Profil Muhammad Adios, Bupati Buton Selatan yang Viral Karena Perselisihan dengan Wakilnya La Ode Risawal, Mantan Pelaut

Profil Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios

Muhammad Adios, Bupati Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), memiliki latar belakang yang cukup menarik. Ia berpasangan dengan Wakil Bupati (Wabup) Busel, La Ode Risawal, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Keduanya resmi dilantik sebagai kepala daerah di kabupaten yang baru berusia 11 tahun ini pada 20 Februari 2026 lalu.

Kepemimpinan Adios-Risawal menakhodai daerah hasil pemekaran Kabupaten Buton tersebut masih seumur jagung. Namun, pasangan yang diusung Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini dikabarkan mulai berseberangan. Puncaknya, video viral saat Risawal mendatangi Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Busel beredar luas. Tak bertemu Adios yang sedang tak berada di rujabnya, Risawal marah-marah melampiaskan kekesalannya.

Aksi wakilnya ini disesalkan oleh Adios yang dikonfirmasi. “Saya sangat sesalkan insiden ini,” katanya, Rabu (11/03/2026) malam. Sementara itu, Risawal belum memberikan respons hingga Kamis (12/03/2026).

Kabupaten Buton Selatan yang dipimpin duet Adios-Risawal berdiri pada 23 Juli 2014. Pembentukannya disahkan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2014. Sejak berdiri, kabupaten ini baru dipimpin 3 bupati definitif, salah satunya wabup yang jadi bupati menggantikan bupati definitifnya. Daerah ini juga pernah dipimpin 6 penjabat (pj) bupati serta 1 pelaksana tugas (plt) bupati.

Wilayah kabupaten beribukota Batauga yang berada di Pulau Buton ini terdiri dari 7 kecamatan. Kabupaten ini bisa diakses melalui jalur laut dari Kota Kendari, ibu kota Provinsi Sultra. Salah satunya dengan kapal cepat via Kota Baubau sekitar 6-7 jam, kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar 30-45 menit.

Latar Belakang Muhammad Adios

Muhammad Adios lahir di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 2 Oktober 1962, atau saat ini berusia 62 tahun. Masa kecil hingga remaja Adios dihabiskan di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Provinsi NTT. Kota ini berada di pesisir pantai utara Pulau Flores.

Muhammad Adios menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Dasar atau SD Contoh Maumere. Kemudian, menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di daerah tersebut. Adios kemudian pindah ke Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Selanjutnya, menyelesaikan pendidikan menengah atas hingga perguruan tingginya di wilayah Kepulauan Buton tersebut.

Muhammad Adios menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Mutiara Baubau pada 1985. Sekolah tersebut berlokasi di Jalan Mutiara, Kelurahan Lamangga, Kecamatan Murhum. Adios kemudian menyelesaikan pendidikan sarjana atau S1 di Universitas Dayanu Ikhsanuddin atau Unidayan Baubau tahun 1994. Dia menyandang gelar Sarjana Sosial (SSos) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) perguruan tinggi tersebut tahun 1998.

Karier dan Perjalanan Politik

Berdasarkan informasi, Muhammad Adios pernah berkarir di salah satu perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) sektor pelayaran. Adios dikabarkan pernah menjadi pejabat cabang BUMN pelayaran tersebut di Kota Baubau, Provinsi Sultra. Begitupun Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Ia pernah turut dalam sejumlah pelayaran. Saat dirinya berkesempatan berlayar di Buton, ia sangat antusias. Pasalnya, untuk pertama kalinya, dirinya berlayar di kampung halamannya tersebut. “Saya lihat pemetaan, masuk (pelayaran) di Buton. Setelah saya berlayar, saya beli biskuit 20 kaleng. Saya sampaikan sama juru mudi saya, kalau lihat nelayan, kasi bangun saya,” tuturnya saat diwawancarai dalam program Wawancara Khusus.

Adios mengungkapkan sambil melemparkan biskuit pada para nelayan, ia berharap ingin mengabdi ke kampung halaman leluhurnya tersebut. “Mudah-mudahan saya bertugas di kampung leluhurku ini,” jelasnya.

Setelah purnatugas, Muhammad Adios berkiprah di dunia bisnis. Dia terjun bisnis distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk kapal hingga perusahaan pelayaran. Berdasarkan Pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Adios tercatat memiliki sejumlah kapal SPOB Semi Tengker. Kapal SPOB (Self-Propelled Oil Barge) adalah kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut muatan minyak.

Sukses di dunia usaha, Muhammad Adios terjun ke dunia politik. Adios tercatat menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang atau DPC Gerindra Buton Selatan. Hingga namanya sempat digadang-gadang masuk bursa calon Bupati Busel pada Pilkada 2017 silam, tapi urung berkontestasi.

Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Muhammad Adios maju calon anggota legislatif (caleg) DPR RI, namun belum terpilih. Adios kemudian mencalonkan diri sebagai calon Bupati Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), periode 2025-2030.

Biodata Muhammad Adios

Berikut biodata Muhammad Adios, sosok Bupati Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara (Sultra), periode 2025-2030:

Data Diri

  • Nama: Muhammad Adios Ssos
  • Lahir: Flores, 2 Oktober 1962
  • Usia: 62 tahun
  • Alamat: Kota Baubau, Sulawesi Tenggara
  • Pendidikan Terakhir: S1
  • Pekerjaan: pengusaha

Riwayat Pendidikan

  • SD Contoh Maumere 1970-1976
  • SMP Negeri Maumere 1976-1979
  • SMA Mutiara Baubau 1982-1985
  • S1 Universitas Dayanu Ikhsanuddin Baubau 1994-1998.
Rusmawan

Rusmawan adalah seorang penulis berita online yang serbabisa dalam menguraikan berbagai peristiwa menjadi berita yang jelas dan ringan. Ia suka membaca opini, melakukan riset pendek, dan membuat rangkuman harian. Di waktu senggang, ia menikmati musik instrumental. Motto: “Informasi yang baik dimulai dari niat yang baik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?