Gelombang Ke-41 Operasi Janji Sejati 4: Iran Serang Target di Wilayah Pendudukan Israel
Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peluncuran gelombang ke-41 dari Operasi Janji Sejati 4 terhadap target di wilayah pendudukan Israel. Serangan ini dilakukan sesaat setelah pesan pertama Pemimpin Revolusi Islam Mojtaba Khamenei dipublikasikan. Dalam pernyataannya, IRGC menyebut operasi ini menggunakan sandi “Ke al-Quds yang Suci” karena bertepatan dengan momentum menjelang Hari Quds Internasional.
Serangan tersebut menargetkan kota-kota seperti Tel Aviv, al-Quds yang diduduki, serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. IRGC dalam pernyataannya pada Kamis (12/3/2026) mengklaim meluncurkan serangan dengan menembakkan lebih dari 10 rudal canggih, termasuk rudal Khorramshahr yang berat dan tangguh dengan kemampuan hulu ledak ganda, Qadr, Kheybar Shekan, hingga rudal hipersonik Fattah dengan hulu ledak seberat satu ton, serta drone penghancur.
Operasi ini disebut sebagai penghormatan kepada para syuhada di bulan suci Ramadhan dan mendedikasikan fase operasi ini kepada “pemimpin para syuhada, pemimpin revolusi yang gugur, dan keluarganya yang terhormat.”
Pesan Balas Dendam Mojtaba Khamenei
Dalam pidato perdananya, Mojtaba Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban perang agresi AS-Israel terhadap Iran, khususnya mereka yang telah kehilangan orang yang dicintai atau menderita luka-luka. Ia menyebut dirinya kehilangan ayah, istri, saudara perempuan, keponakan, dan saudara ipar.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban,” katanya, seraya menambahkan bahwa keyakinan akan pahala yang dijamin Tuhan bagi mereka yang bersabar membuatnya mampu menanggung kesulitan-kesulitan ini.
Pemimpin Tertinggi Iran juga berjanji bahwa Iran tidak akan pernah meninggalkan upaya penegakan keadilan atas darah para korban, khususnya menekankan bahwa pembalasan dendam tidak terbatas atas wafatnya pemimpin revolusioner serta setiap anggota bangsa yang dibunuh musuh.
“Balas dendam yang kita cari tidak terbatas pada kematian pemimpin besar revolusi, tetapi meluas kepada setiap anggota bangsa yang dibunuh oleh musuh,” ucapnya.
Ancaman Penutupan Selat Hormuz
Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa jalur vital perdagangan energi dunia, Selat Hormuz, akan tetap ditutup sebagai bentuk tekanan terhadap musuh-musuh Iran. Ia juga memperingatkan bahwa semua pangkalan militer AS di Teluk harus segera ditutup atau akan menjadi sasaran serangan.
Selain itu, ia menyebut kelompok bersenjata di Yaman dan Irak siap membantu Iran. Mojtaba Khamenei berterima kasih kepada militer Iran yang telah mencegah negara dari dominasi dan perpecahan saat diserang asing.
“Saya ingin berterima kasih kepada para pejuang pemberani yang melakukan pekerjaan hebat di saat negara kita berada di bawah tekanan dan serangan,” katanya dan berjanji bahwa Iran akan terus berjuang.
Konflik AS-Israel dan Iran
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah tokoh penting Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Timur Tengah. Konflik ini kemudian meluas, memengaruhi pasokan energi dunia. Penutupan Selat Hormuz membuat distribusi minyak dan LNG terganggu, berdampak pada Asia, Afrika, dan Eropa.
Selain energi, sektor penerbangan juga terdampak. Jalur udara ke sejumlah wilayah Timur Tengah terganggu akibat eskalasi militer. Selama 13 hari serangan AS-Israel, lebih dari 1.300 warga Iran dilaporkan meninggal dunia. Ribuan lainnya mengalami luka-luka, memperburuk krisis kemanusiaan di negara tersebut.












