Israel mengklaim bunuh kepala intelijen Hizbullah Hassan Maqlad dalam serangan brutal

Serangan Udara Israel di Beirut dan Kematian Kepala Intelijen Hizbullah

Serangan udara yang dilakukan oleh militer Israel di kota Beirut, Lebanon, telah menewaskan salah satu tokoh penting dari kelompok militan Hizbullah. Dalam pernyataan resmi, militer Israel menyebut bahwa sasaran utama serangan tersebut adalah Hassan Maqlad, yang merupakan Kepala Markas Intelijen Hizbullah. Pernyataan ini mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk melumpuhkan jaringan komando dan pengumpulan informasi dari Hizbullah.

Ledakan keras terjadi di area yang diduga menjadi pusat aktivitas intelijen Hizbullah, sehingga memicu kepanikan di kalangan warga sekitar. Meskipun pihak Israel belum merilis rincian waktu dan metode serangan, klaim mereka mengenai kematian Hassan Maqlad masih menjadi topik perdebatan. Sampai saat ini, Hizbullah belum memberikan konfirmasi resmi terkait peristiwa tersebut.

Peristiwa ini kembali memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Serangan yang dilakukan oleh Israel disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik regional, setelah operasi gabungan AS-Israel terhadap Iran yang menewaskan sejumlah elite Teheran. Ketegangan kian memuncak usai Donald Trump mengungkap detail operasi intelijen yang memicu gelombang serangan balasan di kawasan tersebut.

Operasi “Epic Fury” dan Kehilangan Besar bagi Iran

Sebelum serangan terhadap Hizbullah, Iran juga mengalami kerugian besar dalam bentuk kematian para pemimpin dan pejabat tinggi. Salah satunya adalah Mansoureh Khojasteh, istri dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ia meninggal dunia setelah tiga hari dalam kondisi koma akibat luka serius yang dialaminya dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari 2026. Serangan ini dikenal dengan nama operasi “Operation Epic Fury”.

Khojasteh meninggal setelah mengalami luka kritis saat serangan presisi menargetkan kantor dan kediaman resmi Pemimpin Tertinggi Iran di Teheran. Ia menikah dengan Khamenei sejak tahun 1964 dan dikenal menjaga profil rendah selama lebih dari enam dekade kepemimpinan suaminya. Kematian pasangan yang telah bersama selama lebih dari 60 tahun itu menandai berakhirnya sebuah era dalam struktur kekuasaan Republik Islam Iran.

Detail Serangan yang Diungkap oleh Trump

Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara dengan Fox News, membeberkan detail mengejutkan mengenai serangan maut yang menewaskan Khamenei dan anggota keluarganya. Menurut Trump, intelijen AS berhasil melacak pertemuan rahasia tingkat tinggi yang dihadiri oleh 49 pemimpin paling senior Iran bersama Khamenei. Pertemuan tersebut dilakukan pada Sabtu pagi dalam sebuah sesi sarapan bersama lingkaran dalam Khamenei.

Trump menyatakan bahwa para pemimpin Iran mengira mereka aman karena melakukan pertemuan di siang hari. Namun, serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel berhasil menewaskan semua peserta dalam pertemuan tersebut, termasuk posisi kedua hingga ke-49.

Daftar Pejabat Tinggi yang Tewas dalam Operasi “Epic Fury”

Operasi ini secara efektif memenggal kepala rezim Teheran. Nama-nama besar yang dikonfirmasi tewas meliputi:

  • Letjen Abdolrahim Mousavi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata.
  • Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.
  • Mayjen Mohammad Pakpour: Komandan elit IRGC.
  • Ali Shamkhani: Penasihat pertahanan senior.
  • Keluarga Inti: Termasuk putri, cucu, menantu perempuan, dan menantu laki-laki Khamenei.

Eskalasi Berdarah dan Balasan dari Iran

Serangan strategis dan mematikan ini harus dibayar mahal oleh pihak Amerika. Komando Pusat AS (CENTCOM) memperbarui data korban dan mengonfirmasi empat tentara AS tewas dalam serangan drone di Kuwait, dari sebelumnya berjumlah 3 orang. Mereka adalah bagian dari 18 personel tentara AS yang luka parah.

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan “gelombang keenam” serangan rudal dan drone yang menghantam pangkalan AS dan fasilitas di seluruh Teluk. Hal ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik semakin memanas dan berpotensi memicu gelombang serangan balasan yang lebih besar.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?