Korban Perang AS-Israel di Iran Meningkat: 787 Orang Tewas di Iran, 52 di Lebanon

Korban Jiwa Terus Bertambah Akibat Konflik yang Melibatkan AS, Israel, dan Iran

Jumlah korban jiwa akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran terus meningkat. Perang yang berlangsung sejak Sabtu (28/2) telah menewaskan ratusan orang di berbagai wilayah, termasuk Iran, Lebanon, dan wilayah-wilayah lainnya.

Korban Jiwa di Iran dan Lebanon

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa hingga Selasa (3/3), sebanyak 787 orang tewas akibat serangan yang terjadi sejak Sabtu (28/2). Lembaga tersebut juga mencatat sedikitnya 1.039 serangan yang dilancarkan ke berbagai wilayah di Iran dalam periode tersebut.

Di antara korban tewas terdapat 13 personel militer Iran yang gugur dalam serangan gabungan AS dan Israel di sebuah pangkalan militer di Provinsi Kerman, Iran selatan. Sementara itu, kantor berita ISNA melaporkan lima anggota Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) tewas dalam serangan di kota Jam dan Dir, Provinsi Bushehr.

Di Lebanon, serangan udara Israel yang menghantam Beirut pada Senin (2/3) pagi waktu setempat dilaporkan menewaskan sedikitnya 52 orang. Sekitar 154 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Korban Jiwa di Pihak Militer AS

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan enam personel militer AS tewas dalam konflik ini. Mereka dilaporkan gugur akibat serangan balasan Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di Kuwait. Selain itu, tiga unit jet tempur F-15E milik AS dilaporkan ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh pasukan Kuwait. Meski demikian, enam pilot dan kopilot berhasil menyelamatkan diri dengan terjun menggunakan parasut.

Serangan Balasan Iran ke Israel

Di Israel, sedikitnya 11 orang tewas akibat serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan Iran sebagai balasan atas serangan udara. Beberapa lokasi dilaporkan terkena dampak meski sistem pertahanan udara Israel berhasil mencegat sebagian besar proyektil. Pemerintah Israel menyatakan operasi militernya akan terus berlanjut dengan target “kepemimpinan dan infrastruktur strategis Iran”.

Lebanon Terseret dalam Konflik

Konflik juga meluas ke Lebanon, di mana kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran kembali terlibat dalam pertempuran dengan Israel. Otoritas Lebanon melaporkan sedikitnya 52 orang tewas dan 154 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang menargetkan apa yang disebut sebagai pusat komando dan gudang senjata Hezbollah. Sebagai balasan, Hezbollah mengklaim meluncurkan drone ke arah pangkalan militer Israel. Militer Israel menyatakan dua drone berhasil ditembak jatuh. Situasi ini meningkatkan risiko perang multi-front yang dapat memperluas skala konflik di kawasan.

Dampak di Negara-negara Teluk

Militer Amerika Serikat mengonfirmasi enam prajuritnya tewas dalam serangan awal Iran terhadap fasilitas militer di kawasan Teluk. Keenamnya merupakan personel Angkatan Darat yang bertugas dalam unit logistik di Kuwait. Identitas mereka masih dirahasiakan hingga keluarga mendapat pemberitahuan resmi.

Selain itu, tiga orang dilaporkan tewas di Uni Emirat Arab, serta masing-masing satu korban jiwa di Kuwait dan Bahrain. Situasi di negara-negara Teluk semakin tegang setelah beberapa fasilitas energi dan kapal di Selat Hormuz dilaporkan menjadi sasaran serangan.

Krisis Kemanusiaan Mengancam

Dampak perang tidak hanya tercermin dari angka korban jiwa, tetapi juga potensi gelombang pengungsi dan gangguan layanan dasar. Direktur Jenderal Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Amy Pope, memperingatkan bahwa eskalasi militer dapat memaksa lebih banyak keluarga meninggalkan rumah mereka.

Serangan terhadap infrastruktur vital, termasuk jaringan listrik dan fasilitas komunikasi, meningkatkan risiko gangguan layanan kesehatan dan distribusi air bersih di sejumlah wilayah. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan penghentian segera permusuhan dan kembali ke jalur diplomasi. Sejumlah negara besar juga mendesak semua pihak menahan diri guna mencegah konflik regional yang lebih luas.

Namun hingga kini, operasi militer dari kedua belah pihak masih berlangsung. Presiden Amerika Serikat menyatakan kampanye militer dapat berlangsung berminggu-minggu, sementara Iran menegaskan akan menggunakan “seluruh kapasitas pertahanan” untuk membalas serangan.




Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?