Kampus Pastikan Pria Berseragam Kuning Bukan Mahasiswa UI

Klarifikasi Universitas Indonesia Mengenai Video Viral Mahasiswa Beralmamater Kuning

Universitas Indonesia (UI) telah memberikan pernyataan resmi terkait video viral yang menampilkan seorang pria mengenakan jas almamater kuning berlogo UI dan diduga memprovokasi aparat kepolisian saat demo di depan Mabes Polri. Dalam pernyataannya, UI menjelaskan bahwa pria tersebut bukanlah mahasiswa UI, melainkan berasal dari perguruan tinggi lain.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah UI melakukan penelusuran internal dan verifikasi melalui sistem PDDIKTI (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi). Hasilnya menunjukkan bahwa individu dalam video tidak memiliki keterkaitan akademik dengan UI. Hal ini dilakukan untuk memastikan akurasi informasi yang berkembang di ruang publik dan mencegah kesalahpahaman.

Penjelasan dari Direktur Humas UI

Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan unit-unit terkait serta konfirmasi kepada unsur kemahasiswaan di tingkat fakultas maupun universitas. Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui bahwa pria dalam video adalah mahasiswa aktif di perguruan tinggi lain dan tidak memiliki hubungan dengan UI.

“Dari hasil penelusuran lebih lanjut pada sistem pendataan resmi, diketahui bahwa individu tersebut berstatus sebagai mahasiswa aktif di perguruan tinggi lain, dan sama sekali tidak memiliki afiliasi akademik dengan Universitas Indonesia,” ujar Erwin dalam keterangannya.

Prinsip UI dalam Menjaga Kebebasan Berpendapat dan Etika

UI menegaskan bahwa sebagai institusi pendidikan tinggi, lembaga ini menghormati kebebasan berpendapat dan hak demokrasi setiap warga negara, termasuk mahasiswa, dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan bertanggung jawab. Namun, UI juga menolak segala bentuk tindakan provokatif atau pelanggaran hukum karena hal tersebut tidak mencerminkan nilai, etika, dan karakter sivitas akademika UI.

Selain itu, UI menyampaikan keberatan atas penggunaan atribut atau simbol institusi tanpa hak dan tanpa konfirmasi. Tindakan tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik serta mencemarkan nama baik lembaga dan pihak-pihak yang tidak terkait.

Imbauan untuk Masyarakat

UI mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat menerima maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Di era digital, kehati-hatian dalam menerima dan membagikan informasi merupakan tanggung jawab bersama guna mencegah disinformasi serta menjaga ruang publik yang sehat dan berintegritas.

“Demikian klarifikasi ini disampaikan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi yang dapat merugikan nama baik Universitas Indonesia,” tambah Erwin.

Demo Mahasiswa di Mabes Polri

Sebelumnya, ratusan massa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI siap menggelar aksi demonstrasi di Markas Besar (Mabes) Polri, Jumat (27/2/2026). Massa dari mahasiswa lintas fakultas UI sudah berkumpul di lapangan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sekira pukul 13.00 WIB. Mereka tampak mengenakan jas almamater kampus berwarna kuning sambil membawa spanduk bertuliskan sejumlah aspirasi dan tuntutan.

Demonstrasi BEM UI kali ini mengusung tajuk #AparatKeparat sebagai bentuk keprihatinan terhadap buruknya kinerja institusi Polri. Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan, menjelaskan bahwa sekitar 500 mahasiswa lintas fakultas tergabung dalam aksi ini. Massa dari UI nantinya akan bergabung dengan mahasiswa lainnya dari sejumlah perguruan tinggi.

Salah satu tuntutan yang dibawa adalah permintaan agar Eks Anggota Brimob Batalyon C Pelopor Polda Maluku, Bripda Mesias Siahaya, yang menganiaya siswa hingga tewas dihukum seberat-beratnya. Bripda Mesias melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kota Tual bernama Arianto Tawakal hingga tewas pada Kamis (19/2/2026).

“Terbukti dari banyaknya tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh kepolisian,” tegas Athop. “Oleh karenanya di sini kita berangkat dari keresahan masyarakat dan mahasiswa untuk menyuarakan bahwa reformasi Polri itu hal yang sudah harus dilakukan sekarang,” pungkasnya.


Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?