UKAW Kupang Latih Guru SMK Malaka Kelola Produk Perikanan

Pelatihan Pengolahan Hasil Perikanan untuk Guru SMK di Kabupaten Malaka

Sejumlah dosen dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Kristen Arta Wacana (UKAW) Kupang mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk memberikan pelatihan pembuatan produk olahan hasil perikanan dan kelautan kepada para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Malaka. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus meningkatkan keterampilan pengajar.

Tujuan dan Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan PKM ini berlangsung selama beberapa hari, mulai dari hari Kamis hingga Sabtu. Acara ini berpusat di SMK Kletek dan melibatkan 33 orang guru dari tujuh sekolah menengah kejuruan yang tersebar di wilayah Kabupaten Malaka. Para peserta diberikan pelatihan tentang berbagai metode pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah seperti abon ikan, puding, dan olahan lainnya.

Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang, Wilson L. Tisera, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi kampus serta penguatan kapasitas masyarakat.

“Harapan kami adalah dengan pelatihan ini, kapasitas guru-guru SMK meningkat dan dapat ditularkan kepada siswa-siswi mereka,” ujarnya.

Konsep One School One Product

Wilson menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur yang dikenal dengan konsep One School One Product atau satu sekolah satu produk unggulan. Dengan demikian, setiap sekolah diharapkan mampu mengembangkan produk olahan berbasis potensi lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Selain itu, produk olahan perikanan yang kaya gizi dinilai memiliki peran penting dalam mendukung program penanggulangan stunting serta program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang digalakkan oleh pemerintah.

Potensi Sumber Daya Perikanan di Kabupaten Malaka

Kepala Lembaga Penelitian Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UKAW Kupang, Alfred Kase, menjelaskan bahwa Kabupaten Malaka memiliki potensi sumber daya perikanan yang cukup besar. Namun, selama ini sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Menurut Alfred, melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan, potensi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang memiliki daya saing lebih tinggi di pasaran. Ia menilai bahwa potensi ini tidak hanya untuk konsumsi langsung, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi berbagai varian produk dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Pemilihan guru SMK sebagai sasaran pelatihan dilakukan dengan tujuan agar keterampilan tersebut dapat diteruskan kepada para siswa sebagai bekal kewirausahaan di masa depan.

Langkah Berikutnya: Pendampingan dan Pemasaran

Alfred menambahkan bahwa kegiatan pelatihan tidak berhenti pada tahap pengolahan produk saja, tetapi diharapkan berlanjut pada tahap pendampingan pemasaran hingga proses perizinan usaha. Pendampingan mencakup pelatihan pemasaran digital melalui media sosial agar para pelaku usaha muda dapat memanfaatkan teknologi untuk memasarkan produk mereka.

Ia menilai bahwa anak-anak sekarang sudah terbiasa menggunakan handphone. Oleh karena itu, harapan mereka bukan hanya menggunakan HP untuk bermain game, tetapi juga bisa memanfaatkannya untuk memasarkan produk melalui media sosial.

Untuk memperluas jangkauan pemasaran, produk olahan tersebut juga perlu dilengkapi dengan berbagai perizinan usaha seperti izin PIRT, BPOM, serta sertifikasi halal. Proses ini membutuhkan pendampingan dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk dinas terkait seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi serta instansi kesehatan.

Kerja Sama dengan Pihak Terkait

Alfred menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan kegiatan serupa di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur, termasuk di daratan Flores, dengan menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang memiliki kompetensi dalam bidang pendampingan perizinan usaha.


Atikah Zahirah

Seorang Penulis berita yang menelusuri tren budaya pop, musik, dan komunitas kreatif. Ia suka menghadiri acara seni, menonton konser, serta memotret panggung. Waktu luangnya ia gunakan untuk mendengarkan playlist indie. Motto: “Budaya adalah denyut kehidupan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?