3 resep telur ceplok hemat untuk sahur dan berbuka Ramadan



Telur ceplok sering dianggap sebagai hidangan sederhana yang biasa disajikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, dengan sedikit kreativitas dan inovasi, telur ceplok bisa menjadi menu spesial yang cocok untuk sahur praktis maupun berbuka puasa yang lezat dan mengenyangkan.



Selain mudah dibuat, telur juga kaya akan protein, sehingga sangat bermanfaat untuk menjaga energi selama berpuasa. Dengan kandungan nutrisi yang baik, telur menjadi pilihan ideal untuk memenuhi kebutuhan gizi selama bulan Ramadan.



Berikut ini tiga resep olahan telur ceplok yang bisa Anda coba di rumah:

1. Telur Ceplok Balado Pedas Manis

Menu ini sangat cocok untuk sahur karena rasanya kuat dan mampu meningkatkan nafsu makan.

Waktu memasak: 20 menit

Porsi: 2–3 orang

Perkiraan informasi gizi (per porsi):

– Kalori: 220 kcal

– Protein: 12 g

– Lemak: 15 g

– Karbohidrat: 8 g

Bahan-bahan:

– 4 butir telur

– 6 siung bawang merah

– 3 siung bawang putih

– 5 cabai merah keriting

– 2 cabai rawit (opsional)

– 1 buah tomat kecil

– 1 sdm gula merah serut

– ½ sdt garam

– ½ sdt kaldu bubuk

– 3 sdm minyak untuk menumis

– 100 ml air

Cara membuat Telur Ceplok Balado:

1. Ceplok telur satu per satu, goreng hingga bagian putih matang dan pinggirnya sedikit renyah. Angkat.

2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat.

3. Panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai harum dan matang.

4. Tambahkan air, gula merah, garam, dan kaldu bubuk. Aduk rata.

5. Masukkan telur ceplok, masak hingga bumbu meresap dan agak mengental.

6. Sajikan hangat dengan nasi putih.


2. Telur Ceplok Kecap Bawang Gurih

Olahan ini cocok untuk menu berbuka puasa karena rasanya manis gurih dan mudah dicerna.

Waktu memasak: 15 menit

Porsi: 2 orang

Perkiraan informasi gizi (per porsi):

– Kalori: ±200 kcal

– Protein: 11 g

– Lemak: 13 g

– Karbohidrat: 10 g

Bahan:

– 3 butir telur

– 4 siung bawang merah, iris tipis

– 2 siung bawang putih, cincang

– 3 sdm kecap manis

– 1 sdm saus tiram

– ½ sdt merica bubuk

– ½ sdt garam

– 100 ml air

– 2 sdm minyak

Cara membuat Telur Ceplok Kecap:

1. Goreng telur ceplok sesuai selera, sisihkan.

2. Tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum.

3. Tambahkan kecap manis, saus tiram, merica, garam, dan air. Masak hingga mendidih.

4. Masukkan telur ceplok, siram-siram dengan bumbu agar meresap.

5. Masak hingga kuah sedikit mengental, lalu angkat.

6. Sajikan dengan nasi hangat atau lontong.


3. Telur Ceplok Sambal Matah Segar

Menu ini cocok untuk variasi berbuka karena rasanya segar, pedas, dan bikin selera makan kembali setelah seharian puasa.

Waktu memasak: 15 menit

Porsi: 2 orang

Perkiraan informasi gizi (per porsi):

– Kalori: 190 kcal

– Protein: 10 g

– Lemak: 14 g

– Karbohidrat: 4 g

Bahan:

– 3 butir telur ceplok

– 5 siung bawang merah, iris tipis

– 2 batang serai, ambil bagian putihnya, iris tipis

– 4 cabai rawit merah, iris

– 2 lembar daun jeruk, iris halus

– ½ sdt garam

– ½ sdt gula

– 1 buah jeruk limau

– 3 sdm minyak panas

Cara membuat Telur Ceplok Sambal Matah:

1. Goreng telur ceplok hingga matang, sisihkan.

2. Campur bawang merah, cabai, serai, dan daun jeruk dalam mangkuk.

3. Tambahkan garam dan gula, aduk rata.

4. Siram dengan minyak panas, lalu beri perasan jeruk limau.

5. Letakkan sambal matah di atas telur ceplok.

6. Sajikan segera dengan nasi hangat. Tambahkan sayur sebagai pelengkap.


Tips Menyajikan Telur Ceplok untuk Sahur & Buka Puasa

  • Untuk sahur, pilih telur dengan bumbu balado atau kecap agar lebih kuat rasanya dan bikin kenyang lebih lama.
  • Untuk berbuka, hindari terlalu pedas jika perut sensitif; tambahkan sayur seperti tumis kangkung atau sup bening agar lebih seimbang.
  • Gunakan minyak secukupnya agar tetap sehat, terutama jika rutin mengonsumsi telur saat Ramadan.

Menu hemat Ramadan ini cocok banget jadi menu lauk sahur dan berbuka puasa, yuk coba resepnya Sase Lovers.

Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?