sebelum Rakaat 11-12

Selesai salam rakaat ke 10 baca kembali lafal ini :

“Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 11-12

Bacaan Ketujuh Sebelum Rakaat 13-14

Selesai salam pada rakaat yang ke 12, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus”, sampai akhirnya dan diteruskan dengan shalawat seperti tersebut di atas :

Sampai disini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’”

Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Setelah itu bilal mengucapkan :

“Al-khaliifatuts-tsaaniyatu amiirul-mu’miniina sayyidunaa ‘Umarubnul-Khaththaab.”

“Khalifah yang kedua, amirul-mukminin penghulu kami Umar bin Khaththab.”

dan jamaah menjawab:

“Radhiyallaahu ‘anhu.”

“Semoga rida Allah atasnya.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 13-14

Bacaan Kedelapan Sebelum Rakaat 15-16

Selesai salam rakaat ke 14 baca kembali lafal ini :

“Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 15-16

Bacaan Kesembilan Sebelum Rakaat 17-18

Selesai salam pada rakaat yang ke 14, bilal bersama-sama para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus”, sampai akhir seperti tersebut di atas.

Sampai disini boleh lanjut atau diselingi dengan bacaan doa lailatul qodar yaitu:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni/(na) ’”

Artinya, “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, menyukai orang yang minta ampunan, ampunilah aku.”

Setelah itu bilal mengucapkan :

“Al-khaliifatuts-tsaalitsatu amiirul-mu’miniina sayyidunaa ‘Utsmaanubnu ‘Affaan.”

“Khalifah yang ketiga, amirul-mukminin penghulu kami Utsman bin Affan.”

dan jamaah menjawab:

“Radhiyallaahu ‘anhu.”

“Semoga rida Allah atasnya.”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 17-18

Bacaan Kesepuluh Sebelum Rakaat 19-20

Selesai salam rakaat ke 18 baca kembali lafal ini :

“Fadhlam minallaahi wa ni’mataw wa maghfirataw wa rahmatal laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lahu lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”

Kemudian bilal membaca shalawat seperti tersebut di atas, dan jamaah menjawabnya:

“Allaahumma shalli wa sallim ‘alaiih”

Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanan Shalat Tarawih Rakaat 19-20

Bacaan Sebelum Shalat Witir, Sesudah Sholat Tarawih Selesai

Selesai salam pada rakaat ke 20 kemudian bilal dan para jamaah membaca:

“Subhaanal-malikil-qudduus” sampai akhirnya, dan diteruskan dengan shalawat seperti tersebut di atas.

Setelah itu dilanjutkan dengan baca doa sholat tarawih :

Doa Sesudah Shalat Tarawih

“Allaahummaj’alnaa bil-iimaani kaamiliin. Wa li faraa’idhika mu’addiina wa ‘alash-shalawaati muhaafizhiin. Wa liz-zakaati faa’iliin. Wa limaa ‘indaka thaalibiin. Wa li ‘afwika raajiin. Wa bil-hudaa mutamassikiin. Wa ‘anil-laghwi mu’ridhiin. Wa fid-dun- yaa zaahidiin. Wa fil-akhirati raaghibiin. Wa bil-qadhaa’i raadhiin. Wa bin-na’maa’i syaakiriin. Wa ‘alal-balaayaa shaabiriin. Wa tahta liwaa’i sayyidinaa Muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama yaumal-qiyaamati saa’iriin. Wa ‘alal-haudhi waaridiin. Wa fil-jannati daakhiliin. Wa minannaari naajiin. Wa ‘alaa sariiratil-karaamati qaa’idiin. Wa bihuurin ‘iinin mutazawwijiin. Wamin sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha’aamil-jannati aakiliin. Wa min labanin wa ‘asalin mushaffaini syaaribiin. Bi’akwaabin wa abaariiqa wa ka’sin min ma’iin. Ma’al-ladziina an’amta ‘alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wasysyuhadaa’i wash-shaalihiin. Wa hasuna ulaa’ika rafiiqaa. Dzaalikal-fadhlu minallaahi wa kafaa billaahi ‘aliimaa Wal-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.”

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami (orang-orang) yang beriman sempurna, dapat menunaikan segala fardhu, menjaga shalat, menunaikan zakat, menuntut/mencari segala kebaikan di sisi-Mu, mengharap keampunan-Mu, senantiasa memegang teguh petunjuk-petunjuk-Mu, terlepas/terhindar dari segala penyelewengan dan zuhud di dunia dan mencintai amal untuk bekal di akhirat dan rela terhadap ketentuan-Mu dan mensyukuri segala nikmat-Mu, tabah (sabar) menerima cobaan dan semoga nanti pada hari kiamat kami dalam satu barisan di bawah naungan panji-panji junjungan kami Nabi Muhammad saw. dan melalui telaga yang sejuk, masuk ke dalam surga, terhindar dari api neraka dan duduk di tahta kehormatan, didampingi oleh bidadari surga, dan mengenakan baju-baju kebesaran dari sutera berwarna-warni, menikmati santapan surga yang lezat, minum susu dan madu yang suci bersih dalam gelas-gelas dan kendi-kendi yang tak kering-keringnya, bersama-sama dengan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat pada mereka dari golongan para nabi, siddiqin dan orang-orang yang syahid serta orang-orang shaleh. Dan baik sekali mereka menjadi teman-teman kami. Demikianlah kemurahan dari Allah swt. dan kecukupan dari Allah Yang Maha Mengetahui. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

Lalu bilal membaca:

“Al-khaliifatur-raabi’atu amiirul-mu’miniina sayyidunaa ‘Aliyyubnu Abii Thaalib.”

“Khalifah yang keempat amirul-mukminin penghulu kami Ali ibnu Abi Thalib.”

dan jamaah menjawab:

“Radhiyallaahu ‘anhu.”

“Semoga rida Allah atasnya.”

Dilanjutkan dengan ajakan sholat witir (Jika langsung 3 witir)

“Shalluu sunnatal-witri jaami’atan atsaabakumullaah.”

“Kerjakanlah shalat sunah witir secara berjamaah, mudah-mudahan Allah memberi pahala kepada kamu sekalian.”

Jika pengerjaan witir dengan 2 salam maka :

“Witir pertama : Shalluu sunnatal- minalwitri jaami’atan rokhimakumullaah.

Witir ke dua : Shalluu sunnatal- rok’atalwitri jaami’atan rokhimakumullaah.

Khusus untuk witir kedua, jika sudah masuk setengah bulan Ramadhan ditambah qunut:

Shalluu sunnatal- rok’atalwitri ma’al qunuti jaami’atan rokhimakumullaah”

Doa Sesudah Shalat Witir

“Allaahumma innaa nas’aluka iimaanan daa’iman. Wa nas’aluka qalban khaasyi’aw wa nas’aluka ilman naafi’an. Wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas’aluka amalan shaalihan. Wa nas’aluka diinan qayyiman. Wa nas’aluka khairan katsiiran. Wa nas’alukal- ‘afwa wal-‘aafiyah. Wa nas’aluka tamaamal- ‘aafiyah. Wa nas’alukasy-syukra ‘alal-‘aafiyati wa nas’alukal- ghinaa’a ‘anin-naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah yaa Allaah yaa Allaah yaa arhamar-raahimiin. Wa shallallaahu ‘alaa khairi khalqihi Muhammadiw wa ‘alaa aalihii wa shahbihii ajma’iina walhamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.”

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, ketetapan ke yakinan yang benar, (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, tetap dalam agama Islam, kebaikan yang melimpah-limpah, memperoleh ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kepada-Mu kecukupan. Ya Allah, ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, khusyuk kami, ketundukan kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah kealpaan kami (dalam menunaikan kewajiban), ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga Allah memberi rahmat atas sebaik-baik makhluk-Nya yaitu Nabi Muhammad, keluarga, dan semua sahabatnya. Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam.”

Dian Sasmita

Penulis yang memulai karier dari blog pribadi sebelum akhirnya bergabung dengan media online. Ia menyukai dunia tulis-menulis sejak sekolah. Hobinya adalah traveling, membaca novel klasik, dan membuat jurnal harian. Setiap perjalanan dan interaksi manusia selalu menjadi bahan inspirasinya. Motto: "Setiap sudut kota punya cerita yang patut dibagikan."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?