Budaya  

6 Tempat Wisata Favorit Sore Hari di Solo, Cocok untuk Ngabuburit, Termasuk Balai Kota dan Alkid

Tempat Favorit untuk Ngabuburit di Kota Solo

Di Surakarta atau Solo, terdapat berbagai tempat yang menjadi favorit bagi warga saat menjelang waktu berbuka puasa. Mereka biasanya memanfaatkan sore hari untuk menikmati suasana kota sambil menunggu azan magrib. Beberapa lokasi yang sering dikunjungi antara lain Balai Kota Surakarta, Jembatan Pasar Gede, Alun-Alun Kidul Surakarta, Gladak Langen Bogan (Galabo), Keraton Surakarta Hadiningrat, dan Taman Bendung Tirtonadi.

Setiap tempat memiliki keunikan masing-masing, baik dari segi pemandangan, suasana, maupun kuliner yang tersedia. Berikut beberapa tempat yang populer digunakan sebagai spot ngabuburit:

1. Balai Kota Solo

Balai Kota Solo tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintahan, tetapi juga menjadi tempat yang menarik untuk menikmati suasana malam. Di sini, pengunjung bisa duduk santai sambil menunggu waktu buka puasa. Selain itu, area Balai Kota juga menyediakan berbagai jajanan lezat yang cocok untuk disantap saat berbuka.

2. Jembatan Pasar Gede



Jembatan Pasar Gede menjadi salah satu tempat yang menarik karena ornamen khas Ramadan yang menghiasi sekitarnya. Lokasinya yang dekat dengan Taman Balai Kota membuatnya mudah dijangkau. Jalan-jalan di sini tetap menyenangkan karena dikelilingi bangunan tempo dulu yang memberikan nuansa tradisional.

3. Alun-Alun Kidul



Alun-Alun Kidul atau yang biasa disebut Alkid merupakan bagian tak terpisahkan dari kompleks Keraton Surakarta Hadiningrat. Saat matahari mulai tenggelam, Alkid menjadi pusat perhatian bagi masyarakat yang ingin menikmati momen santai menjelang malam. Area ini juga menjadi tempat di mana pengunjung dapat berpartisipasi dalam olahraga ringan dan menemukan beragam pilihan menu buka puasa yang lezat. Bagi keluarga, terdapat wahana permainan sederhana seperti odong-odong dan skuter sewaan.

4. Gladak Langen Bogan (Galabo)

Gladak Langen Bogan atau Galabo terletak di sepanjang jalan depan Pusat Grosir Solo dan Beteng Trade Center. Kawasan ini merupakan pusat kuliner yang terletak di Kota Solo. Banyak pedagang makanan yang berjajar di sepanjang kawasan ini mulai dari pagi hingga malam hari. Ketika sore hari, tempat ini menjadi salah satu spot favorit untuk ngabuburit dan buka puasa. Pada malam hari, kursi dan meja disusun di tengah jalan sambil menghadirkan musik live, sehingga pengunjung dapat menikmati suasana syahdu Kota Solo sambil menikmati hidangan lezat.

5. Area Keraton Surakarta



Ketika malam tiba, Keraton Solo menutup pintunya untuk pengunjung. Namun, bagi para pecinta fotografi, bagian luar Keraton Solo menjadi tujuan yang menarik. Mengunjungi Keraton Solo di sore hari adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang senang berbagi foto di platform media sosial seperti Instagram. Lokasi Keraton Solo dan Alun-Alun Kidul berdekatan, sehingga Anda dapat mengunjungi keduanya sekaligus. Salah satu aktivitas di area Keraton Surakarta adalah nongkrong di angkringan yang menyuguhkan kuliner dan minuman, seperti nasi kucing untuk buka puasa.

6. Taman Bendung Tirtonadi

Taman Bendung Tirtonadi, terletak di area Bendungan Tirtonadi, Solo, menampilkan perpaduan yang memukau antara revitalisasi kawasan yang sebelumnya tidak terawat menjadi sebuah taman kota yang cantik dan fungsional. Pemandangan matahari terbenam yang menakjubkan dapat dinikmati di taman ini pada sore hari, menjadikannya tempat favorit untuk menemukan pemandangan indah saat matahari terbenam. Ketika senja berubah menjadi malam, suasana taman berubah menjadi ramai dengan kehadiran pedagang yang menawarkan beragam barang dagangan. Fasilitas seperti kursi atau bangku memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin bersantai, bersosialisasi, atau bahkan melakukan kegiatan olahraga ringan seperti jogging. Taman ini memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke Solo.

Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?