Profil Barron Trump, Anak Donald Trump yang Kaya Raya di Usia Muda
Barron Trump, putra bungsu dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kini menjadi sorotan publik. Di usianya yang masih 19 tahun, kekayaannya telah mencapai sekitar Rp 2,48 triliun. Selain itu, ia juga tengah ramai dibicarakan karena dijodohkan dengan putri Kim Jong Un dalam sebuah candaan netizen.
Kekayaan yang Mengesankan
Barron Trump tidak hanya dikenal sebagai anak presiden, tetapi juga sebagai pengusaha muda yang sukses. Ia mendirikan perusahaan bernama World Liberty Financial (WLFI) bersama ayahnya, Donald Trump, dan kakak laki-lakinya. Sejak Donald Trump kembali menjabat sebagai presiden, WLFI mengalami pertumbuhan pesat, menambah sekitar US$1,5 miliar ke total kekayaan keluarga Trump.
Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen dikabarkan dimiliki oleh Barron. Keuntungan besar ini diperoleh melalui berbagai sumber, termasuk penjualan token, peluncuran stablecoin, serta kemitraan dengan beberapa perusahaan publik. Berikut rincian kekayaan Barron yang diperoleh melalui WLFI:
- US$38 juta dari penjualan token
- US$34 juta dari bisnis stablecoin
- US$41 juta dari kesepakatan dengan Alt5 Sigma
- US$45 juta dari nilai token yang dimilikinya
Barron dilaporkan memiliki sekitar 2,3 miliar token yang masih terkunci. Saat ini, token tersebut dinilai Forbes sebesar US$45 juta. Namun, setelah token tersebut dibuka, Barron berpotensi menjualnya dengan nilai lebih dari US$525 juta.
Perbandingan dengan Keluarga Lain
Kekayaan bersih Barron kini bahkan melampaui kekayaan ibunya, Melania Trump, dan saudara perempuannya, Ivanka Trump. Melalui laporan India Times, kekayaan Melania diperkirakan sekitar US$20 juta, sedangkan Ivanka memiliki harta sekitar US$100 juan.
Riwayat Hidup dan Pendidikan
Mengutip Biography.com, Barron Trump adalah anak tunggal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Ibu Negara Melania Trump. Selama masa jabatan pertama ayahnya, dari tahun 2017 hingga 2021, Barron menjadi satu-satunya dari lima anak presiden yang tinggal di Gedung Putih.
Ia sesekali muncul di samping ayahnya dalam acara kenegaraan maupun publik. Saat ini, Barron berstatus sebagai mahasiswa di Universitas New York (NYU).
Barron William Trump lahir pada 20 Maret 2006 di New York City. Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara hasil tiga pernikahan ayahnya, Barron memiliki empat saudara tiri: Donald Jr. (47), Ivanka (43), Eric (41), dan Tiffany (31). Dengan jarak usia antara 13 hingga 29 tahun dari saudara-saudaranya, Barron sudah menjadi paman sejak bayi. Ia memiliki empat keponakan perempuan: Kai Trump (yang hanya setahun lebih muda darinya), Arabella Kushner, Chloe Trump, dan Carolina Trump.
Sejak kecil, Barron belajar berbicara bahasa Inggris dan bahasa Slovenia, negara asal ibunya. Ia fasih dalam kedua bahasa tersebut dan juga bisa berbicara sedikit bahasa Prancis. Barron dibesarkan di Trump Tower, gedung pencakar langit milik ayahnya di Manhattan, di mana ia memiliki satu lantai penuh untuk dirinya sendiri. Tak heran, Barron tumbuh dalam lingkungan yang serba mewah.
Jodoh dengan Putri Kim Jong Un
Usai membahas profil Barron Trump, anak Donald Trump kini menjadi sorotan usai ramai dijodohkan dengan putri Kim Jong Un. Apa yang terjadi?
Barron Trump (putra Donald Trump) dan Kim Ju Ae (putri Kim Jong Un) sempat ramai dijodohkan oleh netizen sebagai candaan “besanan biar damai” untuk meredakan ketegangan AS-Korea Utara. Dikutip dari akun Instagram @kementerian_kurangajar, ada beberapa foto buatan AI yang membuat kedekatan antara anak Donald Trump dengan putri Kim Jong Un.
“Kim Ju Ae putri Kim Jong Un dijodohkan oleh netizen dengan Barron Trump, putra Donald Trump, agar dunia terhindar dari perang dunia ke-3 dan terciptanya perdamaian,” tulis akun tersebut. Sontak unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari para netizen. Banyak yang pro dan kontra soal hal tersebut.

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."












