Budaya  

Apakah Puasa Syawal Harus 6 Hari Berturut-Turut? Ini Waktunya

Aturan Puasa Syawal yang Perlu Diketahui

Memasuki bulan Syawal, umat Islam disunnahkan untuk melakukan puasa Syawal. Puasa ini dilakukan selama enam hari setelah Idul Fitri. Bagi umat Islam yang telah menunaikan puasa Ramadan dan melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia akan mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh.

Pahala yang sangat besar ini membuat umat Islam perlu memahami aturan-aturan dalam melaksanakan puasa Syawal. Berikut adalah lima aturan penting mengenai puasa Syawal:

  • Puasa sunnah Syawal dilakukan selama enam hari

    Dalam hadits disebutkan bahwa puasa Syawal itu dilakukan selama enam hari. Lafazh hadits tersebut adalah: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164).

    Menurut Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.

  • Lebih utama dilaksanakan sehari setelah Idul Fitri

    Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah Idul Fithri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan.”

  • Lebih utama dilakukan secara berurutan namun tidak mengapa jika dilakukan tidak berurutan

    Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menyatakan, “Lebih utama puasa Syawal dilakukan secara berurutan karena itulah yang umumnya lebih mudah. Itu pun tanda berlomba-lomba dalam hal yang diperintahkan.”

  • Usahakan untuk menunaikan qodho’ puasa terlebih dahulu agar mendapatkan ganjaran puasa Syawal

    Ibnu Rajab Al Hambali berkata, “Siapa yang mempunyai kewajiban qodho’ puasa Ramadhan, hendaklah ia memulai puasa qodho’nya di bulan Syawal. Hal itu lebih akan membuat kewajiban seorang muslim menjadi gugur. Bahkan puasa qodho’ itu lebih utama dari puasa enam hari Syawal.”

  • Boleh melakukan puasa Syawal pada hari Jum’at dan hari Sabtu

    Imam Nawawi menyatakan, “Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa dimakruhkan berpuasa pada hari Jum’at secara bersendirian. Namun jika diikuti puasa sebelum atau sesudahnya atau bertepatan dengan kebiasaan puasa seperti berpuasa nadzar karena sembuh dari sakit dan bertepatan dengan hari Jum’at, maka tidaklah makruh.”

    Adapun berpuasa Syawal pada hari Sabtu juga masih dibolehkan sebagaimana puasa lainnya yang memiliki sebab masih dibolehkan dilakukan pada hari Sabtu, misalnya jika melakukan puasa Arafah pada hari Sabtu.

Waktu Pelaksanaan Puasa Syawal

Lantas, kapan waktu dimulainya puasa Syawal? Apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berturut-turut?

Rektor IAIN Ponorogo, Evi Muafiah, menjelaskan bahwa puasa Syawal bisa dimulai pada 2 Syawal, setelah hari raya Idul Fitri. Saat Idul Fitri 1 Syawal, umat Islam diharamkan untuk berpuasa sehingga baru bisa dilakukan setelahnya.

Adapun pelaksanaannya tidak mesti secara berurutan, sehingga bisa dilakukan secara terpisah atau berselang di hari atau tanggal tertentu dengan jumlah akhirnya nanti enam hari puasa. Namun, jika pelaksanaannya dilakukan secara berturut, mulai dari tanggal 2 sampai 7 Syawal, itu akan lebih baik.

Di masyarakat Jawa, ada perayaan lebaran ketupat atau kebaran kecil yang jatuh pada 8 Syawal. Hal itu dimaknai sebagai waktu berbuka kembali setelah melakukan puasa enam hari di bulan Syawal.

Menurut pandangan beberapa ulama, seperti Imam Ahmad, puasa enam hari pada bulan Syawal dapat dilakukan berturut-turut atau tidak berturut-turut. Sedangkan menurut golongan Hanafi dan Syafi’i lebih utama melakukannya secara berturut-turut yaitu sesudah hari raya Idul Fitri.


Bahjah Jamilah

Bahjah Jamilah adalah seorang penulis berita yang menyoroti dunia kuliner dan perjalanan. Ia suka mengeksplorasi makanan baru, memotret hidangan, serta menulis ulasan perjalanan. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca blog kuliner. Motto: “Setiap rasa menyimpan cerita.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× How can I help you?