Kembali Diperbincangkan, Kasus Gugatan Lagu Nuansa Bening yang Melibatkan Keenan Nasution dan Rudi Pekerti
Setelah kabar duka mengenai meninggalnya Vidi Aldiano pada 7 Maret 2026, nama Keenan Nasution dan Rudi Pekerti kembali menjadi perhatian publik. Keduanya sempat menggugat Vidi Aldiano ke pengadilan terkait lagu Nuansa Bening dengan nilai tuntutan mencapai Rp 24,5 miliar. Gugatan ini menjadi salah satu beban pikiran bagi Vidi saat ia menjalani pengobatan kanker ginjal.
Perkembangan Kasus Gugatan
Keenan Nasution dan Rudi Pekerti diketahui menggugat Vidi Aldiano karena dianggap telah membawakan lagu Nuansa Bening secara komersial tanpa izin selama sekitar 16 tahun. Lagu tersebut awalnya diciptakan oleh Keenan Nasution dan dirilis pada 1978. Namun, Vidi Aldiano merilis aransemen ulang lagu tersebut dalam album Pelangi di Malam Hari pada 2008, yang kemudian menjadi salah satu karya hits yang mengantarkan karier musiknya.
Gugatan ini menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar dan masyarakat luas. Terlebih, kasus hukum ini berlangsung ketika Vidi sedang berjuang melawan penyakit serius. Situasi tersebut disebut-sebut menjadi beban pikiran bagi Vidi selama masa pengobatan.
Pada November 2025, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memutuskan mengabulkan eksepsi Vidi Aldiano. Artinya, gugatan Keenan Nasution dinyatakan tidak dapat diterima karena dinilai cacat formil atau kurang pihak.
Respons dari Rekan Sesama Musisi
Raffi Ahmad, rekan sesama musisi Vidi, menyampaikan kenangan tentang polemik ini. Ia mengingat bahwa Vidi sempat merasa pusing akibat gugatan tersebut. “Aku bilang sama Vidi ‘pokoknya Vidi Insya Allah enggak kenapa-kenapa, enggak usah takut’ karena kan dia digugat berapa puluh miliar,” ujarnya.
Raffi juga menyatakan janji untuk terus mendampingi Vidi menghadapi kasus tersebut. “Aku sama Ariel video call ‘udah Vid, Insya Allah gue jagain dari belakang. Aman Insya Allah,” ucap suami Nagita Slavina itu.
Kehidupan dan Karier Keenan Nasution
Keenan Nasution adalah seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu Indonesia. Ia lahir dari keluarga menengah ke atas yang tinggal di Jalan Pegangsaan. Keenan memiliki lima saudara, empat di antaranya menjadi musisi. Ia tergabung dalam grup Sabda Nada pada 1966, yang kemudian berganti nama menjadi Gipsy.
Gipsy terkenal hingga tampil di restoran Ramayana di Amerika Serikat tahun 1972, diundang oleh sang pemilik, Ibnu Sutowo. Setelah itu, Keenan sempat menjadi personel God Bless. Pada tahun 1975, ia membentuk Badai Band bersama Chrisye, Fariz RM, Yockie Suryoprayogo, Roni Harahap, dan Guruh Soekarnoputra, namun tidak sempat mengeluarkan album.
Keenan juga pernah bekerja sama dengan Benyamin Sueb dalam pembuatan album Biang Kerok (1992).
Riwayat Penyakit dan Kehidupan Vidi Aldiano
Vidi Aldiano pertama kali mengumumkan bahwa ia menderita kanker ginjal pada 2019. Enam tahun lamanya, ia berjuang melawan penyakit tersebut. Ia bahkan sudah menjalani pengangkatan ginjal demi menghilangkan sel kanker di tubuhnya. Namun, rupanya penyakit tersebut sudah tersebar di tubuhnya.
Karena kondisinya yang semakin memburuk, Vidi memutuskan untuk vakum dari dunia hiburan agar bisa fokus menjalani proses pengobatan. Ia juga sempat menyiapkan album baru. Sayangnya, ia wafat pada Sabtu, 7 Maret 2026, tepat sebelum buka puasa.













