Kebutuhan Perlindungan dan Keselamatan Pekerja Migran Indonesia di Wilayah Konflik
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti pentingnya perlindungan dan keselamatan bagi seluruh Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di wilayah yang sedang mengalami eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Ia menekankan bahwa keselamatan para PMI harus menjadi prioritas utama dalam situasi seperti ini.
“Negara harus segera merespons potensi ancaman terhadap warga negaranya di luar negeri. Mengingat jumlah besar PMI yang tinggal di kawasan tersebut, langkah-langkah darurat harus segera dibahas,” ujar Netty kepada wartawan pada Jumat (6/3/2026).
Menurut Netty, kebijakan pelindungan harus dapat bergerak lebih cepat dari perkembangan krisis itu sendiri. Hal ini diperlukan karena situasi konflik yang dinamis dapat memperburuk kondisi PMI yang tinggal di zona rawan.
Netty juga meminta adanya koordinasi lintas sektor antara Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memperkuat perlindungan terhadap PMI.
Selain itu, ia meminta agar perwakilan RI (KBRI/KJRI) di wilayah terdampak segera memperbarui data PMI, termasuk mereka yang berstatus nonprosedural. “Pemerintah juga harus mematangkan skenario evakuasi, penyiapan titik kumpul aman (safe house), serta kesiapan armada transportasi jika situasi menuntut pemulangan massal segera,” tambahnya.
Posko Pengaduan 24 Jam, menurut Netty, sangat penting untuk dilakukan mengingat konflik bisa meluas sewaktu-waktu. “Pastikan adanya kanal komunikasi yang responsif bagi PMI dan keluarga di Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini dan melaporkan kondisi darurat,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga diminta memastikan ketersediaan logistik dasar dan akses layanan medis bagi PMI yang berada di zona merah konflik.
Koordinasi dan Pemantauan Terus Dilakukan
Sebelumnya, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) terus memantau keadaan pekerja migran Indonesia, dan perkembangan situasi Timur Tengah melalui koordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di negara-negara terdampak.
Peningkatan kewaspadaan ini menyusul eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. “Kami melakukan pemantauan secara ketat terhadap dinamika yang berkembang di Timur Tengah. Keselamatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia merupakan prioritas utama pemerintah,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Perwakilan RI hingga Rabu (4/3/2026), belum ada laporan PMI yang mengalami masalah dalam situasi kedaruratan tersebut. Namun pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi keamanan di kawasan dapat berubah sewaktu-waktu.
Langkah Antisipasi yang Diambil
Sebagai langkah antisipasi, Kementerian P2MI bersama Kementerian Luar Negeri RI dan kantor perwakilan RI di kawasan Timur Tengah membentuk Tim Crisis Monitoring untuk memantau harian dan mitigasi risiko, pemutakhiran data pekerja migran sebagai bagian dari kesiapsiagaan evakuasi, penyusunan serta diseminasi panduan kewaspadaan, hingga pengaktifan hotline pengaduan khusus.
“Kami memastikan setiap perkembangan dapat direspons secara cepat dan terukur. Pendataan juga terus diperbarui sebagai langkah kesiapan apabila diperlukan tindakan lebih lanjut,” katanya.
Mukhtarudin mengimbau pekerja migran Indonesia di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang dan tidak panik, menghindari lokasi rawan, membatasi aktivitas di luar kebutuhan mendesak, serta mengikuti arahan resmi dari Perwakilan RI.
“Kami mengimbau seluruh pekerja migran Indonesia untuk tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan Perwakilan RI, serta segera melapor ke KBRI atau KJRI terdekat apabila menghadapi situasi darurat atau membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Fasilitasi dan Layanan Pendampingan
Pemerintah juga memastikan kesiapan fasilitasi bagi pekerja migran yang memilih atau perlu kembali ke Indonesia sesuai mekanisme yang berlaku. Kementerian P2MI juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis, termasuk konsultasi daring bagi pekerja migran yang membutuhkan dukungan akibat situasi yang berkembang.
“Apabila terdapat pekerja migran yang memutuskan kembali ke Tanah Air, pemerintah akan memfasilitasi sesuai prosedur. Kami juga menyiapkan layanan pendampingan psikologis untuk menjaga kondisi mental dan emosional mereka,” ucap dia.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."












