Serukan Solidaritas Bangsa, Hery Susanto: Ramadan Waktu Memperkuat Doa dan Kepedulian

Perayaan Ramadan yang Penuh Kepedulian dan Kebersamaan

Pada malam yang hangat di bulan suci Ramadan, Masjid Raya Al Ittihad menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk melaksanakan doa bersama. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memohon keselamatan bangsa dan negara, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa. Dalam rangkaian acara tersebut, dilakukan pula penyaluran santunan sembako kepada mereka.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi antara berbagai organisasi seperti Ketua Gerakan Pemuda Non-Blok, Korp OIC Youth Indonesia, DPP KNPI, NYC Indonesia, serta Lazis KAHMI. Sinergi ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial masih menjadi nilai penting dalam masyarakat.

Pesan Penting dari Hery Susanto

Hery Susanto hadir sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pesan tentang pentingnya memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, Ramadan adalah momentum yang tepat untuk memperluas kepedulian terhadap sesama.

“Ramadan bukan hanya tentang ibadah pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita memperluas kepedulian kepada sesama. Ketika kita berbagi, sesungguhnya kita sedang memperkuat persaudaraan dan solidaritas sosial,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi inisiatif berbagai elemen masyarakat yang berkolaborasi dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, sinergi lintas organisasi menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan penting di tengah masyarakat.

“Saya mengapresiasi inisiatif yang luar biasa ini karena mampu menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa, kegiatan seperti ini harus terus kita jaga dan kita kembangkan,” tambahnya.

Kepedulian Sosial dalam Bulan Ramadan

Hery menilai bahwa kepedulian sosial di bulan Ramadan memiliki makna yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat. Ia menjelaskan bahwa Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, sehingga setiap kebaikan yang kita lakukan akan dilipatgandakan pahalanya.

“Dengan berbagi, kita belajar untuk lebih peduli dan tidak melupakan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memperkuat doa bersama bagi keselamatan bangsa dan negara. Menurutnya, di tengah berbagai tantangan global, doa menjadi kekuatan moral yang penting bagi masyarakat Indonesia.

“Mari kita panjatkan doa agar bangsa ini selalu diberikan keselamatan dan kedamaian. Doa adalah kekuatan spiritual yang mampu menyatukan hati kita semua,” imbuhnya.

Persatuan dan Kebersamaan

Hery menekankan bahwa persatuan dan kebersamaan menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Menurutnya, masyarakat perlu terus menjaga semangat persaudaraan di tengah perbedaan. Saat ini dunia menghadapi banyak ketidakpastian, sehingga kita harus semakin memperkuat persaudaraan.

“Persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat memperbanyak amalan selama bulan Ramadan, seperti membaca Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan petunjuk hidup. Salah satu amalan yang sangat baik di bulan Ramadan adalah membaca dan merenungkan ayat-ayat Al-Qur’an.

“Ayat-ayat itu memberikan ketenangan dan mengingatkan kita untuk selalu dekat dengan Allah,” terangnya.

Ayat yang Menginspirasi

Hery kemudian mencontohkan firman Allah dalam Surah Al-Fajr ayat 27–30 yang menurutnya memiliki makna spiritual yang sangat dalam.

“Allah memanggil jiwa-jiwa yang tenang untuk kembali kepada-Nya dengan penuh keridhaan. Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya,” ujarnya.

Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku,” lanjutnya mengutip ayat tersebut. Menurutnya, pesan tersebut menjadi pengingat bagi manusia untuk menjalani hidup dengan ketenangan dan keikhlasan.

“Jika kita mengamalkannya, insyaallah hati kita akan menjadi lebih tenang,” pungkas Hery.

Partisipasi Berbagai Unsur Masyarakat

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan organisasi. Turut hadir Pengurus Masjid Raya Al Ittihad, Pengurus UPZ Al Ittihad, para marbot dan relawan, orang tua murid BBA Al Ittihad, serta para tamu undangan lainnya. Hadir pula perwakilan organisasi yang terlibat dalam kolaborasi kegiatan tersebut. Mereka yang kami hormati turut bersama-sama mengikuti rangkaian doa dan penyerahan santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.

Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?