Budaya  

3 Penyebab Kerusakan Atap Masjid Agung Abdya Terungkap Melalui Investigasi Ahli Struktur USK

Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya Menghadapi Masalah Struktural yang Serius

Masjid Agung Baitul Ghafur di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kini menghadapi beberapa masalah struktural yang memerlukan perbaikan segera. Investigasi yang dilakukan oleh Tenaga Ahli Struktur dari Universitas Syiah Kuala (USK) menemukan tiga masalah utama pada atap masjid tersebut, yaitu kebocoran, keretakan beton, dan runtuhnya bongkahan beton.

Tiga Masalah Utama yang Ditemukan

Pertama, terjadi kebocoran pada atap plat dack masjid. Keretakan pada struktur balok dan lantai plat dack menjadi penyebab utamanya. Hasil uji hammer test menunjukkan bahwa mutu beton saat pengerjaan tidak memadai, sehingga menyebabkan keretakan ini. Sayangnya, tulangan tidak dapat diperiksa karena harus melihat dokumen perencanaan awal.

Kedua, bongkahan beton runtuh dari atas plafon. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan sisa pengecoran dan air semen pada bekisting saat dikerjakan tidak dibersihkan. Pengecoran yang dilakukan bertahap atau tidak selesai dalam satu waktu juga bisa menjadi faktor penyebabnya. Selain itu, penambahan selimut beton karena volumenya tidak cukup juga bisa berkontribusi pada masalah ini. Saat pemeriksaan, ditemukan retak lentur pada hampir semua balok yang dibongkar plafonnya, serta retak melingkar pada balok. Ini kemungkinan disebabkan oleh kurangnya kekuatan besi/mutu besi dan kurangnya rasio besi/jumlah besi baik saat perencanaan maupun pelaksanaan.

Ketiga, plafon rusak akibat kebocoran pada atap plat dack. Kebocoran ini bermula dari keretakan beton dan kurangnya mutu beton, yang berujung pada kerusakan plafon dan bahkan jaringan listrik. Kesimpulan dari investigasi ini adalah perlunya perbaikan dan penguatan struktur bangunan secara komprehensif agar keretakan, kebocoran, dan kerusakan plafon serta jaringan listrik dapat diatasi.

Langkah Perbaikan yang Dilakukan

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan beberapa langkah penanganan atap. Antara lain, meningkatkan kemiringan atap, melapisi atap dack dengan membran waterproof anti UV, injeksi epoxsi dan zat aditif, grouting beton, serta screed plat dack. Selain itu, talang vertikal dan drain horizontal yang maksimal juga diperlukan. Artinya, perlu perawatan dan pemeliharaan (maintenance) berkala ke depan setelah diperbaiki.

Anggaran yang Disiapkan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Abdya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar untuk perbaikan kembali atap Masjid Agung Baitul Ghafur. Dana tersebut berasal dari DOKA 2026. Masjid yang terletak di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie ini mengalami kerusakan di bagian atap, hingga beberapa kali bongkahan beton jatuh ke lantai, dan membahayakan jamaah yang sedang melaksanakan ibadah.

Komitmen Bupati

Bupati Abdya, Safaruddin, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menangani persoalan ini sejak awal. Namun, hasil investigasi menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan harus komprehensif dan tidak setengah-setengah. Ia meminta kesabaran para jamaah, dan menganggap masalah ini sebagai masa lalu yang kelam. Ke depan, Pemkab akan lebih memperhatikan dengan serius semua fasilitas yang dibangun oleh rekanan, terutama karena masjid ini merupakan rumah ibadah yang sekaligus menjadi ikon kebanggaan masyarakat.




Hendra Susanto

Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?