Permintaan Maaf Rismon Hasiholan Sianipar dan Klarifikasi Terkait Ijazah Jokowi
Rismon Hasiholan Sianipar, seorang peneliti, akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya. Ia mengakui bahwa analisis yang sebelumnya ia lakukan mengenai ijazah Jokowi mengandung kesalahan teknis. Hal ini menunjukkan bahwa ia berkomitmen untuk menjunjung kebenaran ilmiah dalam setiap penelitian yang dilakukannya.
Permintaan maaf Rismon disampaikan melalui video klarifikasi yang diunggah di kanal Balige Academy pada Rabu (11/3/2026). Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa temuan-temuan yang sebelumnya ia umumkan telah melukai keluarga Jokowi dan Jokowi sendiri. Ia meminta maaf secara gentleman dan mengakui adanya koreksi-koreksi yang muncul akibat data yang tidak lengkap, rotasi atau translasi, maupun resolusi pada data yang ia uji.
Selain itu, Rismon juga menyatakan bahwa dokumen ijazah Jokowi yang diunggah oleh kader Partai Solidaritas Indonesia, Dian Sandi Utama, adalah autentik atau asli. Hal ini menjadi penting karena sebelumnya ia sempat menyatakan keraguan terhadap keaslian ijazah tersebut.
Sikap Jokowi yang Relatif Sabar
Sepanjang perjalanan politiknya, Jokowi dikenal memiliki karakter yang relatif jarang merespons kritik dengan langkah hukum secara pribadi. Dalam banyak kasus, mantan Wali Kota Solo itu lebih sering memilih pendekatan komunikasi atau membiarkan polemik mereda dengan sendirinya. Karena itu, sebagian pengamat menilai keputusan Jokowi dalam polemik ini akan menjadi sinyal penting: apakah ia akan memilih jalan rekonsiliasi dengan menerima permintaan maaf, atau tetap menyerahkan persoalan tersebut pada proses hukum.
Di sisi lain, momentum politik juga ikut menjadi pertimbangan. Menjelang masa transisi kekuasaan nasional pada 2026, langkah pemaafan bisa saja dipandang sebagai strategi untuk meredam kegaduhan politik yang telah berlangsung lama di ruang publik.
Skenario Respons Jokowi
Setidaknya ada beberapa kemungkinan respons yang bisa diambil oleh Jokowi setelah permintaan maaf Rismon. Pertama, Jokowi dapat memilih memaafkan secara terbuka dan mendorong penyelesaian melalui mekanisme restorative justice (RJ), sehingga polemik dapat ditutup tanpa proses pengadilan panjang. Kedua, Jokowi tetap memberikan maaf secara personal, namun membiarkan proses hukum berjalan demi memberikan kepastian dan pembuktian yang jelas di pengadilan. Ketiga, proses hukum dilanjutkan sepenuhnya sebagai bentuk penegakan hukum serta pembelajaran publik terkait penyebaran tuduhan tanpa dasar.
Respons tersebut menjadi penting karena polemik mengenai ijazah Jokowi sudah berlarut-larut di ruang publik selama lebih dari satu tahun.
Suara dari Pihak Hukum
Dari perspektif hukum, permintaan maaf memang dapat menjadi faktor yang meringankan dalam sebuah perkara pidana. Namun secara prinsip, permintaan maaf tidak otomatis menghapus dugaan tindak pidana apabila laporan telah masuk dan proses hukum sudah berjalan. Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya mengungkap bahwa Rismon telah mengajukan permohonan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice.
Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menyatakan keyakinannya bahwa Jokowi secara pribadi akan memaafkan Rismon. Meski demikian, ia menilai perkara tersebut telah menjadi isu hukum serius yang menyita perhatian publik cukup lama. Freddy menilai proses pengadilan justru bisa menjadi jalan untuk memulihkan kepercayaan publik terkait polemik ijazah tersebut.
Pengakuan Rismon Sianipar
Sebelumnya, Rismon Sianipar akhirnya mengakui ijazah sarjana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) asli. Pengakuan ini menyanggah pernyataan-pernyataan dia sebelumnya dan tulisannya di buku Jokowi’s White Paper yang sudah diedarkan luas. Pengakuan Rismon ini diungkapkan dalam video yang diunggah di channel youtube Balige Academy pada Rabu (11/3/2026).
Rismon mengatakan, penelitian ulang yang dilakukannya secara independen selama dua bulan terakhir, ditemukan ada kekeliruan dari kesimpulan yang dibuat dia sebelumnya. Ia menyatakan bahwa sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah, ia harus bersandar pada objektivitas temuan-temuan dalam kerja-kerja ilmiahnya. Ia pun meminta maaf kepada Jokowi maupun keluarganya akibat kekeliruannya itu.
Rismon mengaku selama dua bulan terakhir ini gusar setelah mendapati temuan baru terkait ijazah Jokowi. Temuan baru itu didapat setelah ia mengkaji sejumlah variabel geometri yaitu translasi, rotasi, kecepatan dan pencahayaan dengan melibatkan variabel geometri maupun pencahayaan. Ia juga menyatakan siap membuktikan temuan terbarunya di ruang-ruang akademik.












