Perdebatan Sengit di Program Rakyat Bersuara
Debat sengit terjadi dalam program Rakyat Bersuara yang tayang di iNews TV dan viral di media sosial. Perdebatan ini melibatkan beberapa tokoh, termasuk Permadi Arya, Feri Amsari, Ikrar Nusa Bhakti, serta Abu Janda. Topik utama yang dibahas adalah peran Amerika Serikat dalam sejarah kemerdekaan Indonesia dan hubungan Indonesia dengan Palestina.
Perdebatan memanas hingga moderator acara, Aiman Witjaksono, meminta Abu Janda untuk keluar dari studio. Usai acara, Feri Amsari mengkritik gaya bicara Abu Janda melalui unggahan di akun Threads-nya.
Perdebatan Soal Peran Amerika Serikat dalam Kemerdekaan Indonesia
Dalam forum diskusi tersebut, Abu Janda berdebat dengan pakar hukum tata negara Feri Amsari serta mantan Duta Besar Indonesia untuk Tunisia Ikrar Nusa Bhakti. Perdebatan bermula ketika Abu Janda menyoroti peran Amerika Serikat dalam proses pengakuan kedaulatan Indonesia dari Belanda pada 1949.
” tahun 1949 Belanda mudik karena ditekan Amerika. Amerika mengancam akan menghentikan bantuan jika Belanda tetap menjajah Indonesia,” ujar Abu Janda. Ia juga menyebut bahwa Amerika Serikat memiliki pengaruh besar dalam mendorong Belanda mengikuti Konferensi Meja Bundar serta mengeluarkan resolusi di Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Eks Dubes Beri Catatan Kritis
Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi oleh Prof. Ikrar Nusa Bhakti. Menurutnya, dukungan Amerika Serikat kepada Indonesia saat itu tidak semata-mata dilandasi solidaritas. Ia menilai sikap Washington lebih didorong oleh kepentingan geopolitik di tengah situasi perang ideologi global.
“Amerika turun tangan pada 1948–1949 karena ketakutan Indonesia jatuh ke tangan komunis,” jelas Ikrar merujuk pada buku Revolution and Nationalism in Indonesia karya George McTurnan Kahin. Ia juga menyinggung kembali sejarah keterlibatan Amerika Serikat dalam dinamika politik Indonesia, termasuk dugaan dukungan terhadap pemberontakan PRRI dan Permesta pada masa awal kemerdekaan.
Ketegangan mulai meningkat ketika Abu Janda memotong penjelasan tersebut dengan nada tinggi, sehingga suasana diskusi menjadi tidak kondusif.
Debat Berlanjut soal Hubungan Indonesia–Palestina

Perdebatan kemudian melebar ke isu hubungan Indonesia dengan Palestina. Dalam kesempatan itu, Feri Amsari menyampaikan bahwa Indonesia memiliki hubungan historis yang kuat dengan Palestina. Ia merujuk pada dukungan diplomatik dan bantuan finansial dari saudagar Palestina Muhammad Ali Taher pada masa perjuangan kemerdekaan.
Namun, Abu Janda menolak pandangan tersebut dan menyebut informasi mengenai jasa Palestina sebagai hoaks. Perbedaan pandangan tersebut memicu perdebatan yang semakin panas di studio.
Aiman Witjaksono Ambil Sikap Tegas
Melihat diskusi mulai keluar dari jalur dan penggunaan kata-kata yang dinilai tidak pantas dalam forum publik, Aiman Witjaksono sebagai moderator akhirnya menghentikan situasi yang memanas. “Jika Anda tidak bisa tertib, keluar! Keluar!” tegas Aiman kepada Abu Janda. Keputusan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban diskusi dalam program yang disiarkan secara langsung.
Feri Amsari Kritik Gaya Bicara Abu Janda
Setelah acara tersebut, Feri Amsari turut menanggapi perdebatan yang terjadi melalui akun Threads-nya. Ia menilai gaya komunikasi Abu Janda dalam diskusi tersebut tidak pantas ditampilkan di ruang publik. “Saat offair dia ngaku bukan bilang jing tapi jir.” “Saya bilang dia bohong. Video ini menjelaskan rusaknya orang ini. TV dan media lain harusnya melarang orang ini dengan keras,” tulis Feri dalam unggahannya.
Sosok Aiman Witjaksono
Aiman Adi Witjaksono lahir 8 Juli 1978. Ia adalah seorang jurnalis dan politikus Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Sebelumnya Aiman cukup lama berkarya di RCTI sebagai reporter hingga Produser Eksekutif sekaligus penyiar. Di RCTI, terakhir ia merupakan penyiar program berita Seputar Indonesia.
Di Kompas TV sejak Januari 2012 hingga November 2022, ia menjadi pembawa acara Aiman, yang membahas mendalam dan membongkar misteri dari berbagai isu terkini di tengah masyarakat. Aiman menjadi Pemimpin Redaksi di MNC Group tetapi pada penghujung tahun 2023, Aiman cuti sementara dari dunia jurnalistik karena berkecimpung pada dunia perpolitikan.
Aiman mulai pertama kali bergabung resmi bersama RCTI sejak bulan Mei 2002. Namun dunia Televisi bukanlah hal baru baginya. Sejak tahun 1980-an saat ia masih kanak-kanak, ia pernah menjadi bintang tamu program acara TVRI kala itu.
Sebelum bergabung di RCTI, Aiman yang hobi beladiri dan pelatih Tae Kwon Do ini juga pernah berkarier di media.com, yakni PT Kopitime Dot Com Tbk. (Afiliasi dari Perusahaan Grup Bakrie) sebagai Head Section of B-to-B (Business To Business) E-Commerce Media.
Pimpinan OSIS SMP 85 Jakarta dan Ketua MPK pada SMA Negeri 34 Jakarta ini berhasil meraih gelar Sarjana Teknik Industri-nya dari Sekolah Tinggi Teknologi Telkom Bandung, Jawa Barat di mana ia juga pernah aktif sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan aktif menjadi pengurus Himpunan Mahasiswa internal serta kerap menulis di kampusnya.
Pada tahun 2004, Aiman terpilih sebagai pemandu utama siaran langsung “Pemilu Eksekutif dan Legislatif 2004”. Selain itu Aiman juga berhasil meraih penghargaan sebagai “Jurnalis Muda Berprestasi” dari Departemen Luar Negeri RI pada tahun 2006.
Pada tahun 2010, Aiman berhasil lulus dalam studi pascasarjana S2 dibidang Manajemen Komunikasi dengan Sub Bidang Komunikasi Politik dan Media Massa di Universitas Indonesia. Di sini kerja kerasnya tidak sia – sia. Ia berhasil meraih kategori LULUSAN TERBAIK pada Departemen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, lulus dengan nilai paling tinggi dan predikat SUMMA CUM LAUDE.
Di akhir kariernya di RCTI pada tahun ke-10, Aiman Witjaksono menduduki posisi wartawan senior-Produser Eksekutif pada program berita utama Seputar Indonesia. Aiman juga kerap diminta untuk berbagi pengalaman dan ilmu dengan menjadi dosen tamu untuk mata kuliah yang berhubungan dengan Media Massa, Jurnalistik hingga Public Relations di berbagai universitas di Jakarta dan Jawa Barat.
Sebelum bergabung dengan Kompas TV dan setelah meninggalkan RCTI, Aiman sempat pindah ke stasiun televisi milik pemerintah TVRI Nasional sejak 1 Desember 2011 hingga 30 April 2012. Selama masa jabatannya sebagai penyiar berita TVRI, Aiman membawakan program-program berita yang ditayangkan di TVRI seperti Warta Pagi, Warta Siang, English News Service, Warta Malam dan Dialog.
Setelah hanya 5 bulan menjabat sebagai penyiar berita TVRI, kecintaannya terhadap dunia media massa televisi mengantarkan Aiman menempuh tantangan baru kini sebagai News Anchor dan juga jurnalis senior di Kompas TV sejak 1 Mei 2012. Di KompasTV Aiman Witjaksono menjadi pemandu acara Aiman Dan… terkait dengan “uji publik” para Calon Presiden yang akan maju dalam Pemilihan Presiden 2014. Kemudian sejak Januari 2015 hingga November 2022, ia menjadi Host program utama KompasTV, AIMAN, yang disiarkan di KompasTV, setiap Senin, Pukul 20.30 wib, yang dikenal dengan laporan EKSKLUSIF!
Dari Program ini, Aiman Witjaksono meraih penghargaan Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia 2014 sebagai Presenter Talkshow Terbaik yang diberikan pada bulan November 2014.
Pada tahun 2015, atas kiprahnya selama ini menjadi jurnalis, Aiman dianugerahi Elizabeth O’Neill Journalism Award oleh Departemen Luar Negeri Australia. Kembali pada 2017, Aiman juga meraih penghargaan dari Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sebagai Presenter Talkshow Terbaik.
Pada 2018 ia juga memenangi penghargaan bergengsi PANASONIC GOBEL AWARD, sebagai PRESENTER BERITA TERFAVORIT 2018. Juga pada tahun 2018, ia terpilih untuk mengikuti Program Fellowship IVLP dari Pemerintah Amerika Serikat untuk belajar mengenai Jurnalisme Investigasi di berbagai Universitas di Amerika Serikat.
Di KompasTV ia menjabat sebagai Kepala Departemen (News Manager) Investigasi & Dokumenter. Sejak 1 November 2022, ia menempuh karier barunya di tempat ia “dilahirkan” sebagai seorang Profesional Televisi, yakni di MNC Group sebagai Pemimpin Redaksi. Ia adalah Pemimpin Redaksi Sindonews TV dan Wakil Pemimpin Redaksi iNews. Mulai 23 November 2022, Aiman membawakan program gelar wicara berbasis berita di iNews berjudul The Prime Show with AIMAN.












