Satu Tahun Kepemimpinan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia
Pada hari ini, Jumat (20/2/2026), tepat satu tahun kepemimpinan Wali Kota Serang Budi Rustandi bersama Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia berjalan. Momentum ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi capaian yang telah dicapai selama setahun terakhir. Salah satu agenda utama dalam perayaan ini adalah peresmian Kawasan Royal Baroe, sebuah destinasi wisata baru yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat citra Kota Serang sebagai pusat aktivitas perkotaan.
Kawasan Royal Baroe sebelumnya telah diluncurkan oleh Gubernur Banten Andra Soni pada 26 Desember 2025 lalu. Namun, resmi diresmikan hari ini, menjadikannya sebagai simbol keberhasilan pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang publik yang estetik dan ramah pengunjung. Lokasinya yang strategis, hanya sekitar 700 meter dari Alun-Alun Kota Serang, membuat kawasan ini mudah diakses oleh masyarakat. Bahkan, Royal Baroe mulai dinilai setara dengan kawasan Braga di Bandung atau Malioboro di Yogyakarta, yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata perkotaan.
Peresmian kawasan tersebut akan berlangsung pukul 15.30 WIB dan dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkot Serang, termasuk Sekretaris Daerah, para Asisten Daerah, Staf Ahli, serta seluruh Camat dan Lurah se-Kota Serang. Acara juga turut mengundang para Kepala Bagian di lingkungan Setda Kota Serang serta pimpinan organisasi wanita seperti Ketua TP PKK dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Serang. Agenda besar ini berada di bawah koordinasi Setda Kota Serang sebagai leading sector.
Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Budi-Agis
Momen peresmian Royal Baroe tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga menjadi refleksi atas satu tahun kepemimpinan Budi Rustandi dan Nur Agis Aulia dalam menahkodai Ibu Kota Provinsi Banten. Selama setahun terakhir, berbagai program pembangunan dan penataan kota terus digencarkan, dengan Royal Baroe menjadi salah satu simbol komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan ruang publik yang representatif dan membanggakan.
Sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat juga memberikan evaluasi terhadap kepemimpinan Budi-Agis. Salah satunya adalah Syaeful Bahri, akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten. Menurutnya, meskipun Kota Serang dikenal sebagai kota pendidikan, potensi perguruan tinggi belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan daerah.
Syaeful menyoroti bahwa hampir seluruh perguruan tinggi besar berada di Kota Serang, seperti UIN, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan Universitas Terbuka (UT). Namun, sumber daya manusia terdidik dari kampus-kampus tersebut dinilai belum diberdayakan secara maksimal. “Kalau saya jadi Budi (Wali Kota Serang), di situ kita tagih, harusnya semua pimpinan kampus dan aktivis kampus ini kan ada di daerah saya, ayo dong kontribusi kamu apa,” ujarnya.
Ia menilai kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Menurutnya, kerja sama tersebut harus ditingkatkan ke tahap yang lebih konkret dan terukur. “Itu yang menurut saya kita koordinasikan ke Budi-Agis untuk betul-betul, kalaupun sudah ada MoU kita pengin yang lebih betul-betul konkret, jadi sudah harus naik kelas, bukan sekedar MOU,” jelasnya.
Syaeful juga menyarankan agar pemerintah daerah dapat mengintegrasikan anggaran APBD dengan riset kampus. “Menurut saya solusinya mulai dari perancangan APBD, jadi bahasa kasarnya kalau APBD itu diintegrasikan dengan riset kampus umpamanya, ya anggaran di Bappeda Kota Serang itu ya jangan copy paste dari riset-riset sebelumnya,” katanya.
Selain itu, ia melihat potensi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan magang mahasiswa sebagai solusi atas berbagai persoalan daerah. Program-program yang sulit diintervensi oleh SKPD atau sektor industri, menurutnya, bisa dijalankan melalui kemitraan dengan kampus. “Mahasiswa itu pasti ada kewajiban KKN. Di situ ada peluang untuk menjawab persoalan Kota Serang. Bisa saja mahasiswa membuat aplikasi sederhana atau melakukan pendampingan sesuai keilmuan masing-masing,” tambahnya.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












