2 Hal yang Membuat Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli

Peneliti Rismon Sianipar Akui Kesalahan dan Minta Maaf Kepada Jokowi

Setelah melakukan penelitian ulang, Rismon Sianipar akhirnya mengakui bahwa ijazah S1 Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dari Universitas Gadjah Mada adalah asli. Hal ini dilakukan setelah ia menemukan adanya elemen watermark dan embos yang sebelumnya tidak teridentifikasi secara tepat dalam analisis awalnya.

Rismon menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Jokowi di Solo, Kamis (12/3/2026). Ia juga mengajukan penyelesaian perkara melalui mekanisme Restorative Justice. Ini merupakan langkah pertama yang dilakukan oleh Rismon sebagai tersangka kasus tudingan ijazah palsu terhadap Jokowi.

2 Elemen Ijazah Jokowi

Dalam penjelasannya melalui kanal YouTube Balige Academy, Rismon menjelaskan bahwa kesalahan dalam buku Jokowi’s White Paper terkait dengan elemen watermark dan embos. Ia mengatakan bahwa dua komponen tersebut memang ada pada ijazah Jokowi, tetapi sebelumnya tidak teridentifikasi secara tepat dalam analisis yang ia lakukan.

“Miss di situ yaitu terkait watermark dan terutama embos, itu memang ada di dalam dokumen tersebut,” kata dia. Dalam penelitian ulang, Rismon menggunakan metode serupa dengan penelitian sebelumnya, tetapi menambahkan variabel teknis seperti rotasi, translasi, serta pencahayaan pada objek analisis.

Hasil kajian terbaru ini membuktikan bahwa keaslian dokumen ijazah Jokowi tidak lagi diragukan dari sudut pandang digital forensik. Rismon juga menegaskan bahwa penelitian yang ia lakukan sejak awal tidak didorong oleh kepentingan politik. “Apa yang saya lakukan murni ilmiah tanpa motivasi politik, tanpa motivasi apapun,” ujarnya.

Tidak Dipengaruhi Siapapun

Rismon menegaskan bahwa tindakannya ini tidak dipengaruhi oleh siapapun. Sebagai peneliti independen yang bebas terhadap pengaruh siapapun, ia berpegang pada objektivitas penelitian dan hasil temuan baru. Ia menyatakan bahwa memang ada watermark dan embos pada ijazah Jokowi.

Permintaan maaf disampaikan Rismon saat bersama pengacaranya, Jahmada Girsang, bertemu Jokowi di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo. Dalam pertemuan itu, Rismon menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan bahwa ijazah Jokowi adalah asli.

Bawa Kain Ulos Khas Batak sebagai Simbol Perdamaian

Jahmada Girsang menyebut pertemuan berlangsung dalam suasana hangat. Ia datang membawa oleh-oleh berupa makanan dan kain ulos khas Batak sebagai simbol perdamaian. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyelesaikan perkara melalui mekanisme Restorative Justice.

Syarat utama dalam mekanisme ini adalah kedua pihak saling memaafkan. Jahmada memastikan hal ini telah dilakukan dan akan mengurus administrasi formal agar kesepakatan damai tercapai. Rismon menambahkan bahwa Jokowi menerima mereka dengan baik, memberikan harapan bahwa kasus ini dapat diselesaikan secara damai.

Hasil Penelitian Terbaru Tegaskan Keaslian Ijazah Jokowi

Rismon, yang sebelumnya pernah menyatakan adanya kejanggalan pada ijazah Jokowi, kini menarik kesimpulan berbeda. Ia memastikan tidak ada kejanggalan pada dokumen tersebut. “Bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah Pak Jokowi baik yang diupload Dian Sandi Utama maupun yang di gelar perkara khusus,” ungkapnya.

Kesimpulan ini diperoleh setelah Rismon melakukan penelitian lanjutan dengan metode berbeda dari sebelumnya. Ia menemukan adanya watermark dan emboss yang konsisten dengan dokumen asli, meski hologram pada ijazah tersebut memang tidak ada.

Akui Temuan Salah

Selepas bertemu Jokowi, Rismon mengaku membuat kesalahan dalam menyebut ijazah Jokowi palsu. Salah satu kesalahan itu adalah soal emboss di ijazah Jokowi. Ia pun mengakui kesalahan ini akan membuat ia menerima dampak yang tidak mengenakkan. “Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu,” katanya.

Minta Maaf di Kanal YouTube

Sebelumnya, Rismon juga menyampaikan permintaan maaf kepada Jokowi melalui tayangan yang diunggah di akun YouTube Balige Academy. Dalam tayangan tersebut, Rismon juga mengakui bahwa ijazah Jokowi asli. Ia menerangkan, ada kesalahan dalam hasil penelitiannya yang tertuang pada buku Jokowi’s White Paper yang ditulisnya bersama pakar telematika Roy Suryo, dan pegiat media sosial, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa.

Menurut Rismon, kesalahan penelitiannya berkaitan dengan watermark (tanda air) dan emboss pada ijazah Jokowi. Setelah buku Jokowi’s White Paper terbit, Rismon mengaku melakukan penelitian ulang, yang mana terungkap bahwa dua komponen tersebut memang ada pada ijazah ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tersebut.

Tersakiti dengan Temuan Sendiri

Adapun setelah pertemuan dengan Jokowi di Solo pada Rabu (12/3/2026) hari ini, Rismon Sianipar juga menyinggung temuan kesalahan terkait ijazah Sang Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta. Menurutnya, salah satu kesalahannya adalah soal emboss di ijazah Jokowi. Rismon mengaku, kesalahan tersebut telah berbuntut pada polemik yang tidak mengenakkan, sehingga ia merasa harus jujur dalam mengakuinya.

Rismon juga mengungkap, dirinya turut merasa tersakiti dengan temuannya sendiri mengenai kesalahan terkait tudingan ijazah palsu Jokowi. “Saya juga merasa tersakiti terhadap temuan saya sendiri, karena saya harus jujur menyatakan temuan saya itu,” tutur Rismon kepada wartawan selepas bertatap muka dengan Jokowi di Solo, dilansir TribunSolo.com.

Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Ketiga yang Ajukan RJ

Sebelumnya, ada delapan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada Jumat (7/11/2025) lalu, terkait laporan yang dilayangkan Jokowi, buntut tudingan ijazah palsu. Namun, mereka yang ramai mempermasalahkan keabsahan ijazah Jokowi ini berada dalam kluster berbeda, dengan sangkaan pasal berbeda pula.

Rismon Hasiholan Sianipar kini menjadi tersangka kasus Jokowi ketiga yang mengajukan restorative justice. Sebelumnya, dua tersangka dari klaster satu, yakni Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis mengajukan restorative justice pada awal Januari 2026 lalu. Setelah mekanisme RJ tersebut ditempuh, keduanya terlepas dari status tersangka, seusai mendapatkan SP3 yang diterbitkan oleh Polda Metro Jaya.


Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?