Menteri Luar Negeri AS: AS ‘Dipaksa’ Israel Serang Iran

Penjelasan Menteri Luara Negeri AS tentang Keterlibatan Washington dalam Konflik dengan Iran

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mark Rubio, memberikan penjelasan mengenai alasan pemerintah AS terlibat dalam konflik dengan Iran. Menurutnya, tindakan AS tidak hanya didorong oleh kepentingan nasional, tetapi juga karena nafsu perang Israel yang semakin memuncak. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk melakukan serangan udara adalah bentuk tindakan pencegahan guna mencegah ancaman lebih besar di masa depan.

Pernyataan ini disampaikan pada Senin malam saat ia memberikan pengarahan pertama kepada Kongres AS sejak kampanye udara dimulai pada akhir pekan lalu. Ini menjadi penjelasan baru dari pihak administrasi Trump mengenai keterlibatan Washington dalam konflik tersebut. Dalam sesi tersebut, Rubio, bersama direktur CIA John Ratcliffe, dan kepala staf gabungan Dan Caine, berbicara secara tertutup kepada anggota parlemen menjelang pemungutan suara yang diharapkan di Kongres mengenai resolusi kekuatan perang.

“Sangat jelas bahwa jika Iran diserang oleh siapa pun – Amerika Serikat atau Israel atau siapa pun – mereka akan membalas, dan membalas dengan melawan Amerika Serikat,” kata Rubio kepada wartawan di Capitol. Ia menegaskan bahwa pihaknya tahu bahwa serangan Israel akan memicu balasan terhadap pasukan AS, dan tanpa tindakan pencegahan, korban jiwa akan meningkat.



Warga melintas di depan Rumah Sakit Gandhi yang rusak akibat serangan udara Israel di Teheran, Iran, Senin (2/3/2026). Rumah Sakit Gandhi terkena serangan udara Israel pada 1 Maret. Operasi militer gabungan Israel-AS menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran. – (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH )

Tujuan Pemerintah AS dalam Konflik dengan Iran

JD Vance, Wakil Presiden AS, dalam sebuah wawancara di Fox News pada Senin malam, menjelaskan bahwa tujuan utama AS adalah memastikan “Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir”. Ia menekankan bahwa Presiden ingin menjelaskan kepada Iran dan dunia bahwa dia tidak akan berhenti sampai tujuan penting ini tercapai.

Vance, yang merupakan salah satu anggota pemerintahan Donald Trump yang paling menentang intervensi militer, jarang berkomentar tentang tindakan AS di Iran dibandingkan dengan Rubio. Namun, ia tetap mendukung langkah-langkah yang diambil untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Perkembangan Konflik dan Korban Jiwa

Sejak konflik dimulai, Amerika Serikat dan Israel telah melakukan gelombang serangan udara di Iran. Di balas, Teheran melakukan serangan pesawat tak berawak dan rudal terhadap negara-negara sekutu AS di Timur Tengah. Kampanye udara tersebut telah menewaskan beberapa pemimpin militer dan politik Iran, termasuk pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.

Militer AS telah mengakui kematian enam anggota militer, sementara Bulan Sabit Merah Iran melaporkan lebih dari 500 orang tewas di negara tersebut. Korban jiwa ini menunjukkan tingkat kekerasan yang sangat tinggi dalam konflik ini.

Tanggapan dari Menteri Luar Negeri Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, merespons pernyataan Rubio dengan mengatakan bahwa AS memasuki perang atas nama Israel. Ia menegaskan bahwa tidak ada ancaman nyata dari Iran, dan bahwa penumpahan darah antara Amerika dan Iran adalah tanggung jawab para pendukung “Israel First”.

“Rakyat Amerika berhak mendapatkan yang lebih baik dan harus mengambil kembali negara mereka,” tambahnya dalam sebuah postingan di X.



Citra satelit yang dirilis oleh Vantor menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur di kompleks Khamenei di Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026). – (EPA/SATELLITE IMAGE )

Alasan Serangan dari Perspektif Israel

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa serangan terhadap Iran dilakukan karena rudal balistik dan program nuklir Teheran akan “kebal” terhadap serangan dalam beberapa bulan mendatang. Ia menjelaskan bahwa Iran sedang membangun situs baru dan bunker bawah tanah yang akan membuat program rudal dan bom atom mereka lebih aman.

“Jika tidak ada tindakan yang diambil sekarang, tidak ada tindakan yang bisa diambil di masa depan,” tambah Netanyahu. Ia menekankan bahwa tindakan cepat diperlukan untuk mencegah Iran mengembangkan kemampuan nuklir yang lebih kuat.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?