Keistimewaan Buah Kurma dalam Kehidupan Sehari-hari
Buah kurma sering menjadi pilihan utama bagi banyak orang, terutama di bulan Ramadan. Meskipun berasal dari daerah Timur Tengah, buah ini mudah ditemukan di berbagai belahan dunia. Dengan rasa manis yang legit dan warna cokelat yang khas, kurma menjadi buah favorit banyak orang.
Selain rasanya yang lezat, kurma juga memiliki keistimewaan dari segi agama. Rasulullah SAW sangat menyukai buah ini, bahkan disebutkan dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 25. Selain itu, kurma juga muncul dalam beberapa hadits Nabi SAW. Berikut adalah beberapa sunnah makan kurma yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW:
1. Berbuka Puasa dengan Buah Kurma
Kurma sering digunakan sebagai hidangan pembuka puasa. Hal ini tidak hanya sekadar kebiasaan, tetapi juga merupakan sunnah yang dilakukan oleh Nabi SAW. Dalam riwayat Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
“Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam sebelum shalat (Maghrib) berbuka dengan beberapa ruthab (kurma basah). Jika tidak ada ruthab maka beliau berbuka dengan beberapa tamr (kurma basah) dan jika tidak tamr maka beliau berbuka dengan beberapa teguk air.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).
Mengapa kurma dipilih untuk berbuka puasa? Salah satu alasan adalah karena kurma mengandung gula alami yang mudah diserap tubuh. Setelah seharian berpuasa, tubuh membutuhkan energi yang cepat terisi. Dengan makan kurma, energi bisa kembali normal dengan cepat.
2. Makan Kurma dengan Jumlah Ganjil

Nabi Muhammad SAW juga menyarankan untuk makan kurma dengan jumlah ganjil. Bilangan ganjil seperti satu, tiga, lima, atau tujuh. Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa pada hari raya, Nabi SAW tidak berangkat melaksanakan shalat hingga beliau makan beberapa butir kurma. Beliau makan kurma dengan bilangan yang ganjil.
Hal ini menunjukkan bahwa Nabi SAW menjaga kesempurnaan dalam setiap tindakannya, termasuk dalam hal makanan.
3. Khasiat Buah Kurma Ajwa

Meskipun secara fisik kurma terlihat sama, terdapat ratusan jenis kurma. Salah satunya adalah kurma ajwa, yang sangat terkenal. Hadits Nabi SAW menyebutkan bahwa siapa pun yang makan beberapa biji kurma ajwa setiap harinya, maka akan terlindungi dari racun maupun sihir hingga malam hari.
Buku berjudul Hukum Islam Agroteknologi: Studi Takhrij dan Syarah Hadi menyebutkan bahwa kurma ajwa kaya akan karbohidrat sederhana seperti sukrosa dan fruktosa. Selain itu, kurma ajwa juga kaya akan kalsium, zat besi, vitamin K, folat, serta antioksidan.
4. Makan Kurma dengan Duduk Iq’a

Dalam sunnah makan kurma, Nabi SAW juga menekankan cara duduk yang benar. Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu meriwayatkan bahwa ia melihat Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk iq’a saat makan kurma.
Duduk iq’a adalah duduk menegakkan telapak kaki dan bertumpu pada tumit. Cara duduk ini membuat Nabi SAW tidak dapat duduk dengan tenang, sehingga beliau tidak makan kurma dalam jumlah yang banyak.
Kesimpulan
Sunnah makan kurma memiliki berbagai bentuk dan makna yang mendalam. Dari mulai berbuka puasa hingga cara duduk yang tepat, semuanya dilakukan dengan tujuan untuk meneladani Nabi Muhammad SAW. Sebagai umat Islam, kita tentu ingin menjalankan semua sunnah yang dianjurkan. Apakah kamu sudah melakukan sunnah makan kurma?
Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”












