Momen Langka di Perairan Maratua
Sekelompok orca terekam melintas di perairan Maratua dalam sebuah momen langka yang dibagikan oleh akun Instagram @ryanferoz. Peristiwa ini terjadi saat aktivitas penyelaman berlangsung dalam kondisi laut yang tenang. Kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa laut Indonesia masih menyimpan kejutan luar biasa.
Momen langka terjadi di perairan Maratua, Kalimantan Timur. Sekelompok orca atau paus pembunuh terekam melintas di laut lepas, sebuah pemandangan yang jarang disaksikan langsung di perairan Indonesia. Kisah tersebut dibagikan oleh akun Instagram @ryanferoz dan diunggah pada Rabu (18/2/2026).
Tak Sengaja Terlihat
Dalam unggahannya, pemilik akun menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi saat ia dan tim tengah melakukan aktivitas penyelaman seperti biasa, termasuk menjalani surface interval dalam kondisi laut yang tenang. Situasi berubah ketika dari kejauhan terlihat sirip hitam muncul ke permukaan laut. Awalnya tak disangka sebagai mimpi, namun momen tersebut benar-benar terjadi.
Dalam narasinya, ia menegaskan bahwa kejadian itu bukan sekadar imajinasi, melainkan pengalaman nyata yang disaksikan langsung. Ia mengungkapkan, sekelompok orca melintas di hadapan mereka, bahkan terlihat ada anak orca di antara kawanan tersebut. Pemandangan yang selama ini lebih sering muncul dalam film dokumenter luar negeri itu, mendadak hadir di depan mata sendiri.
Unggahan tersebut menyoroti betapa mengejutkannya peristiwa itu, mengingat kejadian serupa jarang terdokumentasi di perairan Indonesia. Laut yang selama ini disebut sebagai “rumah” kembali menunjukkan sisi tak terduganya. “Hampir mustahil? Mungkin. Tapi laut selalu punya cara mengejutkan kita,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Momen itu juga menjadi pengingat personal bagi sang penyelam tentang alasan ia jatuh cinta pada laut. Ia menutup kisahnya dengan refleksi sederhana namun dalam, membayangkan bagaimana reaksi siapa pun yang berada di posisi tersebut, apakah langsung menceburkan diri, atau justru hanya terdiam terpukau.
Unggahan tersebut pun menuai beragam respons dari warganet yang takjub, sekaligus bangga melihat kekayaan dan keajaiban alam laut Indonesia yang masih menyimpan banyak kejutan.
Fakta-fakta Paus Orca, Si Paus Pembunuh
Paus orca (Orcinus orca) sering disebut paus pembunuh, meski hewan tersebut hampir tidak pernah menyerang manusia. Faktanya, nama paus pembunuh pada awalnya adalah “pembunuh paus”. Menurut Konservasi Paus dan Lumba-lumba (WDC), pelaut kuno pernah melihat mereka berburu dalam kelompok untuk menangkap paus besar.
Berikut adalah fakta-fakta tentang paus orca:
-
Ukuran tubuh paus orca
Paus orca adalah anggota terbesar dari keluarga lumba-lumba. Orca jantan memiliki tubuh lebih besar dari betina, namun mereka bervariasi dalam ukuran dan berat, bergantung pada jenisnya. Paus orca terbesar yang pernah tercatat memiliki panjang 9,8 meter dan berat 10.000 kilogram. Itu lebih panjang dan lebih berat daripada kebanyakan rumah motor. Paus orca dikenal dengan sirip punggungnya yang panjang dan warna hitam-putihnya. Warna hitam-putih membantu paus orca menyamarkan mereka dengan mengaburkan garis besarnya di dalam air. Tepat di belakang sirip punggungnya, ada sepetak abu-abu yang disebut “pelana” karena terlihat seperti pelana berkuda. Tubuh paus orca berbentuk silinder dan meruncing di setiap ujungnya untuk membentuk bentuk hidrodinamik. Bentuk ini, bersama dengan ukuran dan kekuatan orca yang besar, menjadikannya salah satu mamalia laut tercepat, yang mampu mencapai kecepatan lebih dari 56 km/jam. Paus orca juga memiliki gigi besar, yang dapat tumbuh hingga 10 sentimeter. -
Makanan paus orca
Paus orca adalah predator puncak di puncak rantai makanan. Tidak ada hewan yang berburu orca (kecuali manusia). Paus pembunuh ini memakan berbagai jenis mangsa, termasuk ikan, anjing laut, burung laut, dan cumi-cumi. Orca juga dapat menangkap paus yang lebih besar dari diri tubuh mereka, seperti paus minke. Paus pembunuh bahkan dilaporkan membunuh rusa dan rusa yang sedang berenang. Orca menggunakan banyak teknik berbeda untuk menangkap mangsa. Terkadang, mereka menuju pantai untuk menangkap anjing laut dengan melompat dari air ke darat. Orca juga akan bekerja sama untuk menangkap mangsa yang lebih besar atau kelompok mangsa, seperti kawanan ikan. Mereka dapat menggunakan ekolokasi untuk mengidentifikasi mangsanya dengan menciptakan suara atau gelombang suara, yang bergerak melalui air. Gelombang ini menggemakan objek, termasuk mangsa, yang dapat digunakan orca untuk menemukan makanannya. -
Habitat paus orca
Paus pembunuh adalah mamalia yang paling banyak tersebar, selain manusia dan mungkin tikus coklat. Mereka hidup di setiap lautan di seluruh dunia dan telah beradaptasi dengan iklim yang berbeda, dari perairan hangat di dekat khatulistiwa hingga perairan es di wilayah Kutub Utara dan Selatan. Paus orca juga dikenal mampu melakukan perjalanan jarak jauh. Misalnya, satu penelitian menemukan bahwa sekelompok orca melakukan perjalanan dari perairan Alaska ke dekat California tengah dengan jarak lebih dari 1.900 km. -
Spesies paus orca
Semua paus orca saat ini terdaftar di bawah satu spesies, yakni Orcinus orca. Namun, ada perbedaan yang dapat dikenali antara populasi, dan ahli biologi telah mengidentifikasi beberapa bentuk berbeda yang dikenal sebagai ekotipe. Sebenarnya, ekotipe ini mungkin merupakan spesies atau subspesies yang berbeda. Ekotipe paus pembunuh dapat bervariasi dalam ukuran, pola makan, dan perilaku. Saat ini ada 10 ekotipe yang diketahui, yakni lima di belahan Bumi Utara dan lima di Belahan Bumi Selatan. Di Pasifik Utara, para ilmuwan telah mengidentifikasi orca penduduk, yang cenderung memiliki jangkauan yang kecil dan berspesialisasi dalam menangkap ikan. Paus pembunuh Bigg juga dapat ditemukan di Pasifik Utara. Orca ini melakukan perjalanan jarak jauh dan berburu mamalia seperti anjing laut dan anak paus. Orca lepas pantai juga dapat ditemukan di wilayah ini. Mereka tinggal jauh dari garis pantai dan terlihat memakan ikan serta hiu, tetapi relatif sedikit yang diketahui tentang paus ini.
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”












