Budaya  

Ribuan Orang Antar Charles Talumingan ke Peristirahatan Terakhir, Tokoh Muda Nusa Utara di Manado

Ratusan Pelayat Memenuhi Lorong Buldoser Saat Ibadah Pemakaman Embo Cale

Ribuan orang hadir dalam upacara pemakaman Charles Brando Talumingan, yang dikenal dengan panggilan Embo Cale. Ia adalah tokoh muda Nusa Utara sekaligus aktivis pemuda di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada Jumat (20/2/2026). Ibadah pemakaman berlangsung di rumah duka Keluarga Besar Talumingan-Wuisan di Lorong Buldoser, Kelurahan Bahu Lingkungan 1, Kecamatan Malalayang, Manado.

Bangsal duka yang berdiri di sepanjang gang depan rumah duka tidak mampu menampung seluruh pekabung. Sebagian dari mereka terpaksa mengisi sisi-sisi lorong dan teras rumah warga. Lorong Buldoser benar-benar penuh dengan pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Ibadah pemakaman dipimpin oleh Pendeta Pelayan GMIM Imanuel Bahu, Pdt Juniarto Treivi Kandou MTh, yang didampingi oleh Pelsus Kolom 20, Pnt James Pontoluli dan Dkn Frangky Bawotong. Mereka juga didampingi para Pelsus rayon setempat. Upacara ini menjadi momen yang sangat berkesan bagi seluruh peserta.

Setelah ibadah, jenazah Embo Cale dilepas dengan upacara adat Sangihe. Pujian duka dari Grup Masamper gabungan mengantar Cale untuk terakhir kali. Upacara adat dipimpin oleh Tetua dari Ikarab Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro Talaud (IKISST) Sulawesi Utara dan IKISST Manado.

Dari rumah duka, jenazah diantar ke TPS Sumompo, lokasi di mana almarhum sehari-hari mengabdi sebagai direktur bank sampah. Iring-iringan mobil dan motor mendampingi ambulance yang membawa peti jenazah. Konvoi mengular ratusan meter di Jalan Pierre Tendean (Boulevard).

Di Sumompo, penghormatan terakhir diberikan sebagai tanda perpisahan. Tidak sedikit pemulung yang melepas kepergian Cale dengan tangis. Dari Sumompo, jenazah dibawa melintas di depan Stadion Klabat Manado. Di situ, gabungan kelompok suporter bole telah menanti. Chant-chant dukungan dinyanyikan layaknya di tribun. Sembari flare aneka warna dinyalakan sebagai wujud penghormatan terakhir kepada almarhum.

Karakter Embo Cale yang Berdedikasi

Semasa hidup, Cale dikenal sebagai seorang fans bola. Ia tercatat sebagai Sekretaris Brigata The Man, kelompok suporter lawas di Manado. Ia juga pernah menjadi Capo Milanisti Sezione Manado.

Dari Ranotana, jenazah dihantar ke Tempat Pemakaman Kelurahan Bahu. Di sini, jenazahnya dimakamkan bersama jasad ibunya. Kepergian keduanya hanya berselang dua bulan.

Kepergian Embo Cale, begitu kakak beradik dan sanak saudara menyapanya, membawa duka bagi banyak orang. Semasa hidup ia dikenal aktif dalam berbagai organisasi dan komunitas. Di antaranya, KNPI, GAMKI, HIPMI hingga IKISST.

Di pelayanan gereja, ia menorehkan tinta pengabdian. Pernah tercatat sebagai Anggota Komisi Remaja GMIM Imanuel Bahu 2014-2017 dan Anggota Komisi Pemuda GMIM Imanuel Bahu 2018-2021. Sampai meninggal, ia masih mengemban tugas pelayanan sebagai Pokja Minat Bakat Pemuda Sinode GMIM serta anggota Tim Multimedia GMIM Imanuel Bahu.

Peran Embo Cale dalam Aktivisme dan Budaya

Mendiang Charles seorang aktivis. Di tengah kondisi tubuh yang mulai menurun, semangat advokasinya tetap menyala. Di awal tahun ini, bersama Aliansi Masyarakat Nusa Utara Bersatu (Amsatu), Cale dan para pegiat lainnya berada di barisan depan berupaya mengungkap kasus dugaan kematian tak wajar mahasiswi Unima asal Siau, Sitaro, Evia Maria Mangolo.

Cale menggagas aksi 1000 lilin untuk Evia di Monumen RW Mongisidi-Pierre Tendean Manado pada 12 Januari 2026. Aksi ini sebagai upaya mengungkap tabir kebenaran di balik misteri kematian sang mahasiswa FIPP Unima.

Kepeduliannya terhadap budaya Sangihe tak terbantahkan. Ia bagian tak terpisahkan dari beberapa Grup Masamper di Manado. Di antaranya GM Smirna Malalayang dan GM Pemuda Imanuel Bahu. Karena komitmen itu, almarhum dipercaya sebagai Pokja Minat Bakat Pemuda Sinode GMIM.

Di samping kerja-kerja sosial, pelayanan dan budaya Sangihe, Embo dikenal sebagai seorang jurnalis. Ia masih tercatat sebagai bagian dari Aliansi Pers Manado (APM). Paguyuban wartawan yang biasa liputan di Pemerintah Kota Manado.

Penghormatan dari Sesama Warga

Kepergian Embo Cale meninggalkan duka dan kerinduan mendalam bagi banyak orang yang selama ini bergaul karib dengan almarhum. “Kami sangat kehilangan. Cale seorang yang punya kepedulian tinggi terhadap sesama. Nuraninya selalu terdepan. Kami sangat berduka atas kepergiannya,” kata Pnt Stenly Patimbano, Sekretaris IKISST Sulawesi Utara.

Nelangsa juga dirasakan sesama pemuda di Imanuel Bahu. “Embo punya semangat tinggi untuk memajukan pelayanan. Terutama di bidang minat dan bakat. Ia tak segan menopang program pelayanan, khususnya tim masamper pemuda,” kata George, salah satu sahabat almarhum.

Charles Brando Talumingan menghembuskan nafas terakhir di Ruang ICU Prof RD Kandou Malalayang pada Selasa 17 Februari 2026 sekitar pukul 22.30 WITA. Raganya tak kuasa melawat sakit. Embo menghembuskan nafas setelah seminggu menjalani perawatan intensif di ICU. Tokoh muda ini berpulang pada usia 33 tahun, 1 bulan 10 hari.




Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?