Kunjungi Rumah Jokowi, Rismon Bawa Makanan dan Ulos Batak sebagai Tanda Baik

Pertemuan Simbolis Rismon Sianipar dengan Mantan Presiden Jokowi

Pertemuan antara ahli digital forensik Rismon Sianipar dengan mantan presiden Joko Widodo (Jokowi) di Solo berlangsung dengan nuansa yang sangat simbolis. Rismon datang ke rumah Jokowi sambil membawa makanan dan kain ulos Batak, yang menjadi simbol itikad baik dalam upaya menyelesaikan kasus melalui mekanisme Restorative Justice.

Kedatangan Rismon dilakukan bersama pengacaranya, Jahmada Girsang, ke kediaman Jokowi di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, pada hari Kamis (12/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, Rismon menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Jokowi terkait polemik ijazah yang sebelumnya ia persoalkan. Ia juga meminta maaf kepada publik atas permasalahan yang sempat mencuat.

Hasil Penelitian Terbaru Menyatakan Ijazah Jokowi Asli

Dalam pernyataannya, Rismon menegaskan bahwa hasil penelitian terbarunya tidak menemukan kejanggalan pada ijazah Jokowi. Kesimpulan ini berbeda dari pernyataan sebelumnya yang sempat ia sampaikan dalam persidangan. Rismon menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut diperoleh setelah melakukan penelitian lanjutan dengan metode yang berbeda dari sebelumnya.

“Bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah Pak Jokowi baik yang diupload Dian Sandi Utama maupun yang di gelar perkara khusus. Percayalah bagi yang nggak percaya juga bebas. Seminggu yang lalu saya sampaikan ke penyidik,” ujar Rismon.

Ia mengungkapkan bahwa hasil penemuan baru menyatakan bahwa watermark dan emboss yang ada pada dokumen yang diupload Dian Sandi Utama konsisten dengan yang ia lihat saat gelar perkara khusus. Rismon juga menyebut kini dapat melihat watermark dan emboss pada dokumen tersebut, yang sebelumnya tidak berhasil ia temukan.

Sementara terkait hologram, ia mengakui bahwa pada ijazah tersebut memang tidak terdapat fitur tersebut. Ia kemudian membandingkan dokumen itu dengan ijazah milik saksi lain dalam persidangan.

“Setelah itu saya melanjutkan dengan apa yang dimiliki oleh Pak Rujito yang menjadi saksi di sidang CLS. Saya temukan konsisten pada pola watermark dan emboss. Dan tidak ditemukan hologram. Saya tanyakan apakah benar ada hologram di ijazah yang ditunjukkan menjadi bukti sidang CLS. Bang Andhika mengatakan salah. Sepertinya itu salah penyebutan. Yang dinyatakan hologram adalah embos. Ketika di-center embos yang terlihat semakin tegas bukan hologram. Fitur yang tadi disebutkan tadi itu membuat saya meyakini temuan baru saya tersebut,” jelasnya.

Upaya Damai Lewat Restorative Justice

Pengacara Rismon, Jahmada Girsang, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke rumah Jokowi bertujuan menyelesaikan perkara secara damai. Menurutnya, salah satu syarat utama dalam mekanisme Restorative Justice adalah adanya kesepakatan saling memaafkan antara kedua pihak.

“Apa syarat-syaratnya oleh sebab itu saya hadir untuk menjelaskan itu. Sebenarnya semua sudah jelas. Syarat untuk mekanisme Restorative Justice harus ada saling maaf-memaafkan. Tentu kita tadi sudah sampaikan. Dan kita sudah sampaikan secara tertulis. Nanti akan dilanjutkan kembali hanya untuk administrasinya,” tutur Jahmada.

Pertemuan Berlangsung Hangat

Jahmada menuturkan bahwa pertemuan dengan Jokowi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Ia optimistis proses penyelesaian perkara secara damai dapat segera tercapai.

“Cukup bersahabat. Sudah ketawa di dalam. Menjelang puasa seperti ini. Benar-benar seperti yang kita harapkan. Kita diterima secara pribadi oleh Pak Jokowi,” ujarnya.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?