Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Firdaus, Dorong Digitalisasi di Takalar

Refleksi Setahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Acara refleksi setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Takalar periode 2025–2030 digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jalan Jenderal Sudirman No 26, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, pada Senin (02/03/2026). Acara ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi pencapaian sekaligus merencanakan langkah-langkah ke depan dalam pemerintahan.

Peserta Hadir Dalam Acara

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal, Wakil Bupati Hengky Yasin, pejabat tinggi pratama, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, hingga unsur organisasi kemasyarakatan dan insan pers. Acara dimulai dengan kehadiran para peserta yang terlihat hadir secara bertahap.

Wakil Bupati Hengky Yasin terpantau sudah berada di dalam ruangan tepat pukul 16.00 WITA, sementara sejumlah kepala dinas telah lebih awal hadir. Contohnya adalah Kepala Dinas Kesehatan Nilal Fauziah dan Kepala Kesbangpol Takalar H Zubair Daeng Tunru. Sebelum acara dimulai, tepat pukul 15.30 WITA, peserta belum sepenuhnya hadir. Panitia terlihat menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa 12 Ramadan.

Di sudut ruangan, Rio Gambus melakukan tes suara dan memainkan lantunan musik religi klasik mengiringi suasana jelang acara. Camat Polongbangkeng Utara Ajhi Andi Makmur dan Camat Mappakasunggu Dodi Ryan Saputra tampak duduk di sisi kiri barisan kursi undangan. Lurah Sabintang M Arfa Naba sudah berada di ruangan sejak pukul 14.55 WITA. Ia mengaku datang lebih awal karena instruksi pimpinan.

Pemaparan Bupati Takalar

Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye MM menyampaikan pemaparan mengenai pentingnya transformasi digital sebagai instrumen pengawasan dan percepatan pelayanan. Ia menekankan bahwa teknologi menjadi perpanjangan mata dan kupingnya dalam mengawasi berbagai aspek pemerintahan.

“Kalau saya gunakan mata dan kuping saya, tidak mampu mengawasi semuanya. Tapi kalau saya gunakan teknologi, itu perpanjangan mata dan kuping saya,” tegasnya. Ia menjelaskan contoh pengawasan pegawai hingga guru yang tersebar di ratusan sekolah dasar dan puluhan SMP di Takalar.

Ia juga menyoroti digitalisasi layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan seperti KTP dan KK hingga pembayaran PDAM yang kini bisa dilakukan melalui mobile banking maupun gerai ritel modern. “Sekarang bayar PDAM tidak harus datang ke counter. Dari HP bisa, lewat mobile banking bisa, di Alfamart juga bisa. Kita harus intervensi kegiatan dengan teknologi,” jelasnya.

Program dan Target Pemerintahan

Selain digitalisasi, Daeng Manye menekankan pentingnya jiwa pelayanan aparatur. “Jangan orang datang malah dimarahi. Itu bukan jiwa pelayanan,” tegasnya. Program quick wins yang dipaparkan meliputi pengembalian anak tidak sekolah, peningkatan produksi pertanian lima persen, hingga target peningkatan PAD.

“Target sepuluh persen, malah kita mampu meningkat dua ratus persen. Artinya ada arah yang jelas,” ungkapnya. Di sektor infrastruktur, perbaikan balai desa yang kerap dikeluhkan warga mulai dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.

Ia juga menyebut pelatihan Google bagi UMKM sebagai investasi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Kalau sekarang UMKM muncul di Google, mungkin dua atau tiga tahun ke depan pertumbuhan ekonomi Takalar makin baik dan lebih dikenal,” katanya.

Penutup Acara

Di akhir pemaparan, Bupati Daeng Manye memperkenalkan Gerbang Transformasi sebagai ikon perubahan Takalar. “Ini futuristik, kreatif. Spirit perubahan ada di sini. Takalar harus berubah,” tutupnya sebelum mengajak seluruh hadirin mempererat silaturahmi di bulan Ramadan.

Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama.

Amanda Almeirah

Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?