Profil Vidi Aldiano: Musisi Berbakat yang Meninggalkan Jejak Mendalam di Dunia Musik Indonesia
Vidi Aldiano adalah sosok musisi berbakat yang meninggalkan jejak mendalam di dunia musik Indonesia. Dengan karya-karya penuh nuansa dan kepribadian yang hangat, ia dikenang bukan hanya sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai sahabat dan inspirasi. Vidi Aldiano (Oxavia Aldiano) adalah penyanyi-penulis lagu yang dikenal dengan suara khas dan karya pop-soul. Ia lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990 dan meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun akibat kanker ginjal.
Biodata Singkat
- Nama lahir: Oxavia Aldiano
- Nama panggung: Vidi Aldiano
- Tanggal lahir: 29 Maret 1990
- Tempat lahir: Jakarta
- Tutup usia: Sabtu, 7 Maret 2026 (usia 35 tahun)
- Penyebab: Kanker ginjal
- Pendidikan:
- Universitas Pelita Harapan (S.E)
- Universitas Manchester (M.Sc)
- Pasangan: Sheila Dara Aisha (menikah 2022 – 2026)
Karier Musik
Vidi mulai dikenal lewat lagu Nuansa Bening (2008) yang melambungkan namanya di industri musik Indonesia. Beberapa album populer yang dirilisnya antara lain:
- Pelangi di Malam Hari (2008)
- Yang Kedua (2011)
- Persona (2016)
Ia juga pernah menerima penghargaan dari Anugerah Musik Indonesia dan MTV Indonesia Awards. Selain itu, Vidi pernah bekerja sama dengan musisi besar seperti Andi Rianto dan Melly Goeslaw.
Julukan dan Peran Sosial
Vidi dikenal sebagai “Duta Persahabatan” karena lingkaran pertemanan yang luas dan sifatnya yang hangat. Ia aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan sering menjadi inspirasi bagi generasi muda lewat sikap positif dan karya musiknya.
Akhir Hayat
Vidi Aldiano wafat pada 7 Maret 2026 pukul 16.30 WIB di bulan Ramadhan, setelah berjuang melawan kanker ginjal selama 6 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan penggemar. Musisi seperti Melly Goeslaw dan Andi Rianto turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.
“Innalillahi wainailaihi rojiun Selamat jalan @vidialdiano Kembali kepangkuan Allah SWT di bulan suci Ramadhan sungguh diinginkan oleh semua hambaNya,” tulis Melly Goeslaw.
Musisi Andi Rianto juga membagikan kabar duka itu melalui akun Instagram-nya.
“Selamat Jalan, Vidi Aldiano,” tulis Andi Rianto singkat.
Riwayat Sakit Vidi
Vidi Aldiano pertama kali didiagnosis kanker ginjal pada Desember 2019. “Ini berawal dari Oktober 2019, di mana sebenarnya gue hilang suara gue, dan gue bawa ke THT, di situ gue cek tensi segala macam, gue tiba-tiba dibilang ‘Vidi kamu tuh hipertensi ya?'” kata Vidi Aldiano di tahun 2019.
Setelah cek untuk kali kedua, Vidi merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Lalu, Vidi langsung melakukan tes kesehatan dengan tambahan tes USG di Singapura. Dari pemeriksaan USG itu menunjukkan adanya benjolan pada ginjalnya. Sejak saat itu, Vidi kerap melakukan pemeriksaan terus menerus hingga divonis mengidap kanker ginjal. Ia menjalani operasi kanker ginjal di Singapura hingga kemudian diketahui sakit yang diidapnya ternyata cukup ganas.
Pada tahun 2020, suami dari Sheila Dara itu sempat dinyatakan sehat. Tetapi, melalui pemeriksaan rutin pada 2021, kankernya ditemukan lagi. Di tahun 2023, Vidi tiba-tiba memberitahukan informasi mengejutkan tentang kesehatannya. Vidi bilang, bahwa kankernya sudah mengalami metastasis atau menyebar ke bagian tubuh yang lain. Pada Juli 2025, Vidi kembali bicara blak-blakan soal kondisi medis yang dialaminya. Rangkaian perawatan yang dijalani membuat berat badannya turun drastis hingga terpangkas 10 kg. Ia juga mengaku lebih sering merasa lelah akibat kanker yang diidapnya. Belakangan Vidi juga curhat tentang perubahan warna kulitnya yang diduga efek dari obat kemoterapi.
Tumbuh dari Keluarga Musisi
Vidi tumbuh dalam keluarga yang memiliki kedekatan dengan dunia musik. Ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, merupakan pengusaha di bidang teknologi audio sekaligus Direktur PT Tiga Bintang Nusantara yang memproduksi perangkat speaker bermerek V8sound. Sementara ibunya, Besbarini, dikenal sebagai guru piano. Selain itu, Vidi merupakan cucu dari S. Darsih Kissowo, penyanyi keroncong legendaris asal Semarang. Ia memiliki dua saudara kandung yakni Vadi Akbar dan Diva Stradivaryan.
Dalam pendidikan formal, Vidi menempuh sekolah di lingkungan Yayasan Al-Azhar Jakarta. Setelah lulus SMA, Vidi sempat mengambil jurusan Teknik Elektro di Universitas Pelita Harapan (UPH). Namun ia kemudian memutuskan pindah ke jurusan Manajemen dan lulus dengan IPK 3,62. Ia juga melanjutkan pendidikan magister di University of Manchester, Inggris, melalui program Innovation Management and Entrepreneurship. Vidi menyelesaikan studinya pada 2015 dengan predikat cumlaude.
Vidi menunjukkan ketertarikan pada musik sejak usia dini. Ia mulai belajar piano pada usia tiga tahun di bawah bimbingan sang ibu. Selain piano, ia juga sempat mempelajari biola saat duduk di bangku sekolah dasar. Sejak kecil pula, Vidi gemar menyanyikan berbagai jingle iklan televisi maupun lantunan adzan. Meski pernah meraih juara tiga lomba menyanyi anak-anak saat berusia dua setengah tahun, perjalanan menuju industri musik tidak selalu berjalan mulus.
Awal Popularitas
Nama Vidi Aldiano mulai dikenal publik setelah merilis album debut Pelangi di Malam Hari pada 2008. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu yang populer di kalangan pendengar musik pop Indonesia, seperti: Nuansa Bening, Status Palsu, Cemburu, Menguras Hati, Cinta Jangan Kau Pergi. Kesuksesan album ini mengantarkan Vidi sebagai salah satu penyanyi pop muda yang mulai diperhitungkan di industri musik Tanah Air.
Vidi kemudian merilis album keduanya berjudul Yang Kedua pada 2010 bekerja sama dengan Trinity Optima Production. Album ini memuat 11 lagu, dengan enam lagu di antaranya ditulis langsung oleh Vidi. Karier Vidi semakin berkembang ketika ia merilis album ketiga Persona pada 2016. Album ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya. Persona berisi 10 lagu, termasuk beberapa kolaborasi dengan Laleilmanino. Proses mastering album ini juga dilakukan di Abbey Road Studios, London. Album tersebut meraih Triple Platinum setelah penjualan fisik melampaui 250.000 keping pada Januari 2017.
Beberapa lagu dalam album Persona antara lain: Bestari, Definisi Bahagia, Hingga Nanti (feat. Andien). Pada 2022, Vidi kembali merilis album berjudul Senandika. Album ini sempat tertunda karena pandemi serta perjuangannya melawan penyakit. Senandika berisi 10 lagu yang banyak merefleksikan perjalanan hidup Vidi sejak 2018. Lagu Bertahan Lewati Senja menggambarkan perjuangan Vidi menghadapi penyakitnya. Sementara lagu Dara terinspirasi dari kisah cintanya dengan sang istri.
Dalam proses produksi album ini, Vidi bekerja sama dengan sejumlah musisi dan penulis lagu, seperti Ari Renaldi, Barsena Bestandhi, Pika Iskandar, Laleilmanino, Bram Moersas, hingga ayahnya Harry Aprianto Kissowo. Album Senandika menjadi salah satu rilisan yang cukup sukses. Album tersebut tercatat terjual lebih dari 150.000 keping dalam dua bulan setelah dirilis.
Kehidupan Pribadi
Dalam kehidupan pribadinya, Vidi Aldiano menjalin hubungan dengan aktris Sheila Dara Aisha. Keduanya pertama kali bertemu saat terlibat dalam serial Stereo pada 2015. Hubungan mereka sempat berakhir pada 2018, namun kembali terjalin pada 2020. Vidi kemudian melamar Sheila pada ulang tahunnya yang ke-31. Prosesi lamaran berlangsung pada 1 Desember 2021, sebelum keduanya resmi menikah pada 15 Januari 2022. Setelah menikah, Vidi juga menerima gelar kehormatan Minangkabau dari Bukittinggi, yakni Sutan Sari Alam, sehingga namanya menjadi Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.












