7 cara mengendalikan emosi saat berpuasa

Tips Mengendalikan Emosi Saat Puasa dengan Pasangan

Berpuasa tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ajang untuk melatih kesabaran. Namun, dalam beberapa situasi, mungkin saja emosi memuncak, terutama ketika bertengkar dengan pasangan. Meski hal ini tidak membatalkan puasa, namun marah dan bertengkar bisa mengurangi kualitas ibadah. Oleh karena itu, penting untuk mengendalikan emosi agar puasa tetap bermakna.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menahan emosi pada pasangan saat berpuasa:

  • Membaca ta’awudz



    Ketika sedang marah, kita perlu meminta perlindungan pada Allah dari godaan setan. Karena amarah bisa datang dari setan, maka Rasulullah mengajarkan kita untuk membaca ta’awudz saat sedang marah. Seperti dalam hadis dari Abu Hurairah yang berbunyi:

    “Jika seseorang dalam keadaan marah, lantas ia ucapkan, ‘A’udzu billah (Aku meminta perlindungan kepada Allah), maka redamlah marahnya.”

  • Diam



    Saat marah, seseorang cenderung sulit mengontrol emosinya. Bahkan, bisa saja mengucapkan kata-kata kasar atau bahkan kalimat cerai. Hal ini bisa merusak hubungan dengan pasangan. Oleh karena itu, diam merupakan cara terbaik saat sedang marah. Seperti dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

    “Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.”

  • Mengambil air wudhu



    Jika sudah mulai terpancing emosi, sebaiknya hindari pasangan dengan pergi ke kamar dan berbaring sejenak. Selain itu, mengambil air wudhu juga bisa membuat pikiran lebih tenang. Hadis berikut menjelaskan hal ini:

    “Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.”

  • Perbanyak berzikir



    Dalam Alquran surat Ar-Ra’d ayat 28, Allah berfirman:

    “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

    Hal ini menunjukkan bahwa mengingat Allah dengan berzikir merupakan cara efektif untuk tetap tenang dan menghilangkan emosi yang sedang mengganggu hati.

  • Tarik napas panjang dan dalam



    Menarik napas panjang dan dalam juga bisa menjadi cara menahan emosi. Caranya, tarik napas panjang melalui hidung kemudian tahan selama 5 sampai 10 detik, lalu keluarkan secara perlahan. Hal ini bisa membuat sistem pernapasan bekerja dengan baik dan teratur, sehingga memberikan rasa nyaman serta membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih tenang.

  • Ingat pesan Rasul tentang baiknya menahan marah



    Sebelum meluapkan emosi kepada pasangan, sebaiknya mengingat hadis Rasulullah tentang keutamaan orang yang dapat menahan marah. Dalam hadis riwayat Thabrani, Rasulullah bersabda:

    “Jangan engkau marah, maka bagimu surga.”

  • Bicarakan perlahan dengan pasangan



    Ketika kamu dan pasangan sedang marah, cobalah untuk sama-sama berpikir sejenak dan mencari solusi yang tepat. Cari kesempatan lain untuk membicarakan masalah ini secara perlahan dan baik-baik. Jangan memaksakan diri untuk menyelesaikannya saat ini juga. Tunggu sampai emosi kalian berdua sudah mulai mereda dan benar-benar tenang sebelum membicarakannya dengan baik. Turunkan sedikit ego dan jangan ragu untuk meminta maaf duluan.

Itulah 7 cara menahan emosi pada pasangan saat puasa. Jangan sampai emosi dan amarah yang meluap dapat mengurangi pahala puasamu.

Denis Arjuna

Seorang jurnalis digital yang terbiasa bekerja cepat dalam merangkum informasi penting menjadi berita yang mudah dipahami. Ia aktif menulis tentang gaya hidup, komunitas kreatif, dan isu keseharian. Hobi memasak dan mencoba resep baru membuatnya semakin peka pada detail. Motto: "Menulis adalah seni memahami manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?